Find Us On Social Media :

IBM BP Solutions Summit 2018: Menjawab Disrupsi Digital di Indonesia

By Wisnu Nugroho, Jumat, 16 November 2018 | 08:14 WIB

Megawaty Khie (President Director IBM Indonesia) saat membuka IBM BP Solution Sumit 2018

Saat ini, semua industri praktis mengalami disrupsi digital. Hal ini menuntut setiap perusahaan untuk bisa memanfaatkan teknologi digital jika ingin bisa bersaing. Hanya saja, perkembangan teknologi yang demikian cepat membuat banyak perusahaan kesulitan dalam memilih solusi yang tepat.

Hal inilah yang coba dijawab IBM Indonesia dengan menggelar acara IBM BP (Business Partner) Solutions Summit 2018 di Ritz Carlton Mega Kuningan Jakarta. Acara yang mengambil tema Put Smart to Work ini diprakarsai oleh para mitra IBM Indonesia seperti AGIT, Anabatic Technologies, Bina Data Mandiri, Binareka Tata Mandiri, Blue Power Technology, Intikom Berlian Mustika, Lintasarta, Multipolar, Perkom, Sinergi Wahana Gemilang, dan Tech Data.

IBM BP Solutions Summit 2018 sendiri bertujuan menampilkan solusi teknologi terkini yang dapat membantu perusahaan Indonesia melakukan transformasi digital. Semua solusi dibangun di atas teknologi IBM, dan dapat langsung diimplementasikan perusahaan Indonesia sehingga bisa cepat melakukan transformasi digital.

"Kami memberikan keleluasaan kepada business partner IBM Indonesia untuk berinovasi menggunakan teknologi kami dalam menawarkan layanan terbaiknya bagi para pelaku bisnis agar dapat diterapkan dengan mudah, efisien dan cerdas," ungkap Novan Adian (Country Manager One Channel IBM Indonesia).

IBM Indonesia mengajak perusahaan Indonesia untuk membangun potensi bisnis di masa depan dengan memanfaatkan teknologi terkini seperti AI, Cloud, Blockchain, dan Internet of Thing yang akan mengubah dunia di masa depan.

Solusi berbasis teknologi itu sendiri kini sudah bisa disediakan business partner IBM Indonesia. "Ini membuktikan perusahaan partner IBM di Indonesia sangat mumpuni dalam teknologi digital dan memiliki keahlian spesifik untuk mendukung pengembangan layanan bisnis digital," tambahn Novan.

Sedangkan Megawaty Khie (President Director IBM Indonesia) menekankan komitmen IBM untuk membantu perusahaan Indonesia tanpa perlu mendikte teknologi apa yang harus mereka gunakan. IBM lebih memilih mendengarkan tantangan yang dihadapi perusahaan dan kemudian mencari solusi teknologi yang paling optimal.

“IBM memiliki end-to-end solutions yang dapat menjawab semua kebutuhan tersebut” tambah Megawaty.

Bank dalam Genggaman

Novan Adian (Country Manager One Channel IBM Indonesia)

Salah satu mitra IBM yang tampil di acara tersebut adalah Anabatic Technologies. Solusi yang mereka tampilkan adalah PocketBank, sebuah platform yang memungkinkan transaksi keuangan dilakukan di smartphone nasabah.

"PocketBank memiliki fitur unggulan yang mendukung proses transaksi non finansial seperti registrasi nasabah, pembukaan rekening, profiling nasabah, dan juga customer service" ujar Adriansya Adnan (Direktur PT Anabatic Technologies). Yang menarik, Pocketbank mendukung sistem yang sudah dimiliki pihak bank, sehingga bank tidak perlu mengganti core system-nya untuk mengadopsi PocketBank ini.

Solusi PocketBank ini pun sudah digunakan di beberapa bank, termasuk di kawasan Asia Tenggara. Untuk Indonesia, bank yang telah menggunakan platform PocketBank adalah Bank DKI.

Teknologi IBM sendiri berperan di sisi hardware untuk memastikan transaksi di PocketBank berjalan sempurna. Adrian menyebut, PocketBank berjalan di atas infrastruktur  IBM LinuxOne yang memberikan performa tinggi dan stabil dalam memproses transaksi yang terjadi di platform PocketBank.

Digital Marketing Modern

Partner lain yang tampil di acara IBM BP Solutions ini adalah PT Gema Teknologi Cahaya Gemilang (EMC-Group), sebuah perusahaan Data-Driven Digital Marketing and Consulting Firm asal Indonesia. Sejak tahun 2016, EMC Group menjadi bagian dari FreakOut Holdings, inc, salah satu perusahaan ad-tech terbesar di Jepang.

EMC Group menggunakan Watson Marketing Analytics untuk menjawab tantangan digital marketing yang kian personal. “Saat ini tidak ada lagi one message fits all” ungkap Eddy Yansen, Presiden Direktur EMC Group.

Eddy mengambil contoh kasus salah satu klien mereka, Toyota Astra Motor, yang kini bisa mempersonalisasi pesan sesuai segmen customer. “Jadi konsumen yang ingin membeli Agya dengan yang ingin membeli Camry akan mendapatkan different messages, baik di email, SMS, atau iklan di Facebook” ungkap Eddy mencontohkan.

Dan hal sekompleks tersebut hanya bisa dilakukan dengan menggunakan teknologi yang dapat mengolah data dari berbagai sumber dengan cepat dan cerdas. “Watson Marketing Analytics membawa industri marketing ke babak baru, di mana pengelolaan data dan AI menjadi bagian kunci dalam keberhasilan marketing kami” jelas Eddy.