Find Us On Social Media :

Apa Itu Ransomware dan Enam Tips Agar Terhindar dari Ransomware

By Administrator, Minggu, 23 September 2018 | 21:13 WIB

Tips Menghindari Ransomware

Ransomware adalah malware atau software jahat yang memiliki tujuan memblokir data korban sehingga korban terpaksa membayar uang tebusan. Beberapa waktu lalu, ransomware Wannacry sempat menghebohkan dunia karena berhasil menginfeksi berbagai perusahaan di dunia dan menyebabkan kerugian yang tak sedikit.

Saat ini, ransomware memang bukan malware yang paling banyak menginfeksi pengguna komputer (posisinya sudah digantikan oleh Adware dan Miner). Namun seperti jambret yang marak terjadi di Indonesia, ransomware akan menyebabkan korbannya mengalami trauma dan kerugian yang signifikan.

Jika korban jambret kehilangan harta benda dan waswas menggunakan fasilitas umum, korban ransomware mengalami kerugian kehilangan harta benda digitalnya dan rasa was-was menggunakan internet.

Di bawah ini penulis memberikan tips jitu yang didapatkan dari pengalaman melindungi ratusan ribu pengguna komputer. Jika tips ini dijalankan dengan baik dan disiplin, ransomware akan sulit sekali menginfeksi komputer Anda. Sekalipun berhasil menginfeksi, kerugian yang Anda alami akan minimal.

Tips ini dibagi menjadi dua tips esensial dan ahli. Dalam artikel ini, akan penulis sampaikan tips esensial dapat dijalankan oleh pengguna komputer awam.

Tips 1: Backup Data

Harta paling berharga di dunia digital adalah data. Karena itu tips pertama dan paling utama adalah melindungi data Anda. Pasalnya jika berhasil dienkripsi oleh ransomware,  data tersebut akan dijadikan sandera. Karena itu cara yang paling jitu untuk melindungi data dari bahaya ransomware adalah “backup”.

Kategorikan data dalam tiga kelompok, yakni statis, semi-statis alias berubah tetapi satu arah serta bertambah terus, dan dinamis. Untuk setiap kelompok data tersebut, strateginya berbeda.

Data Statis. Untuk data statis seperti aplikasi, lagu, film, dan game yang jumlahnya banyak dan berukuran besar, prose backup akan memakan banyak waktu. Untuk data seperti ini, Anda sebenarnya tidak perlu backup berulang karena Anda dapat menginstal ulang dan menyalin kembali dari sumber lain sekalipun dienkripsi ransomware.

Namun jangan lupa ada data pribadi dari game, serial number, dan kredensial dari data statis ini. Untuk data seperti itu, sebaiknya disimpan terpisah dan diperlakukan seperti data dinamis.

Data Semi-statis. Untuk data semi-statis seperti foto dan video pribadi, saat terkena ransomware atau hilang akan mustahil untuk didapatkan kembali. Namun karena sifatnya yang tidak dinamis dan hanya akan bertambah terus seiring berjalannya waktu, Anda hanya perlu melakukan backup satu kali secara periodik. Data seperti ini sebaiknya disimpan secara teratur dalam media statis seperti DVD-ROM.

Data Dinamis. Untuk data dinamis seperti data pekerjaan kantor, proyek, skripsi, database, laporan keuangan, dan sejenisnya, perlu mendapatkan perhatian khusus. Saran penulis, Anda sebaiknya bisa menyimpan data ini pada penyedia cloud seperti Dropbox, Google Drive, dan OneDrive.