Find Us On Social Media :

Bukan Harga, Inilah 3 Pertimbangan Anak Muda Sebelum Beli Smartphone

By Adam Rizal, Minggu, 8 Juli 2018 | 16:00 WIB

Kamera Huawei P20 Pro

Salah satu vendor asal China, Huawei memiliki strategi tersendiri dalam meningkatkan penjualan produk ponsel buatannya untuk menyasar konsumen kaum muda.

Strategi dimaksud adalah dengan menyerap kebutuhan konsumen melalui berbagai wawancara dan melakukan riset fitur-fitur smartphone yang digandrungi konsumen namun belum tersedia di ponsel merek lain.

Vice Presiden Huawei, Fang Fei menjelaskan, untuk menciptakan sebuah produk ponsel, pihaknya menyerap informasi dari konsumen, terutama kaum muda, yang mendatangi toko resmi Huawei.

"Visi kami adalah untuk kaum muda bisa menikmati teknologi kami, merasakan inovasi kami. Kami berharap generasi muda bisa menikmati smartphone teknologi tinggi," jelas Fei.

Tiga aspek Menurut Fei, ada beberapa aspek terkait smartphone yang saat ini sedang populer dan sangat disukai anak muda, yakni aspek desain, fotografi serta kemampuan video dan game.

Huawei menggarap tiga fungsi ponsel ini secara serius dengan melibatkan ahli. Misalnya, untuk desain, Huawei mempekerjakan desainer kelas dunia dari Paris Aesthtetic Center. Mereka dipandang memahami desain-desain yang sedang populer saat ini.

Misalnya, desain Nova 2i yang diluncurkan memiliki desain yang fashionable dan elegan. Warna yang membalut bagian belakang bodi adalah twilight atau lembayung. "Kami memiliki desain warna paling stylish dan dengan lengkungan sudut (curve) ponsel yang detail stylish. Saat hal itu dikomunikasikan, konsumen akan takjub," katanya.

Lalu fungsi lainnya adalah fotografi. Fei mengatakan, pihaknya menyisipkan teknologi kecerdasaran buatan alias artificial intelligence (AI) untuk smartphone flagship. Teknologi ini semacam perangkat lunak tambahan untuk mempercantik hasil fotografi. Kecerdasan buatan membuat ponsel "berpikir" untuk menciptakan hasil gambar terbaik.

Teknologi AI ini mampu membuat efek bokeh lebih baik. Lalu untuk fungsi game, Fei mengatakan, pihaknya menawarkan GPU terbaik yang mampu meningkatkan kinerja ponsel saat orang bermain game.

Fei mengatakan, pada 2017 Huawei sudah mengeluarkan dana sebesar 10,4 miliar euro untuk riset dan pengembangan. Investasi sebesar itu diklaim mampu membuat Huawei berkibar.

Bahkan, kata Fei, Huawei masuk ke peringkat 6 dunia dalam jumlah uang yang diinvestasikan dan mengalahkan Apple.

"Kami investasikan 10,4 miliar Euro pada 2017 dan ini mengalahkan Apple. Saya yakin di masa depan kami akan memiliki terobosan di telekomunikasi," kata Fei.

Investasi yang besar dalam R&D itu membuahkan hasil inovasi. Fei menyebutkan, Huawei mengajukan 2.398 paten dengan 74.000 inovasi ke Uni Eropa pada 2017. Jumlah paten tersebut diklaim membuat Huawei menjadi nomor satu di dunia dalam bidang paten.

Huawei, kata Fei, saat ini memiliki 14 R&D dan 36 Joint Innovation Center di seluruh dunia. Salah satunya berada di Beijing. Ketika ditanya apakah akan dibangun R&D di Indonesia, Fei mengatakan hal itu mungkin terjadi. Namun, hal itu tergantung keputusan para petinggi Huawei.

"Kami mungkin saja nanti mendirikan R&D di Indonesia. Tapi semua tergantung bos," kata Fei sambil tersenyum.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tiga Aspek Smartphone yang Digandrungi Anak Muda"