Find Us On Social Media :

Accelerating Asia akan Suntik Dana ke-8 Startup, 2 Berasal dari Indonesia

By Rafki Fachrizal, Kamis, 10 September 2020 | 16:45 WIB

Ilustrasi Kantor Startup

Akselator startup dan perusahaan modal ventura asal Singapura, Accelerating Asia, baru-baru ini telah membuka program cohort ketiganya.

Cohort merupakan program untuk mendorong startup tahap awal terbaik yang terpilih dari program akselerator yang juga diadakan oleh Accelerating Asia lewat investasi atau suntik dana.

Cohort ketiga sendiri telah berlangsung sejak Agustus 2020 dan akan berakhir pada November 2020 dengan sebuah Demo Day virtual.

Craig Dixon selaku Co-Founder Accelerating Asia, mengatakan bahwa untuk program cohort ketiga, pihaknya telah mengevaluasi dan menerima 450 pendaftaran dari 25 negara dan memilih perusahaan-perusahaan untuk bergabung dengan tingkat penerimaan kurang dari 2% untuk program ini.

“Cohort kali ini merupakan cohort yang paling bertalenta dan terampil dalam hal traksi bisnis dan potensi mereka sebagai katalisator untuk perubahan positif di dalam lanskap pasca pandemi yang berubah cepat,” ujar Dixon.

Adapun startup yang terpilih untuk masuk ke dalam program cohort ketiga ini berjumlah delapan startup. Kedelapan startup tersebut di antaranya AskDr, Energy Lite, KaryaKarsa, Kinexcs, MyBrand, ProjectPro, Shuttle dan WeavAir.

Dari kedelapan startup tersebut, menariknya dua nama startup berasal dari Indonesia, yakni KaryaKarsa dan MyBrand.

Sebelum mengikuti program ini, kedua startup telah mengumpulkan pendanaan lebih dari 2,6 juta dolar Singapura dan mempekerjakan lebih dari 120 orang.

Baca Juga: Startupindonesia.co Gelar Webinar untuk Dukung Perkembangan Investor Startup di Tengah Pandemi

Investasi di Startup Meningkat

Lebih lanjut, ekosistem Asia saat ini menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang bertahap dari pandemi dengan tingkat investasi yang meningkat di sektor-sektor seperti agritech, e-commerce, fintech dan kesehatan, menciptakan tingkat optimisme menuju Q3 2020.

Menurut sebuah penelitian, startup di Asia Tenggara menggalang sedikitnya 2,8 miliar dolar AS di kuartal kedua tahun ini, hanya sedikit lebih rendah dari 2,9 miliar dolar AS di kuartal sebelumnya. Q2 menyaksikan sedikitnya 184 kesepakatan, naik 26 persen selama Q1, dan 63 persen selama kuartal kedua tahun lalu.

“Baru-baru ini, investasi semakin hangat di tingkat angel dan institusional karena negara-negara sedang melakukan reopening, dan ekonomi-ekonomi menggeliat kembali. Kami juga telah melihat traksi portofolio yang luar biasa bahkan selama masa yang sulit ini, dengan lima dari perusahaan-perusahaan portofolio alumni kami baru-baru ini menutup babak dengan investasi institusional,” papar Dixon.