Find Us On Social Media :

Ini Kata Wamendag RI Soal Tantangan dan Peluang UMKM di Dunia Digital

By Rafki Fachrizal, Senin, 20 Juni 2022 | 13:15 WIB

Digitalisasi Pedagang Pasar dan UMKM

Wamendag RI (Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia), Jerry Sambuaga, mengungkapkan bahwa ada tiga tantangan yang dihadapi pemerintah terkait dengan digitalisasi pedagang pasar dan UMKM.

Tantangan yang pertama adalah infrastruktur. Dijelaskan Jerry, teknologi pembayaran nontunai atau cashless sudah digaungkan pemerintah sebelumnya, namun teknologi ini tidak akan efektif digunakan jika tidak ada jaringan internet.

“Tugas pemerintah adalah untuk memastikan ketersedian infrastruktur ini tersedia mulai dari pasar tradisional hingga pasar modern,” cetus Jerry dalam Live Instagram bersama startup Titipku yang mengangkat topik “Peluang UMKM dan Pasar di Dunia Digital”, pada Jumat (17/6/22).

Tantangan yang kedua terkait literasi dan sosialisasi. Jerry mengatakan bahwa publik harus tahu tentang apa itu digitalisasi yang selama ini digaungkan oleh pemerintah.

“Merespons tantangan ini, kami di Kementerian Perdagangan selalu siap untuk mensosialisasikan dan meliterasi publik tentang digitalisasi,” tutur Jerry.

Tantangan yang ketiga yaitu terkait dengan kesempatan untuk para UMKM go digital. Tantangan ini mencakup adanya sarana atau platform untuk mereka bisa masuk dan mendigitalisasi dagangannya.

Merespons ketiga tantangan tersebut, Chief Executive Officer Titipku, Henri Suhardja, yang juga menjadi pembicara dalam Live Instagram tersebut, mengatakan bahwa Titipku bisa menjadi solusi dari tantangan ketiga.

"Titipku bisa menjadi solusi dengan memberi tempat bagi para pedagang untuk menjual produknya di dunia online,” ungkap Henri.

Henri menambahkan, bahwa proses digitalisasi pedagang di aplikasi Titipku itu terbilang mudah.

“Kita punya tim khusus yang turun ke pasar dan mengedukasi para pedagang satu per satu soal digitalisasi dan benefit masuk ke Titipku. Mereka juga yang membantu para pedagang ini untuk memasukkan produk-produknya ke aplikasi Titipku,” ucapnya.

“Selain edukasi digitalisasi, Titipku juga punya edukasi berkelanjutan terkait pengembangan bisnis, mulai dari mengelola lapak secara online, cara mempromosikan pedagang di sosial media, hingga cara memfoto produk yang menarik,” tambah Henri.

Lebih lanjut, Henri mengatakan bahwa sejauh ini para pedagang diedukasi dengan cepat. “Adanya anggapan bahwa pedagang pasar yang sudah lanjut usia itu sulit diajari tentang digitalisasi itu salah. Kami sudah membuktikannya,” terang Henri.

Menanggapi pernyataan Henri, Jerry Sambuaga mengatakan bahwa Titipku dan pemerintah punya satu semangat yang sama untuk mendigitalisasi pedagang pasar dan UMKM.

“Kami sejak awal konsisten untuk mendukung UMKM. Saya berterima kasih ke Titipku yang punya komitmen yang sama dengan kami dalam membantu digitalisasi UMKM,” ujar Jerry.

Jerry mengatakan bahwa pemerintah terus berusaha menghubungkan para pedagang dengan penyedia platform seperti Titipku.

Menurutnya, dengan dihubungkan, pedagang jadi bisa mengenal platform belanja daring dengan lebih baik, lebih dekat dengan dunia digital, dan akhirnya mau untuk masuk dan berjualan secara digital.

Selain dikenalkan pada platform belanja daring, para pedagang juga dibekali dengan sosialisasi dan pendampingan tentang digitalisasi usaha.

“Hal ini diperlukan guna memastikan bahwa proses digitalisasi yang panjang ini dapat terealisasi dengan baik,” pungkas Jerry.

Baca Juga: Ini Cara Lazada Dongkrak UMKM di Jawa Tengah Jadi Melek Digital

Baca Juga: Lima Tips untuk UMKM Meningkatkan Omzet di E-commerce Tokopedia