Tags Posts tagged with "dell"

dell

Amit Midha (President, Commercial Business, Asia Pacific and Japan, Dell EMC, kanan) saat berdiskusi dengan Yansen Kamto (CEO and Founder KIBAR, tengah) dan Catherine Lian (Managing Director, Dell EMC Indonesia) pada Dell EMC Forum 2017 yang berlangsung di Jakarta beberapa waktu lalu. (Dok Dell EMC)

Menurut Dell Technologies, pada tahun 2030 nanti, semua perusahaan akan menjadi organisasi teknologi. Oleh karena itu, seluruh perusahaan yang ada saat ini harus mempersiapkan dirinya menyosong tahun 2030 tersebut agar nantinya bisa tetap relevan. Nah, melalui Dell EMC Forum 2017 di Jakarta beberapa waktu lalu, Dell EMC yang merupakan divisi dari Dell Technologies, menegaskan kesiapannya membantu para perusahaan itu dalam menyosong era transformasi digital baru ini.

“Kami menjanjikan para konsumen kami bahwa kami bisa pergi dalam sebuah perjalanan dengan mereka untuk membantu menciptakan, untuk membantu merealisasikan masa depan digital mereka yang akan menguntungkan, makmur, aman, dan memberikan kelebihan untuk mereka, warga mereka, dan organisasi mereka,” ujar Amit Midha (President, Commercial Business, Asia Pacific and Japan, Dell EMC).

Ada empat topik utama pada Dell EMC Forum 2017 ini. Yang pertama tentu adalah digital transformation. Namun digital transformation ini diyakini oleh Dell EMC tidak dapat berdiri sendiri. Agar digital transformation tersebut bisa berhasil, Dell EMC menilai diperlukan pula IT transformation, workforce transformation, dan security transformation.

IT transformation adalah transformasi dari infrastruktur TI yang digunakan. IT transformation diperlukan agar infrastruktur TI siap untuk mendukung aplikasi generasi berikutnya.

Workforce transformation antara lain disebabkan kaum millennial yang sangat melek TI. Perusahaan harus bisa menyediakan “alat kerja” dan tempat kerja yang sesuai dengan tenaga kerja yang melek TI ini. Perusahaan juga harus bisa memberdayakan tenaga kerja yang dimiliki dengan teknologi terbaru agar mendapatkan keuntungan strategis.

Sementara transformasi yang terakhir, security transformation, diperlukan karena makin meningkatnya ancaman keamanan yang mengintai. Kemanan tidak lagi hanya tersedia di data center, melainkan juga harus dimulai dari endpoint, dan tentunya juga jaringan. Dengan kata lain harus menyeluruh.

Dell EMC menawarkan solusi yang lengkap untuk membantu konsumennya dalam melakukan digital transformation tersebut. Dan sejalan dengan hal ini, sesuai pula dengan keyakinan Dell EMC tadi, mereka juga menawarkan solusi yang lengkap untuk membantu konsumennya melakukan IT transformation, workforce transformation, maupun security transformation.

Selain itu, pada acara yang bertema Realize itu, Dell EMC juga menyebutkan bahwa pada tahun 2030 nanti, manusia akan menjadi konduktor digital. Pasalnya manusia akan menjadi konduktor dari aneka teknologi yang ada untuk membantu kehidupan manusia tersebut, misalnya dalam pekerjaan dan dalam bersosialisasi dengan sesama.

Era baru kemitraan antara manusia dan mesin ini juga tidak hanya membuat manusia menjadi konduktor digital. Manusia juga harus belajar berbagai hal baru, termasuk keterampilan baru, berhubung laju perubahan sangat cepat. Artificial intelligence misalnya bisa menggantikan tugas tertentu yang sebelumnya dilakukan manusia. Namun laju perubahan yang cepat tersebut juga akan membuka aneka peluang baru. Diperkirakan 85% pekerjaan di tahun 2030 belum ada saat ini.

“Kolaborasi ini akan menjadi kerjasama yang saling menguntungkan, dimana mesin menghadirkan kecepatan, otomatisasi, dan efisiensi yang lebih baik, serta manusia memberikan kemampuan penilaian, kreativitas, dan pemecahan masalah,” imbuh Amit Midha.

 

www.cnet.com

Guna memenuhi kebutuhan komputasi modern, khususnya pebisnis yang aktif, Dell meluncurkan perangkat 2 in 1 melalui seri XPS 12 9250. Hadir dengan spesifikasi teranyar, perangkat ini bisa pula difungsikan sebagai komputer tablet. Bahkan jika melihat bentuknya, seri ini bisa dibilang merupakan komputer tablet berbasis Windows yang bisa berubah fungsi menjadi notebook.

Perangkat ini mengedepankan keunggulan berupa layar yang memiliki resolusi Ultra HD 3.840 x 2.160 pixel yang populer dengan sebutan 4K. Dengan dukungan teknologi panel IGZO IPS, layarnya menghadirkan kualitas yang cukup baik. Gambar dan warnanya terlihat tajam dan cerah. Anda yang hobi menonton film akan disuguhi tampilan yang nyaman di mata. Namun imbasnya, pandangan Anda bisa terganggu saat perangkat 2 in 1 ini digunakan dalam kondisi tertentu. Pasalnya, layar ini mudah memantulkan cahaya dari lampu atau sumber cahaya lainnya yang ada di sekitarnya.

Karena fungsi utamanya sebagai komputer tablet, segala konektivitas berada di sisi komputer tablet dan bukannya pada bagian keyboard. Perangkat ini menyediakan konektivitas yang terbilang sedikit. Kami hanya menjumpai dua port Thunderbolt 3 dengan USB Type-C-nya, selot micro-SD, port audio, serta tombol pengaturan volume pada sisi kiri. Pada sisi kanan hanya tersedia tombol power. Absennya port USB Standard-A tentu agak merepotkan. Ini karena perangkat tambahan seperti mouse, USB flash disk, atau hard disk eksternal USB saat ini masih menggunakan port tersebut. Sebagai solusi, paketnya menyertakan satu kabel konverter ke USB Standard-A.

Jika ingin menjadikannya sebuah notebook, Anda tinggal menancapkan komputer tablet ke docking yang menyatu dengan keyboard. Untuk lebih memantapkan posisi, landasan docking menggunakan bahan magnet sehingga komputer tablet langsung menempel pada posisinya. Di satu sisi, hal ini memudahkan pemasangan. Namun di sisi lain, cara ini masih terasa kurang mantap. Ini karena komputer tablet masih mudah terlepas dari landasan magnetnya. Lapisan docking-nya menggunakan lapisan dengan material berpola, sedangkan pada keyboard tidak terdapat fungsi tambahan lain sehingga memiliki dimensi yang sangat tipis. Tombol-tombolnya telah dilengkapi dengan backlight yang sangat membantu Anda saat mengetik dalam kondisi cahaya kurang.

Dari sisi kinerja, perangkat ini sudah mencukupi untuk memenuhi kebutuhan komputasi terkini. Bahkan, dukungan layar 4K akan memudahkan Anda saat menjalankan aplikasi yang membutuhkan ruang desktop lebar. Sebagai komputer tablet, fungsi layar sentuhnya pun cukup responsif dan sudah mendukung sepuluh titik sentuhan secara bersamaan. Ini memang biasa disematkan pada layar sentuh untuk smartphone atau komputer tablet terkini, agar fungsinya makin luas pada beberapa aplikasi khusus.

Perangkat ini dilengkapi dengan sistem operasi Windows 10 Home Single Language 64 bit. Asyiknya, jika Anda sedang menggunakannya sebagai komputer tablet dan memasang keyboard untuk difungsikan sebagai notebook, sistem otomatis akan berpindah dari versi mobile ke versi desktop.

Mudah Dilepas
Landasan docking pada keyboard cover dilengkapi dengan magnet sehingga komputer tablet bisa langsung dilepas dengan mudah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tajam dan Kuat
Selain menggunakan teknologi panel IGZO IPS, layarnya juga telah dilapisi pelindung Gorilla Glass 4. Ini membuatnya lebih tahan terhadap goresan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Thunderbolt 3
Koneksi yang tersedia cukup minim. Untungnya, port Thunderbolt 3 bisa digunakan untuk menghubungkannya ke perangkat dengan koneksi USB Standard-A. Ini berkat adanya kabel adapter yang tersedia pada paketnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penyangga
Cover berfungsi sebagai penyangga saat digunakan sebagai notebook. Cover ini menyatu dengan keyboard.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Spesifikasi
Prosesor Intel Core seri M memang dikhususkan bagi perangkat mobile 2 in 1. Prosesor ini menawarkan kinerja dan konsumsi daya yang optimal untuk keperluan tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hasil uji

PengujianDell XPS 12 2-in-1
3DMark Pro Edition 2.2.3509 – Fire Strike411
3DMark Pro Edition 2.2.3509 – Cloud Gate3334
3DMark Pro Edition 2.2.3509 – Ice Storm25925
PCMark 8 Pro Edition 2.7.613 – Home Accelerated2339
PCMark 8 Pro Edition 2.7.613 – Creative Accelerated3033
PCMark 8 Pro Edition 2.7.613 – Work Accelerated3021
SiSoft Sandra 2016.SP1 – Aggregate Arithmetic27 GOPS
SiSoft Sandra 2016.SP1 – Aggregate Multimedia75,37 Mpix/s
SiSoft Sandra 2016.SP1 – Aggregate Memory16,64 GB/s
Cinebench R15.038 – CPU172 cb
Aliens vs Predator Benchmark 1.03 (1.366 x 768 pixel)12 fps
Transcoding video (HandBrake 1.0.1 – 64bit)*3 menit 4 detik
Transcoding audio (Lame Front-End 1.8)*1 menit 52 detik
Memutar video full HD (Battery Meter)**1 jam 51 detik
PCMark 8 Pro Edition 2.7.613 – Work Accelerated (Battery life)**2 jam 17 menit

*lebih cepat lebih baik, **lebih lama lebih baik

Plus: Desain komputer tablet yang menawan, layar 4K, tampilan layar tajam dan layar sudah dilapisi Gorilla Glass, bobot ringan, kualitas suara bagus.

Minus: Daya tahan baterai kurang lama, konektivitas minim, pena stylus opsional.

SpesifikasiDell XPS 12 2-in-1
ProsesorIntel Core m5-6Y57 (dual core HT 1,1 GHz, turbo 2,8 GHz)
RAM8 GB DDR3-1600
ChipsetTerintegrasi pada prosesor
Kartu grafisIntel HD Graphics 515
Media simpanSSD 256 GB SATA 6 Gbps
FasilitasBluetooth 4.1, Wi-Fi IEEE 802.11ac, Thunderbolt 3 (2), micro-SD, webcam 8 MP, audio oleh MaxxAudio
Layar12,5″ 3.840 x 2.160 pixel, sentuh sampai 10 jari
AudioRealtek ALC298
Sistem operasiWindows 10 Home Single Language 64 bit
Baterai30 Wh
Dimensi/bobot29,1 x 19,8 x (1,6 - 2,5) cm/(0,79 - 1,27) kg
Garansi1 tahun
Situswww.dell.com/id
Harga (mulai dari)*Rp21.499.000

Ilustrasi peternakan sapi Chitale Dairy.

Maharashtra yang terletak di sebelah barat India mungkin menjadi tempat terakhir yang bakal dilirik ketika berbicara tentang implementasi teknologi terkini. Namun, siapa menyangka kalau negara bagian kedua terpadat penduduknya di India itu sukses menerapkan inisiatif berbasis cloud “Cows to Cloud” dan meraih manfaat berupa peningkatan kualitas ternak dan produksi susu?

Cerita kesuksesan itu datang dari Chitale Dairy, sebuah pabrik penghasil susu yang berlokasi di Palus, sebuah kota kecil di jantung Maharashtra. Menghasilkan 400 ribu liter susu per hari dan aneka produk olahan susu sapi, seperti cream, mentega, dan yogurt, peternakan milik keluarga Chitale ini menjadi basis bagi pasar produk-produk susu dan olahannya di Maharashtra.

Chitale Dairy mengelola sekitar 200 ribu ekor sapi. Namun dari jumlah itu, hanya seribu ekor yang ada di lingkungan peternakan. Sisanya dimiliki dan dipelihara di 10 ribu peternakan kecil yang tersebar di Maharashtra dan dikelola secara remote oleh Chitale Dairy.

Peternak tradisional pada umumnya memelihara hewan ternak di tanah miliknya dan sulit memperoleh akses informasi kesehatan ternak. Hal tersebut berpengaruh pada produksi dan kualitas susu sapi yang rendah, pengembangbiakan serta pengelolaan kesehatan hewan ternak yang kurang baik.

Padahal, jika dapat meningkatkan kesehatan hewan ternaknya, para petani dapat memperoleh susu yang lebih berkualitas dengan jumlah yang lebih banyak. Sapi yang lebih produktif akan memampukan para petani mengoptimalkan penggunaan lahan ternaknya. Mereka tidak perlu memelihara sapi dalam jumlah besar untuk meningkatkan produksi susu.

Ketika lahan peternakan bisa dioptimalkan, petani berpeluang memperoleh pendapatan tambahan dengan menanam tanaman pangan di lahan yang tersisa. Dengan pendapatan tambahan ini, para peternak dapa membiayai pendidikan anaknya. Berbekal pendidikan yang lebih baik, generasi muda di Maharashtra akan mendapat berbagai peluang baru.

Padukan Cloud dan SMS

Penerapan teknologi dalam bisnis ternak sebenarnya bukan hal baru bagi Chitale Dairy. Komputerisasi pertama kali diperkenalkan di lingkungan peternakan pada tahun 1984 oleh ayah dari dari Vishwas Chitale (CEO, CTO Chitale Dairy) dan manfaat nyatanya langsung dirasakan.

Untuk meningkatkan produksi susu dan kualitas ternak, Chitale Dairy dan para peternak satelitnya membutuhkan data, terutama data kesehatan setiap hewan ternak. Untuk itu, Chitale berupaya memberi kemudahan bagi para peternak untuk mengakses data tersebut melalui cloud.

Kemudahan akses ini dikemas dalam sebuah program yang diberi nama “Cows to Cloud”. Chitale Dairy memanfaatkan komputasi awan untuk memberi notifikasi tentang kesehatan dan potensi pengembangbiakan hewan ternak kepada para peternak di seluruh kawasan Maharashtra.

Petugas memeriksa data sapi-sapi di peternakan yang dikelola Chitale Dairy.

Bagaimana data tentang kondisi sapi dapat disimpan di cloud? Untuk mengoneksikan sapi ke cloud, Chitale Dairy memasang tag Radio-Frequency Identification (RFID) pada setiap hewan ternak. Setidaknya ada lebih dari 50 ribu ekor sapi milik para peternak satelit yang dipasangi tag RFID.

Data dari setiap ekor sapi, misalnya profil darah dan genetis, kebutuhan nutrisi, dan produksi susu, dikumpulkan dan dikirimkan setiap harinya secara otomatis ke data center milik Chitale Dairy. Data-data tersebut akan diolah dan diinterpretasikan oleh para ahli ternak dan dokter hewan di kantor pusat Chitale Dairy. Selanjutnya, informasi tentang kesehatan, pakan, dan pengembangbiakan ternak dikomunikasikan kepada para peternak.

Nah uniknya, salah satu ujung tombak dari teknologi cloud itu adalah short messaging system (SMS). Berbagai informasi tentang kondisi hewan ternak tersebut disampaikan ke peternak yang jumlahnya ribuan melalui pesan SMS. Peternak yang memiliki hanya lima maupun seratus ekor sapi sama-sama dapat mengakses informasi kesehatan hewan peliharaannya melalui situs web, SMS, atau menelepon langsung ke call center Chitale Dairy.

“Sangat efektif biaya dan mudah,” ujar Vishwas Chitale mengomentari pemanfaatan teknologi SMS dalam program Cows to Cloud ini. Setiap peternak memiliki telepon seluler. SMS karena itu adalah teknologi messaging paling sederhana yang pasti terpasang di telepon genggam.

Menurut Vishwas, cloud computing digunakan untuk membantu Chitale Dairy melakukan scaling terhadap sumber daya komputasi agar dapat menjangkau lebih banyak peternak. “Konsep ‘Cows to Cloud’ dicetuskan, di mana informasi dari setiap ekor sapi dapat tersedia di cloud dan dapat diakses melalui web maupun SMS oleh para peternak kami,” imbuhnya.

Di balik program “Cows to Cloud”, ada teknologi VMware yang membantu Chitale Dairy mentransfer data dari sapi ke cloud dan juga memindahkan lebih dari 25 aplikasi yang tergolong business-critical ke private cloud. Teknologi VMware tersebut sudah dilengkapi dengan fitur automated operations management, disaster recovery, dan software-defined security.

Selain mengembangkan sistem berbasis teknologi, Chitale juga menyediakan layanan veterinary care gratis. Tujuannya, agar para peternak dapat meningkatkan kualitas ternak dan memperoleh akses yang memadai terhadap tenaga ahli di bidang peternakan.

Selain menyediakan teknologi dan layanan gratis, Chitale Dairy juga memperhatikan komponen edukasi. Peternakan Chitale menawarkan kelas-kelas gratis kepada para peternak maupun karyawannya. Tujuannya adalah menginspirasi dan membekali para wirausahawan dengan kemampuan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.

Chitale Dairy menggunakan solusi VMware untuk mengelola data yang dihasilkan oleh sapi-sapi milik para peternak.

Tingkatkan Produktivitas, Hijaukan Negeri

Berkat kemudahan memperoleh data yang dibutuhkan peternak untuk mengelola hewan-hewan ternaknya secara optimal, average yield setiap sapi dapat ditingkatkan.

Dengan sapi yang lebih produktif, peternak Maharashtra dapat mengurangi ketergantungan mereka terhadap jumlah sapi sampai sepuluh kali lipat. Dampak berikutnya adalah berkurangnya biaya untuk mengelola sapi dalam jumlah lebih besar demi mendapatkan tingkat produksi susu yang sama.

Berkurangnya jumlah sapi berarti berkurang pula luas area lahan ternak. Artinya, peternak berpeluang memanfaatkan lahan yang tak terpakai untuk menanam tanaman pangan.

Untuk menggarap peluang ini, Chitale telah menyiapkan program lainnya yang dinamai “Fields to Farms”. Program tersebut akan membantu peternak menanam dan mendistribusikan hasil pertanian melalui sistem koperasi sehingga pendapatan peternak/petani pun meningkat.

Pemanfaatan tanah untuk lahan pertanian juga diharapkan akan membuat India—setidaknya negara bagian Maharashtra—menjadi lebih hijau. Sementara itu, dengan kesehatan sapi yang lebih terjaga, kualitas susu yang dihasilkan pun akan menjadi lebih baik. Ini pada gilirannya akan meningkatkan kesehatan masyarakat.

Keluarga Chitale membangun bisnisnya di atas sebuah motto: “Give back to the community what you gain”, berikan kembali apa yang sudah diperoleh kepada masyarakat.

Seperti pebisnis lainnya, Chitale Dairy pun berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat dengan memberi bantuan pada sekolah-sekolah dan membangun infrastruktur. Namun, transformasi ekonomi lokal yang sesungguhnya diciptakan Chitale Dairy melalui hal yang tak terduga: meningkatkan kesehatan dan produktivitas sapi.

Video Studi Kasus Chitale Dairy:

Dok.Dell

Dell Inspiron 20 3059 (Non-Touchscreen) ditujukan bagi aktivitas komputasi ringan, namun bukan berarti menggunakan spesifikasi yang rendah. Prosesor Intel Core i3-6100U generasi Skylake yang digunakannya dirancang agar perangkat ini hemat daya namun tetap bertenaga.

Seri ini menggunakan layar berukuran 19,5 inci yang memiliki resolusi HD+ atau 1.600 x 900 pixel dengan rasio 16:9. Resolusi ini memang cukup menyenangkan saat dipakai menjalankan aplikasi office termasuk aplikasi spreadsheet karena ukurannya yang lebar. Namun resolusi ini terbilang tanggung bagi yang gemar menonton video definisi tinggi dengan resolusi 1.920 x 1.080 pixel.

Pada bagian atas layar telah terintegrasi webcam dengan dukungan resolusi HD. Fitur nirkabelnya menggunakan teknologi terbaru yaitu Wi-Fi 802.11ac yang memiliki kecepatan lebih tinggi. Di sisi kanan terdapat perangkat optical drive berupa DVD-writer, sedangkan konektivitas ditempatkan di sisi kiri dan di bagian belakang. Dukungan speaker stereo dengan teknologi Waves MaxxAudio yang diletakkan di bawah layar mampu menghasilkan suara yang lebih “terasa”.

Meskipun tidak istimewa, kinerjanya sudah cukup mumpuni. Ini terlihat dari hasil pengujian yang diperoleh. Karena bukan ditujukan untuk bermain game, tentu saja perangkat ini kurang ideal jika digunakan bermain game “berat” masa kini. Meskipun demikian, PC AiO ini masih bisa “dipaksa” untuk bermain game yang tidak terlalu berat, seperti Pro Evolution Soccer 2016. Dengan pengaturan resolusi 1.280 x 720 pixel dan pilihan detail Low, game tersebut bisa dimainkan secara lancar. Dell Inspiron 20 3059 bisa mencapai skor sekitar enam puluh frame per second.

Dalam paketnya sudah disertakan keyboard dan mouse yang memiliki warna serupa dengan perangkatnya yaitu putih. Hanya saja, aksesori tersebut masih menggunakan koneksi kabel. Jika saja menggunakan koneksi nirkabel, tentu akan terlihat lebih praktis dan lebih keren.

Konektivitas
Di bagian belakang, Anda akan menemukan dua port USB 2.0, port LAN, dan port audio.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Cukup Mumpuni
Prosesor Intel Core i3-6100U serta chip grafis Intel HD Graphics 520 cukup mumpuni untuk menjalankan aktivitas seperti menjelajahi Internet, bermain game ringan, atau menonton video.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PengujianDell Inspiron 20 3059
3DMark Pro Edition – Fire Strike502
3DMark Pro Edition – Cloud Gate3759
3DMark Pro Edition – Ice Storm35205
PCMark 8 Pro Edition – Home Accelerated2863
PCMark 8 Pro Edition – Creative Accelerated2171
PCMark 8 Pro Edition – Work Accelerated3712
SiSoft Sandra 2014 – Aggregate Arithmetic38,44 GOPS
SiSoft Sandra 2014 – Aggregate Multimedia112,89 Mpix/s
SiSoft Sandra 2014 – Aggregate Memory9,37 GB/s
Cinebench R15 – CPU236 cb
S.T.A.L.K.E.R.: Call of Pripyat Benchmark (average)24,97 fps
Encoding Video (Expression Encoder 4 SP2)*22 menit 25 detik
Encoding Audio (Lame Front-End 1.8)*1 menit 53 detik

*lebih cepat lebih baik

PLUS: Desain stylish dan ringkas, kinerja baik, resolusi layar HD+, speaker stereo dengan teknologi Waves MaxxAudio, konsumsi daya hemat.

MINUS: Paket mouse dan keyboard masih menggunakan koneksi kabel, viewing angle layar yang kurang luas.

SpesifikasiDell Inspiron 20 3059
ProsesorIntel Core i3-6100U (dual core HT 2,3 GHz, Skylake)
RAM4 GB DDR3-1600
Kartu grafisIntel HD Graphics 520
Media simpan500 GB 5400 RPM SATA 6 Gbps
Optical driveDVD-writer
Layar19,5ʺ 1.600 x 900 pixel, anti-glare LED backlit
Power supply45 W
Fasilitas lainWi-Fi 802.11ac, Bluetooth, card reader, USB 3.0 (2), USB2.0 (2), webcam, LAN, HDMI, Headphone Out, Microphone Out, speaker
Sistem operasiWindows 10 Home 64 bit
Dimensi/Bobot48,05 x 3,42 x 31,76 cm/3,22 kg
Garansi2 tahun
Situswww.dell.com
Harga (kisaran)Rp4.799.000

(Ki-Ka) Martin Wibisono, Consumer Country Director, Dell Indonesia dan Catherine Lian, managing director, Dell EMC Indonesia.

Dell Indonesia meluncurkan laptop XPS 13 2-in-1 terbaru di Indonesia yang menawarkan desain yang ramping dan ringan serta memiliki spesifikasi canggih.

Martin Wibisono (Consumer Country Director Dell Indonesia) mengatakan XPS 13 2-in-1 dapat menjawab tuntutan konsumen saat ini yaitu laptop yang ringan dan canggih. Belum lagi, desainnya yang premium dan inovatif sehingga menjadi favorit pribadi yang mobile dan professional.

“Kami membuat laptop yang lebih tipis, lebih kecil dan dapat diubah ke moda tablet, tenda dan berdiri. Kami pun meningkatkan arsitektur terbaru dalam sebuah desain 360 derajat,” katanya dalam siaran persnya, Rabu.

XPS 13 2-in-1 mengusung layar sentuh cantik InfinityEdge QHD+ dengan engsel 360 derajat, sistem operasi Windows 10, prosesor Intel CoreTM generasi ke-7, baterai hingga 8 jam dan 35 menit

Laptop itu tidak memiliki kipas sehingga dapat beroperasi dengan senyap. Proses booting solid state drive (SSD)-nya pun dapat menyala hanya dalam hitungan detik.

Untuk para pelanggan bisnis, XPS 13 2-in-1 juga dapat terkonfigurasi dengan prosesor Intel® Core™ vPro™ generasi ke-7, fitur keamanan tercanggih dengan drive self-encrypting opsional, TPM 2.0, dan fitur pengelolaan sistem dan konfigurasi BIOS opsional.

Dell telah mengapalkan XPS 13 2-in-1 menggunakan kemasan dengan plastik laut ke seluruh dunia sejak 30 April 2017 dan berencana untuk mengembangkan inisiatif ini ke lini-lini produk lainnya dalam waktu dekat.

“Inisiatif kemasan baru ini menunjukkan bahwa ada aplikasi bisnis global nyata untuk plastik laut yang menghasilkan hasil positif untuk bisnis kami dan bumi,” ucap Catherine Lian (Managing Director, Dell EMC Indonesia).

Dell XPS 13 2-in-1 memiliki Dell Premium Support dan para pelanggan di lebih dari 333 kota di Indonesia. Dell XPS 13 2-in-1 telah tersedia di Indonesia dengan harga mulai dari Rp 27,999,000.

Daftar merek laptop gaming terbaik tahun 2017 versi Laptop Magazine.

Sejak tahun lalu, makin banyak vendor PC yang terjun ke industri gaming dengan menelurkan lini produk khusus PC gaming. Sebut saja Acer Predator, Lenovo Legion, dan HP Omen.

Namun, setelah melalui pengujian, vendor-vendor yang baru meluncurkan merek gaming itu masih belum mampu menggoyahkan kinerja vendor-vendor veteran yang sudah tahunan malang-melintang di industri gaming.

Hal ini terbukti dari daftar merek laptop gaming terbaik yang dirilis oleh Laptop Magazine. Tiga posisi teratas diisi oleh Dell/Alienware, MSI, dan Razer, sedangkan Acer, Lenovo, dan HP tertinggal di bawah.

Daftar merek laptop gaming terbaik itu disusun berdasarkan skor rata-rata yang diberikan Laptop Magazine pada delapan kriteria, meliputi: Desain, Skor Review, Keyboard, Layar, Software, Inovasi, Garansi, dan Opsi Kustomisasi/Varian Produk.

Dell/Alienware meraih mahkota sebagai merek laptop gaming terbaik karena sukses mencatatkan skor review tertinggi di antara para pesaingnya serta memiliki produk dengan layar, inovasi, dan pilihan produk terbaik. Sementara itu, MSI menduduki peringkat kedua karena variasi produknya, kekuatan komponen yang bertenaga, dan keyboard mekanik yang memuaskan.

Secara keseluruhan, daftar merek laptop gaming terbaik adalah sebagai berikut:

  1. Dell/Alienware (90/100). Dell/Alienware memiliki desain laptop gaming paling memukau, keyboard terkuat, dan layar terbaik di pasaran. Dell juga menawarkan sistem yang bisa dikustomisasi sesuai kebutuhan pengguna serta menyediakan aneka utilitas yang memanjakan pengalaman gaming.
  2. MSI (85/100). MSI dikenal sebagai vendor yang pertama atau salah satu yang pertama dalam hal inovasi teknologi gaming. Banyak pilihan produk, desain yang bagus, keyboard cepat, dan software yang membantu para gamer. MSI juga satu-satunya vendor yang menawarkan proteksi gratis jika laptop rusak akibat kecelakaan.
  3. Razer (81/100). Laptop gaming Razer memunyai desain elegan, layar yang cantik, dan ide-ide inovatif. Software Synapse bawaannya adalah salah satu utilitas gaming terbaik saat ini. Sayangnya, keyboard Razer terlalu dangkal dan variasi produknya terbatas.
  4. Asus (78/100). Asus memiliki sejumlah model laptop gaming terbaik di pasaran dengan harga ekonomis. Asus juga cepat mengadopsi teknologi anyar, semacam Nvidia Max-Q dan AMD Ryzen. Namun, desain, keyboard, dan layar Asus tidak tergolong istimewa.
  5. Acer (76/100). Kekuatan laptop gaming Acer terletak pada keyboard yang responsif dan ide-ide inovatif, seperti layar lengkung 21 inci. Tetapi, kekurangannya terdapat pada layanan garansi yang mengecewakan dan software bawaan yang tidak menarik.
  6. Origin (75/100). Origin dijuluki sebagai raja kustomisasi laptop gaming. Pengguna bisa memesan laptop dengan konfigurasi dan warna laptop sesuai keinginan. Namun, software bawaannya biasa saja dan garansi kerusakan satu tahunnya tidak termasuk ongkos pengiriman.
  7. Aorus/Gigabyte (70/100). Gigabyte dan Aorus menawarkan varian laptop gaming yang cukup baik dengan desain penuh warna, keyboard cepat, dan software berguna. Tetapi, skor ulasan produk-produknya paling jelek di antara pemain lainnya.
  8. Lenovo (67/100). Beberapa model laptop gaming Lenovo memang layak dipuji. Namun, mereka terlihat seperti vendor yang baru coba-coba masuk ke pasar gaming. Mereka masih bermain aman dan kurang berani mengambil risiko, tecermin dari kurangnya penawaran fitur gaming serius, misalnya backlight pada keyboard dan kartu grafis papan atas Nvidia 1080.
  9. HP (59/100). Lini gaming HP Omen memang menuai sejumlah catatan positif. Tetapi, terlalu banyak kekurangan yang terdapat pada produk-produknya, contohnya keyboard dangkal, layar redup, dan desain chassis plastik yang membosankan. HP perlu menelurkan desain yang lebih menarik di masa depan.

Dell Latitude 7285, laptop 2-in-1 pertama di dunia yang diperkaya fasilitas wireless charging.

Dell Inc. resmi meluncurkan produk inovatif berupa Dell Latitude 7285, laptop 2-in-1 pertama di dunia yang diperkaya fasilitas wireless charging. Walhasil, laptop ini bisa diisi ulang dayanya tanpa melalui sambungan kabel.

Dari sisi spesifikasi, Dell Latitude 7285 sebetulnya bisa disejajarkan dengan laptop bisnis pada umumnya. Tersedia pilihan prosesor Intel Core i5 atau i7, RAM 8 GB, dan SSD 128 atau 256 GB. Varian layar pun ditawarkan dalam dua jenis, 12 inci dan 13 inci.

Sifatnya yang 2-in-1 membuat laptop ini bisa dilepas pasang, antara layar dan keyboard-nya. Fungsinya pun dapat berguna sebagai komputer tablet atau laptop konvensional.

Namun, keunggulan utama laptop ini yaitu ketersediaan aksesori tambahan Wireless Charging Mat untuk isi ulang daya secara nirkabel. Syaratnya, keyboard yang dipakai harus mendukung wireless charging juga dan dijual terpisah oleh Dell.

Begini mekanisme pengisian daya nirkabel untuk Dell Latitude 7285. Seluruh komponen komputasi, dari CPU sampai baterai, hanya dimuat pada bagian layar/tablet. Untuk mengisi ulang baterai, layar ini harus ditancapkan pada Wireless Charging Keyboard, lalu diletakkan di atas alas charger berupa Wireless Charger Mat.

Selama laptop didudukkan di atas alas, proses isi ulang daya akan berlangsung dengan memanfaatkan resonansi magnetik sesuai standar WiTricity.

Dell Latitude 7000 12-inch 2-in-1 7285 Wireless Charging Side View (PRNewsfoto/Dell)

“Misi kami adalah mendorong transformasi dunia kerja dengan menyediakan pengalaman pengguna yang lebih produktif berbasis perangkat mobile. Kami ingin mewujudkan lingkungan kerja tanpa kabel sehingga lebih mendorong kebebasan dan fleksibilitas karyawan,” ujar Kirk Schell (Senior VP, Commercial Client Solutions, Dell).

“Teknologi resonansi magnetik WiTricity bisa diintegrasikan secara mulus dengan laptop Latitude 7000 Series Detachable sehingga dapat diisi ulang secara nirkabel,” imbuhnya.

Dell Latitude 7285 pertama kali dipamerkan pada ajang CES 2017 Las Vegas di awal tahun. Dan kini, Dell siap memasarkan laptop 2-in-1 ini dengan harga mulai US$1.199,99. Tetapi, aksesoris Wireless Charging Keyboard dan Wireless Charging Mat harus dibeli terpisah dengan harga US$549,99.

Dell Luncurkan Komputer Desktop Dell Inspiron Gaming

Pabrikan komputer dan laptop gaming terus menggaet gamer “casual” terbaru. Pengguna di segmentasi tersebut enggan menghabiskan anggaran besar untuk membeli komputer PC kelas berat.

Karena itu, Dell meluncurkan komputer desktop Dell Inspiron Gaming untuk pertama kalinya dan menyasar pengguna gamer “casual”.

Dell Inspiron Gaming mengusung pilihan prosesor AMD generasi ketujuh atau AMD Ryzen. Konsumen pun bisa mengustomisasi spesifikasi Dell Inspiron Gaming sesuai keinginan.

Model AMD generasi ketujuh terdiri dari AMD A10 atau A12 APU dengan grafis Radeon R7. Sementara itu AMD Ryzen mendukung prosesor Ryzen 5 1400, 5 1600X, dan 7 1700X.

Jika Anda mengoperasikan prosesor Ryzen, Anda akan merasakan teknologi SenseMi yang dapat meningkatkan efisiensi daya, kinerja dan clock speed. Anda pun bisa memasang RAM DDR4 32 GB dan HD 2 TB atau SSD 256 GB dengan tambahan HDD 2 TB.

Desain Dell Inspiron Gaming itu berupa menara yang keren, mirip dengan komputer desktop pada umumnya, tetapi mengusung konsep semi-terbuka atau transparan di sebelah kirinya.

Desain komputer desktop Dell itu menawarkan ventilasi udara yang lebih baik dengan logo Dell di tengahnya serta dapat mengeluarkan sinar berwarna biru dari dalamnya.

Di bagian muka, Dell Inspiron Gaming memiliki dua port USB 2.0, dua port USB 3.1, jack audio dan card reader. Di bagian belakangnya, komputer itu memiliki dua port USB 2.0, dua port USB 3.1, serta port HDMI, seperti dikutip Ars Technica.

Dell membanderol Dell Inspiron Gaming dengan harga mulai US$599 atau sekitar Rp8 jutaan saja.

PC All-in-One untuk Multimedia VR

Pada kesempatan yang sama, Dell juga menghadirkan dua produk PC All-in-One (AiO) untuk segmen multimedia dan VR.

Dell Inspiron 27 7000 AIO.

Pertama, Dell Inspiron 27 7000 AIO, sebuah PC lengkap yang dirancang untuk konten gaming dan multimedia berbasis VR. Komputer ini mencakup layar InfinityEdge 27 inci dengan resolusi hingga 4K UHD, performance grade audio, prosesor AMD Ryzen terbaru, dan grafis AMD Polaris RX500 Series.

Dell Inspiron 27 7000 AIO tampil dengan desain ramping berwarna perak dan dilengkapi teknologi yang siap digunakan di masa depan, seperti login Windows Hello One-Look, Cortana, USB Type-C 3.1, dan opsi Dual Drive dengan storage SSD. Harganya mulai US$999,99.

Kedua, Dell Inspiron 24 5000 AIO, pilihan yang lebih terjangkau dengan harga mulai US$699,99. Komputer ini dilengkapi layar sentuh InfinityEdge IPS FHD 24 inci, prosesor AMD generasi ketujuh, dan grafis AMD Polaris RX500.

Sedangkan teknologi pendukungnya antara lain SmartByte untuk membantu mencegah buffer saat streaming konten, login Windows Hello One-Look, Cortana, USB Type-C 3.1, dan pilihan Dual Drive dengan storage SSD.

Michael Dell (Pendiri dan CEO, Dell Technologies) mengungkap resep sukses transformasi bisnis Dell pada acara Dell EMC World 2017, Las Vegas, AS. [Foto: Erry FP/InfoKomputer]

Las Vegas, InfoKomputer – Transformasi digital masih menjadi topik hangat yang dibicarakan banyak perusahaan, baik dari sisi end-user maupun sisi penyedia solusi teknologi. Tidak terkecuali oleh Dell Technologies yang telah mengusung topik ini pada konferensi Dell EMC World/Dell World dalam beberapa tahun terakhir.

Dell sendiri tidak luput dari sentuhan transformasi, terlebih pasca mengakuisisi EMC pada tahun 2015. Dahulu, Dell identik dengan produk seperti PC desktop, workstation, dan server. Sekarang, Dell harus menjual lebih dari sekadar hardware, tetapi juga solusi TI menyeluruh, mencakup virtualisasi, hybrid cloud, layanan security, sampai internet of things (IoT).

Michael Dell (Pendiri dan CEO, Dell Technologies) pun mengungkap resep sukses transformasi bisnis Dell sejak merger dengan EMC.

“Saya sudah keliling dunia, bertemu berbagai pelanggan, dan banyak perusahaan dari berbagai sektor masih bingung mencari cara untuk bertransformasi,” kata Michael dalam sesi tanya jawab bersama media di konferensi Dell EMC World 2017, Las Vegas, AS, Senin (8/5).

[BACA: Dell EMC World 2017: Kekuatan untuk Mewujudkan Transformasi Digital]

“Transformasi digital erat kaitannya dengan transformasi bisnis. Karena itu, transformasi digital bukan proyek milik CIO, melainkan proyek yang harus dipimpin CEO. Transformasi ini harus relevan [dengan bisnis perusahaan] dan membawa nilai tambah [bagi bisnis],” ujarnya.

Menurut Michael, tantangan terbesar dalam transformasi digital adalah mengubah pola pikir orang, dari staf sampai eksekutif perusahaan, yang enggan meninggalkan kebiasaan lama. Semua harus dilakukan langkah demi langkah demi meyakinkan mereka bahwa tidak ada bagian dari dunia ini yang bisa menghindar dari perubahan.

Sebagian orang mungkin merasa penggunaan teknologi akan mengancam pekerjaan mereka. Namun, Michael membantahnya. “Tech vs human, dari dulu seperti itu. Tetapi nyatanya, penemuan [teknologi] roda justru membuka lapangan kerja baru,” tukasnya.

Michael mengajak masyarakat untuk berpandangan optimistis bahwa teknologi akan membantu meningkatkan kemampuan dan kapasitas manusia. “Teknologi berubah begitu cepat, jadi kita perlu memperbarui kemampuan dan pengetahuan untuk memanfaatkannya dengan cara terbaik,” ucapnya.

Ia mencontohkan beberapa perusahaan besar yang telah merengkuh transformasi digital dengan baik bersama Dell. Salah satunya Boeing yang sekarang menempatkan sensor IoT pada mesin jet dan turbin pesawatnya. Data-data yang diperoleh lalu dikumpulkan dan dianalisis guna merancang produk baru yang lebih canggih dan berorientasi pasar.

Contoh lainnya Sony Pictures dan Jaguar Land Rover yang sudah akrab dalam memanfaatkan teknologi virtual reality (VR), masing-masing pada bisnis hiburan dan otomotif.

Prototipe mobil listrik Jaguar i-Pace dipamerkan pada acara Dell EMC World 2017. [Foto: Erry FP/InfoKomputer]

Michael mengakhiri petuahnya dengan menekankan bahwa dalam menghadapi persaingan, perusahaan dari berbagai skala, dari startup sampai korporasi, harus menggunakan teknologi untuk membuat bisnis baru ataupun meramu ulang cara menjalankan bisnis, seperti yang dilakukan Uber dan Airbnb.

“Rangkul risiko, ikuti inovasi,” Michael berpesan. “Saya mengamati terlalu banyak orang yang takut gagal dan tidak mau mengambil risiko. Akibatnya, mereka tidak mampu mencapai potensi maksimal,” tutupnya.

Ilustrasi kota Saen Suk, Thailand. [Foto: wikitravel.org]

Setiap kota memiliki masalahnya sendiri sehingga proyek smart city pun diinisiasi dari titik yang berbeda. Pemerintah Kota Saen Suk di Thailand memilih untuk memulainya dari layanan untuk manula.

Terletak di propinsi Chonburi di sebelah timur Thailand, kota Saen Suk mencakup area yang tidak terlalu luas, yaitu sekitar dua puluh kilometer persegi. Sebagai perbandingan, kota yang berada di distrik Muang Chonburi ini sedikit saja lebih luas dari kota Padang Panjang, kota dengan luas wilayah terkecil di Sumatra Barat. Namun dengan luas wilayah yang ringkas itu, Saen Suk justru dianggap ideal untuk menjadi arena uji coba konsep smart city Thailand.  

Diluncurkan tahun 2014, inisiatif Saen Suk Smart City dikemas sebagai pilot project berdurasi tiga tahun yang bertujuan menyediakan fasilitas-fasilitas cerdas untuk warga maupun wisatawan yang berkunjung ke Saen Suk.

Dalam siaran pers yang diunggah di situs Dell.com, inisiatif ini disebut sebagai proyek kota cerdas pertama di Thailand dengan live pilot berbasis multiple proof of concept (PoC). Berbagai PoC tersebut diharapkan dapat diterapkan dan ditingkatkan kualitasnya dalam inisiatif smart city untuk kota-kota lain di Negeri Gajah Putih itu.

Sebagai tahap pertama, Pemerintah Kota Saen Suk mengimplementasikan sistem intelligent healthcare monitoring terutama untuk para manula (manusia berusia lanjut). Mengapa? “Karena ada sekitar enam ribu manula di antara 40 ribu penduduk Saen Suk,” ujar Narongchai Khunpluem (Walikota Saen Suk), seperti dikutip dari Bangkokpost.com.

Karena anggota keluarga yang lain harus beraktivitas di  luar rumah, banyak dari manula ini terpaksa tinggal sendirian di rumah dengan pengawasan minimal. Tak sedikit pula manula yang terpaksa dititipkan keluarganya  di panti-panti jompo. Oleh karena itu, Pemkot Saen Suk ingin mencari cara yang lebih efisien untuk menjaga dan merawat para manula, bahkan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Sistem smart healthcare tidak saja melakukan monitoring terhadap pasien manula, tetapi juga diharapkan dapat memberikan wawasan atau insight yang bermanfaat bagi Pemkot Saen Suk untuk mengoptimalkan sumber daya perawatan (nursing) dan menjalankan layanan pemeliharaan kesehatan secara lebih efisien. Sistem healthcare cerdas di Saen Suk memanfaatkan Internet of Things (IoT).

Proyek pilot Saen Suk Smart City dimulai pada bulan Januari lalu dan membidik target 140 – 150 rumah tangga yang memiliki anggota keluarga manula. Pada tahun 2016, sistem smart healthcare sudah dimanfaatkan oleh tiga puluh rumah tangga.

Proyek Pertama Bidik Manula

Para perawat umumnya secara berkala mengunjungi para manula yang sedang menjalani rawat jalan. Namun dalam keadaan darurat, petugas medis tidak dapat merespons dengan cepat dan tepat karena insiden terjadi tanpa diketahui, atau petugas tidak memahami perawatan medis seperti apa yang dibutuhkan.

Dengan sistem smart healthcare yang memanfaatkan komputasi awan, data analytics, dan konektivitas Bluetooth, petugas dapat memantau kesehatan pasien manula dari jarak jauh.

Sistem healthcare cerdas Saen Suk terdiri dari platform IoT dari Intel, perangkat pintar berupa gelang atau kalung yang dilengkapi konektivas Bluetooth, dan solusi dari Dell berupa sistem gateway, private cloud, dan converged system.

Konektivitas antara perangkat cerdas di sisi pasien dengan gateway dan data center dibangun di atas platform IoT dari Intel. Melalui platform ini, Pemkot Saen Suk dapat menyebarkan dan mengelola perangkat secara lebih mudah dan aman.

Kalung atau gelang pintar dikenakan pada pasien agar sistem dapat memantau sejumlah parameter, seperti jumlah langkah, pergerakan, jarak yang ditempuh pasien dengan berjalan, dan pola tidur. Perangkat ini juga akan mengirimkan tanda bahaya kepada para dokter atau perawat saat mendeteksi aktivitas yang tidak biasa, misalnya pasien terjatuh atau tombol panik diaktifkan. Sistem secara otomatis juga akan mengirim notifikasi berupa pesan pendek kepada anggota keluarga pasien.

Dengan sistem smart healthcare yang memanfaatkan komputasi awan, data analytics, dan konektivitas Bluetooth, petugas dapat memantau kesehatan pasien manula dari jarak jauh. [Foto: Dok. Dell]

Kemudian, data bervolume besar yang dihasilkan smart device setiap hari akan dikumpulkan dan dianalisis di sebuah sistem gateway cerdas. Untuk memenuhi kebutuhan pasien manula yang berada di rumah, Pemkot Saen Suk memasang Dell IoT Gateway. Sementara untuk panti jompo, proyek ini menggunakan gateway dengan grade khusus industri, Dell Edge Gateway 5000 Series.

Lalu sistem gateway akan mengirimkan informasi/insight ke private cloud, dan diteruskan ke kantor pusat panti jompo milik Pemkot Saen Suk. Di kantor ini, informasi terbaru tentang kondisi pasien ditampilkan secara real-time, dan disimpan dalam sistem arsip yang didukung oleh converged system Dell PowerEdge VRTX.

Sistem ini memberi akses terhadap rekam medis pasien maupun data real-time bagi petugas medis. Dengan demikian, mereka dapat mengidentifikasi keadaan darurat secara spesifik dan memahami jenis penanganan medis yang tepat dalam kondisi darurat.

Menurut Erwin Meyer (General Manager, Asia-Pacific South, OEM Solutions, Dell), ada dua tantangan yang dapat diakomodasi sistem healthcare ini: yakni keterbatasan sumber daya manusia dan kemampuan memenuhi kebutuhan pasien dengan lebih cepat dan efisien, terutama ketika terjadi keadaan darurat.

Selain dengan vendor teknologi Dell dan Intel, Pemerintah Kota Saen Suk juga menggandeng IoT City Innovation Center yang juga membawa beberapa mitra, yaitu Thai Embedded Systems Association (TESA), Burapha University, BAESLab and CAT Telecom.

Sistem Cerdas untuk Halau Plankton dan Banjir

Dari smart healthcare, Pemerintah Kota Saen Suk akan segera beranjak ke proyek-proyek lainnya karena Saen Suk Smart City harus dituntaskan di tahun 2018.

Beberapa proyek yang telah direncanakan, misalnya konsep smart safety yang diterapkan melalui sistem face detection sebagai bagian dari sistem IP Surveillence di pantai Bangsaen. Ada pula tourist information system yang dapat menyajikan peta dan informasi tempat-tempat hiburan lokal, sebagai bagian dari kampanye smart tourism.

“Nantinya, kami juga akan memantau banjir dengan teknologi canggih. Setiap tahun, kami dihadapkan pada masalah banjir. Kami berharap teknologi dapat memampukan kami menangani masalah ini dengan cara yang lebih efektif,” ujar Walikota Khunpluem kepada Bangkokpost.com.

Ilustrasi laut Bangsaen di kota Saen Suk, Thailand.

Isu lain yang ingin ditangani Pemkot Saen Suk dengan teknologi adalah lingkungan dan ekosistem Laut Bangsaen.

Salah satu inisiatif yang telah diagendakan adalah monitoring terhadap munculnya plankton di pantai, sekaligus memberi informasi peringatan kepada para turis yang akan berwisata ke pantai. Plankon rupanya telah menjadi masalah tahunan bagi Pemerintah Kota Saen Suk. Dan Walikota Narongchai Khunpluem berharap teknologi dapat membantu menanganinya.

Narongchai Khunpluem juga berharap arsitektur solusi dari proyek-proyek pilot Saen Suk dapat menjadi blueprint ideal bagi kota-kota lain di Thailand maupun di seluruh dunia, yang ingin lebih cerdas dalam meningkatkan kualitas hidup, kenyamanan dan keamanan warganya.

TERBARU

Cisco menggandeng organisasi kepolisian internasional terbesar di dunia INTERPOL untuk berbagi intelijen ancaman atau threat intelligence