Akhirnya Meta memperkenalkan Meta Verified yang memungkinkan pengguna mendapatkan label verifikasi atau centang biru seperti yang ada di Twitter.
Sebelumnya, Twitter juga memperkenalkan layanan berbayar Twitter Blue yang memungkinkan pengguna mendapatkan centang biru atau label verivikasis secara gratis.
Meta resmi membuka daftar tunggu untuk pengguna Facebook dan Instagram yang ingin bergabung ke layanan verifikasi berbayar seperti dilansir Mashable.
Biaya langganan Meta Verified senilai USD11,99 atau Rp170 ribu per bulan melalui web. Jika berlangganan melalui perangkat iOS, maka akan dikenakan biaya USD14,99 atau Rp200 ribu per bulan.
Namun, jika pengguna ingin mendaftar di akun Facebook dan Instagram, maka harus membayar USD23,99 atau Rp351 ribu per bulan lewat web atau USD29,99 atau Rp442 ribu di iOS.
Meta mendeskripsikan tanda centang biru pada platformnya adalah alat untuk membantu orang menemukan akun asli tokoh publik dan menjadi alat untuk membantu orang menemukan akun asli orang dan merek.
"Jika sebuah akun memiliki lencana terverifikasi, kami mengonfirmasi bahwa akun tersebut mewakili siapa yang dikatakannya. Lencana terverifikasi bukanlah simbol untuk menunjukkan kepentingan, otoritas, atau keahlian materi pelajaran," katanya
"Kami tidak menggunakan lencana terverifikasi untuk mendukung atau mengenali tokoh publik atau merek," tulisnya.
Harga Layanan Centang Biru
Twitter resmi meluncurkan layanan premium Blue ke Indonesia, India, dan Brasil. Harga layanan Twitter Blue versi web senilaiRp 120 ribu per bulan atau Rp1,2 - 1,4 juta per tahun.
Twitter memastikan pengguna harus merogoh kocek lebih mendalam untuk berlangganan Twitter Blue versi aplikasi mobile.
Pengguna Android dan iPhone harus membayar Rp 165 ribu per bulan untuk langganan Twitter Blue.
Pengguna aplikasi Twitter Blue di smartphone memang dikenakan tarif lebih mahal dibandingkan Twitter versi web.
Alasannya, biaya transaksi di toko aplikasi Apple App Store dan Google Play Store lebih mahal hingga 30 persen.
Twitter Blue merupakan layanan premium dari media sosial berlambang burung biru itu. Dengan membayar biaya bulanan, pengguna bisa mendapatkan centang biru di akunnya, fitur edit twit, upload video durasi lama dan HD, hingga sedikit iklan.
Potensi Iklan
Hal tersebut segera saja menjadi perbincangan dan perdebatan di Twitter. Pasalnya dengan berlangganan seharga 7.99 USD per bulan atau sekitar Rp 125.000, pengguna Twitter Blue akan mendapatkan centang biru penanda akun terverifikasi serta beberapa fitur lain, seperti bisa memposting video dengan durasi yang lebih panjang, tweet akan diprioritaskan, dan akan lebih sedikit melihat ads dibanding pengguna biasa.
Saat ini, Twitter Blue yang baru tersedia di Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Selandia Baru, mulai dicoba oleh beberapa pengguna. Namun sayangnya, beberapa fitur premium yang dijanjikan masih belum bisa digunakan dan dilabeli dengan “Coming Soon”. Sementara, centang biru pengguna Twitter Blue akan memiliki penjelasan bahwa pengguna tersebut memiliki akun terverifikasi karena berlangganan Twitter Blue.
Para pengguna Twitter dengan akun terverifikasi atau yang memutuskan untuk berlangganan Twitter Blue, rata-rata berasal dari kalangan pebisnis dan influencer yang membutuhkan Twitter sebagai strategi marketing mereka. Baik untuk bisnis maupun personal branding.
Meskipun terhitung sebagai media sosial yang memiliki angka rendah dalam jumlah pengguna aktif dibandingkan dengan platform media sosial lain, Twitter tetap merupakan media yang powerful dan influential. Twitter saat ini masih menduduki peringkat 5 media sosial yang paling banyak digunakan di dunia dengan lebih dari 206 juta pengguna aktif.
Dikutip dari Forbes, sebagian besar dari pengguna aktif Twitter, yaitu sekitar 93%, mengikuti akun media sosial brand yang mereka gunakan atau brand yang memiliki konten menarik. Sehingga, Twitter pun menjadi media sosial yang cukup banyak dimanfaatkan sebagai strategi marketing.
Kekhasan Twitter ada pada tweet yang bisa digunakan untuk membagikan kisah dalam 280 karakter dan berkelanjutan menggunakan thread yang dilengkapi foto dan video maupun animated gif. Strategi marketing dengan telling stories akan menarik perhatian pengguna Twitter.
Memaksimalkan Twitter Marketing dengan Fitur-Fitur Baru
Saat ini, Twitter sudah semakin mengembangkan fitur-fitur yang dimiliki. Seperti mengizinkan pengguna untuk memposting foto dan video dalam satu tweet yang sama, serta munculnya fitur-fitur baru yang bisa dimaksimalkan sebagai channel marketing. Antara lain dengan berdiskusi melalui audio dan membentuk komunitas lewat fitur Twitter Spaces dan Communities.
Dilansir dari blog Niagahoster, Twitter Spaces dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh bisnis. Yaitu dengan membuat event talkshow atau diskusi dengan tema menarik dan relate dengan bisnis. Dari kegiatan tersebut, ada banyak hal yang bisa didapatkan oleh sebuah brand atau bisnis. Antara lain untuk meningkatkan reputasi brand, menambah wawasan dan insight bisnis bagi orang-orang yang masih awam, dan brand bisa mendapatkan feedback secara langsung mengenai produk atau layanan dari para pelanggan maupun calon pelanggan.
Twitter juga menyediakan fitur ads yang dapat digunakan sebagai channel marketing. Twitter Ads menjadi solusi cepat jika brand atau bisnis sudah memiliki target marketing. Dikutip dari blog Niagahoster, brand bisa menargetkan ke pengguna Twitter dengan minat dan perilaku digital yang spesifik. Untuk hasil yang lebih maksimal, bisa juga menghubungkan Twitter Ads dengan URL website bisnis agar marketing lebih efektif.
Gunakan layanan web hosting yang terpercaya untuk membuat website bisnis maupun landing page. Niagahoster, misalnya, yang memiliki berbagai fitur yang memastikan performa website selalu optimal dan up to date.
Ketika nanti fitur Twitter Blue tersedia di Indonesia, brand atau bisnis juga bisa mempertimbangkan untuk berlangganan demi experience dan marketing yang lebih maksimal. Terutama jika tidak keberatan untuk menambah pengeluaran sekitar Rp 125.000 per bulan.
Source | : | MASHABLE |
Penulis | : | Adam Rizal |
Editor | : | Adam Rizal |
KOMENTAR