Find Us On Social Media :

IBM: Era Digital Memerlukan Kemampuan Data dan AI yang Mumpuni

By Rafki Fachrizal, Minggu, 10 November 2019 | 14:00 WIB

Ilustrasi Artificial intelligence

Di era transformasi digital seperti saat ini, data menjadi sangat kritis baik bagi konsumen, pemerintah dan perusahaan/organisasi dari berbagai jenis.

Dunia telah banyak dipenuhi beragam jumlah data yang terus bertambah. Segala jenis proses digital dan pertukaran yang ada di sosial media menghasilkan data.

Revolusi ini terjadi karena adanya pertumbuhan perangkat komputer dan penyebaran melalui penggunaan internet.

Pada tahun 1994, kurang dari satu persen populasi dunia memiliki akses internet, namun saat ini angka tersebut hampir 50 persennya dimana pengguna internet di seluruh dunia telah lebih dari 3.6 miliar, dan diprediksi akan terus bertambah.

Di sisi lain, perdagangan tidak lagi pada barang yang bisa dilihat kasat mata, tetapi juga dalam bentuk data yang semakin berkembang di era komputasi ini.

Untuk mendukung perkembangan ini dibutuhkan inovasi terbuka dimana perusahaan mulai perlu memindahkan beban kerja kritisnya ke cloud dalam melakukan optimalisasi pekerjaan.

Sebagai perusahaan teknologi yang fokus membantu klien dalam memenuhi tuntutan akses terhadap inovasi teknologi seperti AI, IBM baru-baru ini memperbaharui portofolio Cloud dan Watson yang dimilikinya.

Baca Juga: Ini Alasan Peraturan Data Center Bertentangan dengan Perlindungan Data

“IBM berkomitmen untuk memberikan arahan kepada klien kami untuk menjalankan AI diberbagai jenis Cloud dimanapun data tersebut ditempatkan untuk bisa memudahkan klien mengadopsi AI dalam menjalankan bisnisnya,” ujar Tan Wijaya, Presiden Direktur IBM Indonesia.

“Pertumbuhan ekonomi akan banyak didukung oleh perdagangan digital, untuk itu penting bagi perusahaan untuk bisa beradaptasi dengan baik dan mengadopsi teknologi yang tepat dan sesuai agar bisa mendukung pertumbuhan usahanya,” tambah Tan.

Saat ini, Tan mengungkapkan bahwa IBM Cloud telah diadopsi oleh perusahaan-perusahaan yang sangat ketat akan regulasi seperti perbankan dan pemerintahan.

“Industri dari perusahaan ini memiliki data yang sangat kritis dan melalui kemampuan IBM Cloud yang aman, open dan bisa digunakan secara enterprise memudahkan perusahaan untuk melakukan modernisasi dan membuat aplikasi bisnis baru dengan menggunakan Cloud tanpa harus mengganggu keamanan pada aplikasi lain yang telah ada,” jelas Tan.