Tags Posts tagged with "xiaomi"

xiaomi

Ilustrasi Xiaomi MIUI 9

Xiaomi akan meluncurkan update terbaru MIUI 9 pada 16 Agustus di Tiongkok dan ada 14 tipe Xiaomi yang akan mendapatkan pembaruan MIUI 9 berbasis Android 7.0 Nougat dan Android 7.1 Nougat.

Pembaruan Xiaomi MIUI 9 akan memiliki fitur terbaru di dalamnya yaitu mode split-screen, picture-in-picture, dan peningkatan kinerja serta perbaikan bug untuk tiap-tipe smartphone Xiaomi.

Kehadiran fitur ini disebut tak lepas dari jajak pendapat para pengguna mengenai fitur tersebut. Berdasarkan polling mengenai fitur Split Screen di forum MIUI bulan lalu, hampir 80 persen dari 7.000 pengguna smartphone Xiaomi menginginkan fitur tersebut karena menarik.

Smartphone yang akan mendapatkan pembaruan MIUI 9 adalah Mi Max, Mi 5, Mi 5s, Mi 5s Plus, Mi 4c, Mi 4s, Mi Note 2, Mi Mix, Mi Note 4x, Mi 6, Mi Max 2, Mi 5C, dan Redmi 4X.

Selain itu, perangkat Xiaomi pertama yang akan mendapatkan MIUI 9 adalah flagship Mi 6 seperti dikutip Android Central. Sayangnya, Xiaomi belum mengungkapkan peluncurkan Xiaomi MIUI 9 untuk pasar global.

illustrasi toko Xiaomi 2

Pabrikan smartphone Xiaomi berencana membangun toko Mi Home terbaru sebanyak 2.000 unit di seluruh dunia hingga tiga tahun ke depan.

Xiaomi akan menggandeng mitra lokal untuk membangun dan mengoperasikan setengah dari jumlah toko tersebut. Sisanya, Xiaomi akan membangun dan mengoperasikan tokonya sendiri. Saat ini Xiaomi baru hadir di 40 negara dan wilayah di Tiongkok.

[BACA: Tiru Apple, Xiaomi Kembali ke Cara Konvensional untuk Ekspansi Bisnis]

“Ini adalah bagian dari rencana ambisius kami. Kami pasti akan menjadi penting di pasar dunia dan Anda akan melihat kami di setiap negara,” kata Wang Xiang (Senior Vice President Xiaomi) seperti dikutip CNBC.

Sebelumnya, Xiaomi sempat melontarkan ambisi untuk membangun 1.000 toko baru hingga tahun 2019.

Xiaomi memang terkenal menjual smartphone murah kualitas yahud, bahkan Xiaomi pernah mencetak rekor dunia Guinness World of Record dengan menjual 2,12 juta smartphone dalam satu hari.

Selain itu, Xiaomi juga menambahkan varian line-up-nya termasuk smart fitness bands, scooter pintar, penjernih udara pintar, dan masih banyak lagi.

Dalam pemasarannya, Xiaomi bisa langsung menjual produknya kepada pelanggan melalui online atau jalur kerja sama distribusi.

illustrasi toko Xiaomi 1

Rencana Besar

Tahun ini, Xiaomi telah merambah Rusia, Uni Emirat Arab dan Mesir. Bahkan, Xiaomi membangun pabrik perakitan di India dan Indonesia. “Tahun depan, kami akan fokus menggarap pasar Asia Tenggara, terutama Filipina dan Eropa Timur,” kata Wang.

Tak hanya negara berkembang, Xiaomi juga memiliki rencana untuk eksis di negara-negara maju di Eropa Barat.

[BACA: Strategi Xiaomi Tahun 2017: Perbanyak Toko Offline dan Buka Bank Internet]

Selain permasalahan brand awareness, Xiaomi juga memiliki permasalahan kepada produk dan harganya yang terjangkau.

“Jika Anda membeli produk dengan harga murah, pasti Anda berpikir bahwa kualitas produk ini tidak bagus. Tapi, kami ingin meyakinkan Anda bahwa Anda tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk mendapat produk yang bagus,” katanya.

“Ini adalah tantangan paling sulit,” pungkasnya.

Ilustrasi Xiaomi 6 1

Xiaomi sukses mengapalkan smartphone sebanyak 23,16 juta unit pada kuartal II 2017, naik 70 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

“Saya sudah ke siapapun dari awal bahwa kami sudah melewati masa-masa sulit. Saya yakin bisa mencapai target pendapatan RMB 100 miliar pada tahun ini. Sekarang saya sangat percaya diri bisa mencapai target tersebut,” kata Lei Jun (CEO Xiaomi) seperti dikutip CNET.

Pencapaiannya pada kuartal II 2017 merupakan salah satu pencapaian terbaik Xiaomi, mengingat saat ini Xiaomi sedang berusaha mengalahkan kompetitornya Oppo, Vivo dan Huawei di Tiongkok.

Xiaomi mengatakan keberhasilan karena kebijakan kalibrasi ulang internal perusahaannya. Salah satunya memperlancar pasokan produk yang selama ini sempat terhambat.

“Kami yakin bisa mengapalkan 100 juta unit smartphone pada 2018,” ujarnya.

Selain itu, Xiaomi juga akan fokus pada pemasaran offline, selama ini Xiaomi lebih fokus menjual smartphone melalui jalur online. Saat ini sudah ada 123 toko fisik Mi Store di Tiongkok, belum termasuk Mi Store lainnya yang ada di beberapa negara lain.

Pertumbuhan positif Xiaomi juga terjadi di negara-negara lainnya. Di India, Xiaomi mencatat kenaikan revenue hingga 328 persen pada kuartal I 2017, dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Penjualan Xiaomi juga menunjukkan hasil yang positif di negara-negara seperti Indonesia, Rusia, dan Ukraina.

Xiaomi Redmi Note 4

Xiaomi sukses menggebrak pasar dengan produk-produknya yang canggih dengan harga terjangkau. Pelan tapi pasti, Xiaomi akan menguasai pasar smartphone Tiongkok dengan beberapa cara lama.

Awalnya, Xiaomi yang berdiri pada 6 April 2010 fokus menjual perangkat lunak dan platform antarmukanya MIUI menuai respons positif dari seluruh dunia. Setahun kemudian, Xiaomi mulai menjual smartphone pertamanya Xiaomi Mi 1 yang ludes hanya dalam tempo 34 jam.

Xiaomi dikenal memiliki pendekatan yang berbeda dalam memasarkan produk-produknya. Pertama, Xiaomi meluncurkan produk canggih dengan harga terjangkau. Kedua, Xiaomi hanya menjual produknya secara online untuk memangkas biaya pemasaran dan penjualan daripada harus jor-joran dalam belanja iklan dan menjualnya dengan cara konvensional.

Berkat strategi itu, Xiaomi berhasil menjual 60 juta perangkat di seluruh dunia dan menjadi prestasi bagi perusahaan yang masih baru di pasar smartphone.

Sayangnya, strategi Xiaomi itu tidak mengantarkan Xiaomi di pucuk pimpinan pasar smartphone Tiongkok. Menurut IDC, Xiaomi hanya memperoleh pangsa pasar sebesar 8,9 persen di Tiongkok dan berada di posisi ke-5 sebagai vendor paling laris di negeri tersebut. Jauh dibandingkan apa yang mereka peroleh pada tahun 2015 dengan pangsa pasar sebesar 15,1 persen.

Ironisnya, nama Xiaomi tidak ada dalam lima besar vendor smartphone terbesar di dunia. Padahal, ada tiga nama perusahaan smartphone asal Tiongkok yaitu Huawei, Oppo dan Vivo yang mengekor tepat di bawah Samsung dan Apple.

Di Mana Kesalahan Xiaomi?

Xiaomi tidak berdaya melawan gempuran para pesaingnya, mengingat persaingan pasar smartphone sangat ganas. Para rival Xiaomi sukses meraih keuntungan melalui strategi pemasaran konvensional yaitu menyajikan banyak reseller yang membuat calon pembeli mudah menggapai produk-produk mereka.

Selain itu, perusahaan kompetitor Xiaomi juga melakukan strategi marketing jor-joran dengan memasuki area-area populer di masyarakat.

Belum lagi permasalahan internal Xiaomi yang membuat Hugo Barra (Vice Presiden Xiaomi) mundur dari Xiaomi untuk bergabung bersama Facebook dalam tim Oculus.

Perubahan Haluan dan Strategi

Akhirnya, Xiaomi pun melunak dan akan mengubah sistem pemasarannya. Salah satu langkahnya Xiaomi akan membangun toko fisik untuk menjual produk-produk bikinan Xiaomi sebanyak-banyaknya.

Xiaomi akan membangun toko ritel Mi Home sebanyak 1.000 unit hingga 2019 untuk meningkatkan penjualan produk mereka. Kebijakan itu akan mendatangkan penjualan hingga 70 miliar Yuan atau setara dengan $10 miliar hingga tahun 2021 mendatang.

“Untuk menjadi perusahaan internet dan pabrikan smartphone paling berpengaruh, kami harus memiliki toko online dan offline. Kehadiran toko fisik sangat penting untuk memungkinkan orang-orang mencoba produk Anda dan memperoleh timbal-balik dari fans kami,” kata Wang Xiang (Senior Vice President Xiaomi) seperti dilansir Bloomberg.

Secara lebih spesifik, Xiaomi akan membangun toko fisik serupa dengan apa yang dilakukan Apple melalui Apple Store. Dari Mei 2011 hingga kini, Apple memiliki 497 Apple Store yang tersebar di 17 negara. Dari angka tersebut, 270 Apple Store berada di kandang mereka sendiri, Amerika Serikat.

Apple Store memberikan pengalaman pengguna yang sangat memanjakan pelanggan mereka dan membuat orang-orang bisa lebih mudah memahami produk yang hendak mereka beli dan langsung berinteraksi dengan pegawai Apple. Apalagi, toko fisik Apple tersebut, memiliki desain yang sangat baik dan terlebih berada di lokasi-lokasi strategis.

“Kami menginginkan pengalaman pengguna dan eksklusivitas,” ujarnya.

Wang Xiang (kiri) berfoto bersama Lei Jun (CEO Xiaomi, tengah) dan Lin Bin (President Xiaomi, kanan).

Terinspirasi Apple Store

Xiaomi memang telah memiliki toko fisik Mi Homes sejak 2011. Sayangnya, Mi Homes hanyalah berupa service center dan tempat bagi pelanggan mereka mengambil produk Xiaomi setelah para pelanggan membelinya secara online. Berbeda dengan Apple Store yang memajang produk, menjualnya, dan memberikan pengalaman pengguna

Xiaomi juga akan mengusung konsep toko ekslusif lantaran para kompetitor Xiaomi juga ramai-ramai membikin toko eksklusifnya sendiri-sendiri. Tentunya, Xiaomi membutuhkan dana investasi yang besar untuk membangun atau menyewa tempat toko fisik dengan desain yang keren di lokasi strategis.

Gandeng Nokia

Selain Mi Homes, Xiaomi juga akan melakukan kesepakan paten dengan Nokia. Dalam kerja sama tersebut, Xiaomi maupun Nokia bisa memanfaatkan patennya masing-masing.

Sebelumnya, Xiaomi pernah bermasalah dengan Ericsson akibat permasalahan paten. Berkongsi dengan Nokia, Xiaomi akan terhindar dari permasalahan serupa yang mungkin mereka alami di masa mendatang.

Apa jadinya bila dua perusahaan dari benua berbeda, Nokia dan Xiaomi, bekerjasama? Hasilnya menarik untuk ditunggu. Namun, kerja sama mereka bukan untuk meluncurkan produk smartphone baru.

Seperti dilansir Reuters, Nokia dan Xiaomi telah menyetujui kesepakatan untuk berbagi lisensi atas hak paten milik kedua raksasa teknologi mobile asal Finlandia dan Tiongkok tersebut.

Nokia disebut akan menyediakan peralatan infrastruktur jaringan dan data center bagi Xiaomi. Selain itu, kedua pihak setuju mengembangkan solusi-solusi di bidang lainnya, antara lain internet of things, augmented reality, virtual reality, dan kecerdasan buatan.

“Xiaomi adalah salah satu pabrikan smartphone terdepan di dunia dan kami senang bisa menjalin kerja sama dengan mereka,” kata Rajeev Suri (CEO, Nokia).

Sebelumnya, kerja sama seperti ini sudah dijalankan Nokia bersama Apple dan Samsung. Xiaomi menjadi pabrikan asal Tiongkok pertama yang menjalin persetujuan serupa. Walhasil, Xiaomi sekarang dapat memanfaatkan teknologi-teknologi Nokia secara bebas.

“Kerja sama dengan Nokia memungkinkan kami untuk membangun jaringan berkinerja tinggi dan berskala luas serta layanan dan perangkat lunak yang bisa diandalkan. Kami akan membuat produk dan layanan terbaik bagi penggemar Mi di seluruh dunia,” ucap Lei Jun (Chairman dan CEO, Xiaomi).

Batu Loncatan

Seperti diketahui, setelah melepas bisnis ponselnya, Nokia fokus menggarap solusi infrastruktur jaringan dan telekomunikasi. Mereka juga memunyai katalog hak paten terkait komponen dan jaringan perangkat mobile, misalnya teknologi penghemat baterai dan penguat sinyal radio.

Xiaomi sendiri juga memiliki portofolio hak paten sekitar 4.000 buah dan hampir separuhnya didaftarkan di luar Tiongkok.

Dari sisi bisnis, sekitar 90 persen pemasukan Nokia memang masih berasal dari pemasaran solusi jaringan.

Akan tetapi, di tengah menurunnya kebutuhan infrastruktur dan meningkatnya persaingan di pasar smartphone, penjualan lisensi hak paten teknologi mobile diharapkan mampu memberi sokongan yang lebih besar bagi kocek Nokia.

Nokia pun dapat menjadikan Xiaomi selaku batu loncatan untuk memperluas aliansi di Tiongkok, khususnya mengincar vendor-vendor dari Negeri Tirai Bambu itu, seperti Oppo, Vivo, dan OnePlus.

IlustrasXiaomi Mi 6 Jackie Chan edisi terbatas

Pabrikan smartphone Xiaomi meluncurkan Xiaomi Mi 6 Jackie Chan edisi terbatas dalam rangka memperingati ulang tahun ke-40 pendirian tim pemeran pengganti (stunt team) Jackie Chan atau Jackie Chan Stunt Team.

Tentunya, kehadiran Xiaomi Mi 6 Jackie Chan adalah bentuk penghormatan Xiaomi kepada aktor bela diri legendaris asal Hongkong tersebut seperti dikutip Android Headlines.

Desain Mi 6 edisi Jackie Chan mirip dengan desain Xiaomi Mi 6 versi regulernya. Namun Xiaomi mengemas kotak perangkat itu dengan kotak hadiah dengan tanda tangan Chan di bagian mukanya dan bagian belakang Mi 6.

Aktor kawakan Jackie Chan ketika peluncuran Xiaomi Mi 6 edisi terbatas

Perusahaan besutan Lei Jun itu juga memberikan wallpaper dan tema khusus aktor yang berusia 63 tahun itu. Sementara untuk spesifikasinya tidak ada penambahan dari versi yang dirilis April lalu.

Sebagai informasi, Mi 6 merupakan flagship smartphone terbaru milik Xiaomi yang dirilis pertengahan April lalu di negara asalnya. Smartphone itu mengusung layar 5,15 inci dengan resolusi full HD dan desain four side 3D glass. Mi 6 juga merupakan smartphone Tiongkok pertama yang mengusung Snapdragon 835, RAM 6 GB.

Jackie Chan ketika menghadiri peluncuran Xiaomi Mi 6 Jackie Chan edisi terbatas

Xiaomi Mi 6 memiliki lubang audio 3,5 mm tetapi digantikan dengan penggunaan USB Type C untuk mendukung pengisian daya dan transfer data. Xiaomi Mi 6 mengusung baterai berkapasitas 3.350 mAh dan tahan terhadap cipratan air.

Di negara asalnya, Xiaomi Mi 6 dijual dengan harga Rp4,8 jutaan. Xiaomi belum mengungkapkan harga dan ketersediaan unit Mi 6 Jackie Chan.

Xiaomi Amazfit 1

Saat ini perangkat wearable devices seperti smartwatch sedang booming di pasar. Meskipun, tidak sebesar smartphone, pengguna mulai beralih untuk menggunakan jam tangan pintar.

Perusahaan riset IDC melaporkan Xioami berhasil mengapalkan 3,6 juta perangkat keseluruh dunia pada kuartal pertama 2017, menurun dari kuartal keempat tahun lalu dimana Xiaomi berhasil mengirimkan 5,2 juta perangkat.

Namun, pencapaian itu sudah cukup bagi Xiaomi untuk mengeser posisi Fitbit sebagai raja wearable device dan mengusai 14,7 pangsa pasar.

Sebelumnya, Xiaomi berada di posisi kedua di bawah Fitbit.

Laporan IDC Wearable

Apple sendiri berada di posisi kedua, naik dari peringkat ketiga kuartal akhir tahun lalu. Selama kuartal pertama tahun ini, Apple mampu mengapalkan 3,6 juta unit dan menguasai pangsa pasar sebesar 14,6 persen.

Apple pun mengalami penurusan dari kuartal sebelumnya karena Apple mampu mengirimkan 4,6 juta Apple Watch pada kuartal akhir tahun lalu ke seluruh dunia seperti dikutip Venture Beat.

Ironisnya, Fitbit sebagai penguasa pasar wearable devices harus melorot dari posisi puncak ke peringkat tiga karena Fitbit hanya mengapalkan 3 juta perangkat dan memiliki pangsa pasar sebesar 12,3 persen. Padahal, kuartal empat 2016 lalu, Fitbit mengirimkan 6,5 juta wearable ke seluruh dunia.

Diposisi keempat, ada Samsung yang berhasil mengapalkan 1,4 juta perangkat dengan pangsa pasar sebesar 5,5 persen. Sementara di posisi buncit lima besar pasar wearable ada Garmin dengan pangsa pasar sebesar 4,6 persen dan berhasil mengapalkan 1,1 juta perangkat ke seluruh dunia.

Ilustrasi Xiaomi Mi Max 2 2

Akhirnya, Xiaomi meluncurkan smartphone terbarunya Xiaomi Mi Max 2 yang mengusung layar, baterai jumbo dan nyaman di tangan.

Xiaomi Mi Max 2 mengusung layar 6,44 inci dengan resolusi Full HD, prosesor Snapdragon 625, RAM 4 GB dan dua pilihan ruang penyimpanan internal yaitu 64 GB dan 128 GB serta tambahan slot microSD.

Desain Mi Max 2 pun memiliki bodi metal dan sisi-sisinya yang melengkung. Dari sisi kamera, Xiaomi Mi Max 2 mengusung kamera utama 12 megapixel dengan sensor Sony IMX 386 dan kamera depannya mengusung 6 megapixel.

Kamera utamanya Mi Max 2 memiliki phase detection autofocus, dual tone LED flash, dan dynamic range adjustment.

Mi Max 2 memiliki baterai berkapasitas 5.300 mAh dengan teknologi Quicm Charge 3.0 dan parallel charging. Dengan teknologi itu, Mi Max 2 hanya membutuh waktu satu jam untuk mengisi 68 persen baterainya.

Ilustrasi Xiaomi Mi Max 2 1

Xiaomi mengklaim Mi Max 2 dapat menyala aktif hingga dua hari dengan penggunaan normal seperti memutar video, musik, membaca dan navigasi.

Gizmochina melaporkan bahwa baterai besar Mi Max dapat memutar video playback selama 18 jam.

Xiaomi akan mulai menjual Xiaomi Mi Max 2 di Tiongkok pada 1 Juni mendatang. Xiaomi membanderol Xiaomi Mi Max 2 senilai 1.699 yuan atau sekitar Rp3,3 juta untuk varian 64 GB dan 1.999 yuan atau Rp3,9 juta untuk varian 128 GB.

Sayangnya, belum ada informasi lebih lanjut apakah produk ini bakal hadir resmi di Indonesia.

Xiaomi Mi 6 Ceramic Edition

Xiaomi akan meluncurkan smartphone Xiaomi Mi 6 Ceramic Edition di toko online Xiaomi di Tiongkok dengan banderol 435 dolar AS atau sekitar Rp5,6 juta.

Seperti namanya, Xiaomi Mi 6 Ceramic Edition mengusung desain belakang yang terbuat dari keramik dan bingkai kamera emas sebesar 18 karat yang berada di lingkaran dual kamera belakang.

Selain itu, kamera ganda Xiaomi Mi6 juga mampu melakukan zoom optik 2x, lensa sudut lebar, stabilisasi OIS, dan lensa untuk telephoto.

Karena terbuat dari keramik, bobot Xiaomi Mi 6 Ceramic Edition akan lebih berat 14 gram dari versi biasa yaitu 182 gram seperti dikutip Phone Arena.

Ilustrasi Xiaomi Mi 6 Ceramic Edition

Untuk spesifikasi, smartphone itu memiliki layar sentuh 5,15 inci dengan resolusi 1080p, chipset Snapdragon 835, RAM 6GB, ROM 128 GB dan baterai 3.350 mAh.

Smartphone itu juga menawarkan kamera ganda 12 megapixel di bagian belakang dan kamera 8 megapixel di bagian depan.

Perangkat itu menjalankan Android 7.1.1 Nougat dengan antar muka MIUI 8.0. Kemudian, ada fitur sistem keamanan pemindai sidik jari yang terpasang langsung di layar dan konektor USB Type-C.

Ilustrasi Xiaomi Mi Max 2

Xiaomi akan memperbarui line up smartphone Xiaomi Mi Max 2 pada bulan ini atau 23 Mei mendatang dengan banderol 1.499 Yuan atau sekitar Rp2,8 jutaan untuk versi terendah.

Rumor spesifikasinya, Xiaomi Mi Max 2 akan mengusung layar 6,44 inci yang mendukung resolusi Full HD, chipset Snapdragon 660, RAM 6 GB atau 4 GB.

Selain itu, Xiaomi Mi Max 2 akan mengusung sistem operasi Android 7.1.1 “Nougat” dengan antar muka MIUI 8.

Tentunya, line up “Max” akan mengandalkan performa baterainya. Xiaomi Mi Max 2 akan mengusung baterai 5.000 mAh, terbesar di kelasnya seperti dikutip Gizmo China.

Dari sektor kamera, Xiaomi Mi Max 2 akan mengusung kamera utama beresolusi 12 megapixel yang memiliki sensor Sony IMX378. Untuk kamera depannya, Xiaomi Mi Max 2 memiliki resolusi standar 5 megapixel.

TERBARU

Proyek kacamata pintar Google Glass sempat dimatikan oleh Alphabet, induk perusahaan Google, pada tahun 2015. Tetapi sekarang, Google Glass lahir kembali dengan fokus bisnis yang baru di industri enterprise.