Find Us On Social Media :

Strategi Vendor Ponsel Indonesia Hadapi Gempuran Ponsel asal Tiongkok

By Adam Rizal, Sabtu, 22 Desember 2018 | 11:00 WIB

Ilustrasi Advan

Lebih dari separuh pangsa pasar smartphone di Indonesia didominasi vendor ponsel asal China.

IDC Indonesia mencatat, secara total, vendor asal China menguasai 56 persen pasaran ponsel pintar Indonesia pada kuartal-III tahun 2018.

Vendor ponsel China yakni Xiaomi, Oppo, dan Vivo, menduduki posisi kedua hingga keempat secara berturut-turut, mendepak posisi vendor ponsel lokal, Advan, yang pada kuartal-III 2017 setahun lalu masih menduduki posisi ketiga.

Di periode yang sama tahun ini ini, Advan terhempas di posisi kelima dengan pangsa pasar hanya 5 persen.

IDC Indonesia menyebut bahwa depresiasi mata uang rupiah mempengaruhi kondisi industri ponsel dalam negeri.

"Merek lokal mengurangi pasokan persediaan untuk meminimalisir risiko kehilangan profit setelah mengantisipasi perlambatan penjualan," sebut IDC Indonesia.

Pemain lokal berusaha bertahan Gempuran merek China diperparah dengan penetrasi Xiaomi di segmen Ultra-low-end atau ponsel dengan banderol di bawah 100 US dollar atau Rp 1,4 jutaan.

Agresivitas Xiaomi di segmen ini memicu vendor lain seperti Oppo dan Samsung untuk ikut berkompetisi.

Alhasil, merek lokal seperti Advan dan Evercross yang menyasar segmen pasar yang sama pun menjadi kewalahan.

Kendati demikian, analis IDC Risky Febrian menyebut bahwa merek ponsel lokal masih berusaha untuk bersaing di negeri sendiri.

"Pemain lokal secara aktif mencari cara untuk mempertahankan posisi di masa depan," tulisnya melalui Twitter.

Beberapa strategi telah diupayakan seperti kolaborasi atau melakukan penawaran khusus. Evercross misalnya, menggandeng XL Axiata untuk menelurkan smartphone seri Xtream yang memfasilitasi penggunanya untuk mengakses YouTube secara unlimited.