Find Us On Social Media :

Lima Contoh Penerapan Artificial Intelligence di Industri Musik

By Liana Threestayanti, Kamis, 19 Agustus 2021 | 20:00 WIB

Ilustrasi lima contoh penerapan AI di industri musik.

Artificial Intelligence (AI) terus menciptakan terobosan-terobosan yang tak terbayangkan sebelumnya. AI memengaruhi aktivitas kita di berbagai aspek kehidupan. Inilah 5 contoh Artificial Intelligence di industri musik.

Namun oleh kebanyakan orang, peran Artificial Intelligence lebih sering diasosiasikan dengan mobil swakemudi dan robot swatantra (autonomous robot). Padahal contoh penerapan AI sudah merambah ke berbagai sektor industri dan bisnis, termasuk ke industri musik.

Salah satu contoh penerapan AI di bidang ini adalah rekomendasi musik atau lagu yang lebih personal. Algoritme machine learning (salah satu cabang AI) secara diam-diam disematkan pada pengalaman kita mendengarkan musik dan lagu. Tak hanya memberikan rekomendasi, contoh penerapan AI juga bisa ditemukan pada bidang lain di industri musik.

Baca juga: Apa itu Artificial Intelligence? Mari Belajar dari Petunjuk Toilet ini

Baca juga: Apa Itu Artificial Intelligence, Machine Learning, dan Deep Learning?

Memberikan Rekomendasi

Kesuksesan di industri musik dulu selalu diasosasikan dengan tur, jumlah keping CD yang terjual, dan tangga lagu. Seiring digitalisasi di segala bidang, tolok ukur itu pun berubah. Ada cara baru untuk menakar kesuksesan di industri musik, yaitu menggunakan data.

Bagi platform streaming Spotify yang memiliki 286 juta pengguna aktif dan menguasai 40% pangsa pasar streaming musik global, data adalah faktor penting kesuksesannya. Data adalah "bahan bakar" yang menenagai layanan rekomendasi yang menjadi keunggulan Spotify dibanding para kompetitornya. 

Misalnya, setiap hari Senin, semua pengguna Spotify akan menemukan playlist ‘Discover Weekly’. Berisi 30 lagu, playlist ini secara khusus dipilih untuk setiap pengguna. Tingkat personalisasi yang tinggi bisa dicapai Spotify karena perusahaan yang digawangi Daniel Ek ini mengakuisisi sedikitnya 6 perusahaan yang memiliki kompetensi di bidang sistem rekomendasi musik dan machine learning, di antaranya Niland, Sonalytic, Seed Scientific, dan The Echo Nest, seperti diwartakan situs web becominghuman.ai. 

Spotify mengombinasikan tiga model berbasis AI untuk memberikan rekomendasi kepada para penggunanya: 

Collaborative modeling: model machine learning secara konstan menganalisis jenis musik yang disukai pengguna dengan mengevaluasi tindakan-tindakan pengguna terhadap lagu-lagu tertentu. Algoritme akan mempertimbangkan lagu-lagu yang diputarulang, ditambahkan pengguna ke playlist, dan sebagainya. Kemudian Spotify akan membandingkan preferensi satu pengguna dengan pengguna lain, mencari kesamaan selera di antara pengguna, laku merekomendasikan lagu yang disukai  satu pengguna ke pengguna lain dengan preferensi yang sama. 

- Natural Language Processing: setelah memindai metadata dari satu track, model NLP dari Spotify memindai ribuan artikel, forum, postingan di blog, dan diskusi tentang album atau lagu di internet. Algoritme akan menganalisis bahasa yang digunakan orang-orang untuk mendeskripsikan lagu tersebut dan mencocokannya dengan lagu-lagu lain yang didiskusikan dengan cara yang sama.