Find Us On Social Media :

Masyarakat Indonesia Banyak Habiskan Waktu Belanja Online Selama PSBB

By Rafki Fachrizal, Jumat, 18 September 2020 | 10:45 WIB

Ilustrasi Belanja Online

Situasi pandemi COVID-19 yang masih terus menunjukkan peningkatan korban membuat Pemerintah DKI Jakarta kembali memberlakukan kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

Aturan tersebut diberlakukan guna menekan penyebaran COVID-19 yang masih terjadi hingga saat ini.

Mengenai PSBB sendiri, laporan terbaru AppsFlyer mengungkapkan bahwa masyarakat Indonesia banyak menghabiskan waktu untuk belanja online selama masa PSBB.

Dalam laporan bertajuk “The State of Shopping App Marketing 2020 Edition” tersebut, tingkat sesi in-app (waktu yang dihabiskan user dalam satu aplikasi) untuk kategori e-commerce dan shopping tercatat meningkat hingga 70 persen pada periode Februari-Juni 2020, yang bertepatan dengan diberlakukannya kebijakan PSBB di Indonesia.

Laporan ini juga menyoroti pandemi COVID-19 yang menjadi faktor terbesar peningkatan App Install Ad Spend di kawasan Asia Pasifik yang mencapai nilai US$800 Juta pada semester pertama tahun 2020.

Ronen Mense, Managing Director dan President AppsFlyer APAC mengatakan, “Pandemi global memicu banyak konsumen yang menghabiskan waktu dan uang mereka di aplikasi belanja. Walaupun dibayangi situasi resesi ekonomi dengan meningkatnya tingkat pengangguran, konsumen di seluruh dunia cenderung mengurangi kunjungan langsung ke pusat perbelanjaan dan toko. Mereka semakin beralih ke metode belanja online khususnya lewat perangkat mobile.”

Lebih lanjut, perhitungan laporan ini sendiri meliputi 750 aplikasi Shopping, e-commerce dan marketplace, 1,5 miliar penginstalan non-organik serta 9 miliar konversi retargeting di 80 miliar sesi, yang mana memberikan informasi mendalam tentang tren utama dari bulan Januari 2019 hingga akhir Juni 2020.

Mense menambahkan tahun 2020 ini menjadi sangat penting bagi para marketer untuk menyiapkan strategi khusus dan memastikan konsumen dapat mencari, menemukan dan berbelanja dalam aplikasi mereka daripada beralih ke alternatif lain.

“Dari segi penyampaian pesan juga harus diperhatikan karena perlu adanya keseimbangan antara rasa empati dan kesenangan berbelanja, pada saat yang bersamaan,” katanya.

“Di Asia Pasifik, permintaan terhadap aplikasi e-commerce dan shopping melonjak selama periode lockdown. Di Indonesia sendiri, rata-rata terdapat enam pembelanjaan per pengguna aplikasi shopping pada bulan April 2020. Kami memperkirakan angka ini akan terus meningkat dengan periode 11.11 pada bulan November mendatang dan musim liburan pada bulan Desember dan Januari,” tambah Mense.

Baca Juga: Telkom Tutup Ecommerce Blanja.com, Begini Cara Tarik Dana Saldonya

Selama paruh pertama tahun ini dan di tengah periode lockdown karena pandemi COVID-19 yang melanda, kawasan Asia Pasifik mengalami pertumbuhan interaksi online di mana para marketer melihat adanya peningkatan dalam aktivitas retargeting dan user acquisition.

Di Indonesia sendiri, para pengguna Android mengalami lonjakan angka konversi retargeting sebesar 2,3x antara bulan Januari 2019 (3,5%) hingga Juni 2020 (7,9%) dan konversi retargeting sebesar 50% antara Januari dan Februari 2020.

Puncak lonjakan konversi retargeting terjadi pada bulan Mei (8,1%) – Juni (7,9%) yang melampaui periode Q4 sebesar 36%.

Indonesia mengalami penurunan penginstalan non-organik sebesar 40% antara bulan Oktober 2019 (6,2%) dan Januari (3,7%).

Akan tetapi, terdapat kenaikan yang lambat menjelang bulan April (4,4%) namun kemudian meningkat cukup drastis 15% pada bulan Mei (5,7%).

Pandemi COVID-19 secara keseluruhan juga telah mendorong pertumbuhan aplikasi di Asia Pasifik yang terlihat dari naiknya minat di aplikasi shopping, di mana biasanya digunakan para pelanggan untuk membeli produk atau sekedar ‘window shop’.

Sebelum pandemi terjadi, di Asia Pasifik terdapat pertumbuhan sebesar 28% di angka sesi in-app, antara bulan Juli 2019 (5%) dan Desember 2019 (6,4%).

Sama halnya dengan Indonesia yang mengalami lonjakan sesi user sebesar 70% selama periode wacana pemberlakuan PSBB pada bulan Februari 2020 (5,2%) hingga Ramadan pada Mei 2020 (9,1%) yang membuat lebih banyak orang berbelanja untuk keluarga mereka.

Angka ini berkurang ke 8,1% pada Juni 2020 ketika Indonesia memasuki periode PSBB transisi.

Kemudian, antara bulan Juli 2019 hingga November 2019, laporan ini juga menunjukan naiknya penginstalan aplikasi e-commerce sebesar 17% selama musim liburan di Asia Pasifik, dengan penginstalan aplikasi shopping umum lebih diminati dibandingkan dengan aplikasi marketplace.

Selama periode 11.11 pada bulan November 2019, Indonesia mengalami rata-rata pembelian per user di aplikasi shopping tumbuh sebesar 40% antara bulan September (4,10) dan November 2019 (5,77).

Pertumbuhan lanjutan diharapkan terjadi selama festival belanja online 11.11 pada November 2020, ketika pada periode yang sama tahun lalu aplikasi e-commerce dan shopping juga mencapai puncak permintaan tertinggi.

Baca Juga: Alasan Apa Saja yang Membuat Agnez Mo Menyukai Belanja Online