Find Us On Social Media :

Tantang Didi Chuxing, BMW akan Buka Layanan Taksi Online di Tiongkok

By Adam Rizal, Senin, 26 November 2018 | 17:00 WIB

Ilustrasi BMW

BMW menjadi produsen mobil global pertama yang mendapatkan lisensi untuk meluncurkan layanan ride hailing mirip Uber di Tiongkok.

Rencananya, layanan taksi online BMW akan hadir di Chengdu yang merupakan ibu kota provinsi Sichuan.pada bulan depan.

BMW mendapatkan lisensi ride hailing itu melalui BMW Mobility Service yang merupakan anak perusahaan BMW Group seperti dikutip Ubergizmo.

Pada awal tahun ini, BMW Group telah meningkatkan sahamnya dengan perusahaan Tiongkok lewat Brilliance China Automotive sebesar 50 - 75 persen.

Sebelumnya, Pemerintah Tiongkok mengharuskan perusahaan asing bermitra dengan perusahaan setempat dalam proyek tersebut.

Pasar Tiongkok memang sulit dilewatkan karena menawarkan potensi bisnis dan populasi yang besar. Nilai layanan ride-hailing di Tiongkok diperkirakan bernilai USD 23 miliar.

Saat ini Didi Chuxing mendominasi pasar ride hailing di Tiongkok dengan porsi 90 persen. Sejauh ini belum ada kabar tambahan mengenai layanan 'Uber' ala BMW.

BMW bukan satu-satunya perusahaan otomotif asal Jerman yang tertarik dengan pasar ride hailing Tiongkok.

Ada Daimler yang juga memperlihatkan ketertarikannya meluncurkan layanan serupa, bekerja sama dengan Geely Group.

Investasi Didi

Didi Chuxing mengucurkan dana investasi hingga USD20 juta atau Rp300 miliar untuk meningkatkan sistem keamanan di layanannya dan mengantisipasi supir nakal yang berpotensi membahayakan keselamatan penumpang.

"Investasi ini akan digunakan untuk meningkatkan sistem customer service. Kami akan membentuk tim customer service yang akan mempekerjakan 8.000 orang pada akhir tahun ini," kata Cheng Wei (Pendiri Didi) seperti dikutip Reuters.

Baru-baru ini, seorang mitra pengemudi layanan roda empat Didi Chuxing memperkosa dan membunuh penumpang wanita dan membuat Didi Chuxing harus menghentikan operasionalnya.

Pemerintah Tiongkok pun menyayangkan insiden kriminal itu terjadi karena seharusnya Didi Chuxing menerapkan sistem keamanan pelayanan yang baik dan ketat.

Polisi setempat mengatakan Zhao tewas ketika menggunakan layanan Hitch milik Didi Chuxing pada 24 Agustus 2018. Berselang berapa lama, polisi menangkap sopir berusia 27 tahun bernama Zhong.

Selain itu, Didi juga menyediakan fitur tambahan tombol gawat darurat SOS di aplikasinya untuk bisa menelepon polisi.

Didi juga menerapkan tujuh inisiatif untuk mengevaluasi pengemudinya dan meningkatkan edukasi serta melakukan penilaian kepada pengemudi.