Tags Posts tagged with "Microsoft"

Microsoft

Nama Microsoft Hololens mungkin masih jarang terdengar publik, tetapi bukan berarti Microsoft menghentikan pengembangan HoloLens. Peneliti Microsoft pun akan membenamkan chip berkemampuan machine learning pada HoloLens edisi terbaru.

Microsoft mengatakan chip Holographic Processing Unit atau HPU generasi terbarunya akan mendukung proses Deep Neural Network yang mampu meningkatkan kinerja kecerdasan buatan.

Chip Microsoft HPU generasi kedua ini sudah bisa diprogram,” kata Harry Shum (Wakil Presiden Eksekutif Artificial Intelligence dan Research Group) seperti dikutip PC World.

Chip HPU itu akan menjadi salah satu komponen yang bertanggung jawab memproses semua informasi yang datang dari sensor-sensor HoloLens. Sensor-sensor HoloLens termasuk sensor gerak, time-of-flight, inertial measurement unit, dan kamera infra merah.

Chip HPU berperan sebagai otak HoloLens yang dapat bekerja mandiri karena selama ini HoloLens bergantung kepada kinerja PC.

Namun, sampai saat ini, belum jelas kapan Microsoft akan memproduksi massal HoloLens edisi terbaru untuk pasar. Sejauh ini, HoloLens masih dibanderol sangat mahal dengan harga di atas US$3.000 atau Rp39 jutaan.

Microsoft juga belum memastikan kapan akan mengapalkan chip HPU generai terbaru untuk HoloLens.

Ilustrasi Microsoft Paint

Siapa saja yang memiliki sistem operasi Windows pada komputernya pasti mengetahui Microsoft Paint yang telah menemani pengguna Windows sejak 1985.

Sayangnya, Microsoft diberitakan bakal mengakhiri hidup Microsoft Paint pada September 2017.

Hal ini diketahui dari daftar pembaruan yang dirilis Microsoft pada peluncuran Windows 10 Fall Creators Update. Pada daftar ini, aplikasi Paint termasuk ke dalam kategori aplikasi “deprecated” atau tidak akan dikembangkan lagi dan mungkin dihilangkan di masa mendatang.

Akibatnya, beredar asumsi bahwa Microsoft akan meluncurkan update Windows 10 versi terbaru pada musim gugur nanti tanpa kehadiran Microsoft Paint.

Namun, kabar ini dibantah oleh Microsoft. Dalam sebuah tulisan di blog-nya, Megan Saunders (General Manager of Windows Experiences, Microsoft) menyatakan bahwa berita ini hanya kesalahpahaman.

“MS Paint akan tetap ada, hanya berpindah rumah ke Windows Store dan bisa diunduh secara gratis,” kata Saunders seperti dilansir Geekwire.

Lebih lanjut, Saunders menyebut bahwa fungsi-fungsi utama MS Paint bakal digabungkan dengan aplikasi baru bernama Paint 3D. Aplikasi Paint 3D inilah yang akan disematkan secara bawaan dalam Windows 10 Creators Update.

“Kami melihat dukungan dan nostalgia yang luar biasa terhadap MS Paint. Setelah 32 tahun, ternyata MS Paint masih memiliki banyak fans,” tukasnya.

Sejarah Microsoft Paint

Sebagai informasi, Microsoft Paint adalah aplikasi lawas Microsoft untuk menggambar doodle atau sekadar mewarnai. Microsoft Paint juga memiliki sejumlah tool sederhana yang memungkinkan pengguna untuk mengedit gambar dengan crop dan resize. Tetapi, tool edit gambar itu tidak bisa digunakan untuk mengedit layaknya Adobe Photoshop.

Microsoft Paint sendiri pertama kali hadir pada 1985 pada versi pertama Windows 1.0. Aplikasi itu memiliki peningkatan fitur dalam setiap pembaruan versi Windows dari masa ke masa.

Hingga saat ini, Microsoft Paint mengantongi 100 juta pengguna aktif setiap bulannya seperti dikutip Gizmodo.

Microsoft Paint tidak pernah menjadi aplikasi yang dapat diandalkan dan formatnya terbatas hanya BMP dan PCX sampai 1998. Namun, penguna bisa menggunakan Microsoft Paint untuk mencoret-coret asal atau sekadar meng-copy dan mem-paste sesuatu.

Pada update Windows 10 nanti, Microsoft juga akan menghapus aplikasi lawas yaitu Outlook Express, Microsoft Reader, dan Reading List yang nantinya akan terintegrasi dengan browser Microsoft Edge.

Persaingan industri yang ketat dan kompleks membuat Microsoft tidak hanya mengandalkan jualan peranti lunak. Microsoft mulai mengutamakan layanan cloud computing, menyusul lesunya pasar komputer.

Karena itu, Satya Nadella (CEO Microsoft) mulai fokus menggarap pasar cloud computing dan software berbayar.

Terbukti, pendapatan Microsoft dari bisnis cloud termasuk platform flagship Azure dan produk server naik 11 persen menjadi USD7,43 miliar pada kuartal IV tahun fiskal Microsoft yang berakhir pada 30 Juni 2017.

Pencapaian itu melebihi perkiraan analis senilai USD7,32 miliar. “Teknologi intelligent cloud kami digemari konsumen di mana-mana,” kata Nadella seperti dikutip Reuters.

Platform Microsoft Azure berhasil mengimbangi kekuatan Amazon Web Services (AWS) yang sangat mendominasi dan laris di pasar. Microsoft Azure sukses menarik menarik layanan konsumen enterprise Microsoft yang tidak tergoda dengan platform Amazon.

“Ini bukan hanya keajaiban satu kuartal. Amazon pasti tidak akan memandang remeh performa Microsoft Azure ini,” kata Kim Forrest (Vice President di Fort Pitt Capital Group).

Sementara itu, secara total Microsoft mendapatkan pendapatan sebesar USD23,3 miliar atau sekitar Rp310 triliun pada kuartal fiskal terakhir, naik 13 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

LinkedIn memberikan kontribusi sebesar USD1,1 miliar atau sekitar Rp14,6 triliun pada kuartal ke-4.

Satu hal yang menarik dari laporan keuangan Microsoft yaitu segmen Office yang mulai mendapatkan pendapatan lebih besar dari model berlangganan (Office 365) daripada model lisensi tradisional yang dahulu menjadi andalan Microsoft.

Meskipun demikian, pendapatan Microsoft dari Office hanya naik 5 persen dari kuartal sebelumnya. Hal ini menjadi bukti bahwa Microsoft berhasil melakukan transisi ke model bisnis baru yang lebih menguntungkan.

Ilustrasi aplikasi Path Guide

Microsoft meluncurkan aplikasi Path Guide untuk membantu pengguna melakukan navigasi di dalam ruangan sehingga tidak perlu membutuhkan bantuan Wi-Fi dan GPS.

Path Guide memungkinkan pengguna melacak rute di dalam bangunan, menciptakan peta dari lokasi tersebut dan dapat dibagikan kepada pengguna lainnya. Setelah dibagikan, pengguna langsung dapat mencari peta dan mengaksesnya melalui aplikasi pada perangkat mereka.

Path Guides memanfaatkan sensor bawaan smartphone untuk melacak dan merekam setiap langkah pengguna sehingga aplikasi itu dapat melacak jarak langkah di dalam bangunan dan belokan yang dilalui pengguna seperti dikutip The Next Web.

Sayangnya, Path Guide tidak dapat menggambarkan ruang di dalam bangunan secara artikular seperti jumlah ruangan, kunci, lantai dan lainnya. Karena itu, Microsoft menambahkan fungsionalitas untuk merekam audio, menambahkan catatan atau gambar untuk membantu pengguna menjelajahi ruang secara berurutan.

Selain membantu navigasi dari lokasi A ke lokasi B, aplikasi itu dapat menyematkan label tematik pada setiap lantai terutama pada pusat perbelanjaan besar sehingga pelanggan dapat menemukan lorong dengan jajaran toko yang sesuai.

Pada level non-komersial, Path Guide dapat merekam rute tertentu untuk tiba di apartemen atau kondominium dan mengirimkannya kepada tamu pengguna. Aplikasi itu sudah tersedua secara gratis dan tersedia untuk perangkat bersistem operasi Android.

Setelah itu, Microsoft akan menyediakan aplikasi itu untuk sistem berbasis iOS.

Ilustrasi aplikasi Microsoft Seeing AI

Microsoft meluncurkan aplikasi smartphone “Seeing AI” yang membantu tunanetra untuk menggambarkan dunia dan objek-objek di dalamnya. Aplikasi itu menggunakan kecerdasan buatan dan computer vision.

Dengan aplikasi itu, pengguna dapat mengarahkan kamera smartphone kepada seseorang dan ia akan menyebutkan siapa orang itu serta bagaimana perasaan mereka. Para pengguna juga bisa mengarahkan kamera ke sebuah barang dan aplikasi itu akan menjelaskan tentang produk tersebut.

Microsoft memamerkan prototipe “Seeing AI” pada Maret 2016 di konferensi Build. Pada hari ini, aplikasi itu sudah tersedia gratis untuk sistem operasi iOS di pasar AS. Namun, Microsoft belum mengungkapkan kapan meluncurkan aplikasi versi Android.

Saqib Shaikh (Pemimpin Proyek Aplikasi “Seeing AI”) mengatakan ia sering menggunakan aplikasi itu untuk membaca dokumen seperti tanda dan menu.

“Salah satu hal yang ingin kami lakukan adalah pengenalan wajah pada perangkat. Kami telah melakukannya dalam beberapa milidetik dan Anda akan mendengar hasilnya. Ini semua tentang kecepatannya, dan kami mencoba untuk melakukan sebanyak yang kami bisa di perangkat ini,” kata Shaikh di dalam acara Microsoft di London seperti dikutip Pocket-Lint.

Cara Kerja Aplikasi

Aplikasi itu tidak hanya melakukan tugas dasar teknologi pengenalan karakter optik, tetapi juga dapat mengarahkan pengguna, menyuruh mereka untuk memindahkan kamera ke kiri atau kanan untuk mendapatkan objeknya.

Aplikasi itu menggunakan jaringan saraf tiruan untuk mengidentifikasi dunia di sekitarnya. Aplikasi itu juga dapat mengenali orang-orang yang dilihat sebelumnya, menebak umur dan emosi orang, dan mengidentifikasi produk rumah tangga dengan memindai barcode.

Bahkan, aplikasi itu juga dapat membaca dan memindai dokumen serta mengenali mata uang AS, mengingat semua uang kertas di AS memiliki ukuran dan warna yang sama, terlepas dari nilainya.

Hebatnya, aplikasi itu dapat langsung beroperasi di perangkat itu sendiri, berarti para penyandang tuna netra dapat mengakses aplikasi itu ketika tidak ada koneksi internet yang stabil.

Lumia-435 Dual SIM

Siklus hidup Windows Phone akan segera menemui akhirnya setelah sang pembuatnya menghentikan dukungan terhadap sistem operasi tersebut.

Seperti dilansir The Verge, Microsoft tidak akan lagi menyediakan dukungan ataupun perbaikan resmi untuk Windows Phone 8.1. Sistem operasi ini pun terakhir kali diperbarui lebih dari dua tahun lalu, tepatnya pada Juni 2015 dengan 8.1 Update 2.

Dengan demikian, sebagian perangkat Windows Phone yang masih tersisa di seluruh dunia bakal tamat riwayatnya. Pasalnya, hampir 80 persen Windows Phone yang beredar adalah perangkat berbasis Windows Phone 7, 8, atau 8.1. Hanya 20 persen yang sudah mengusung sistem operasi mobile termutakhir, Windows 10 Mobile OS.

Pada masanya, Windows Phone 8.1 merupakan sistem operasi yang bersejarah bagi Microsoft karena untuk pertama kalinya memasukkan asisten virtual Cortana ke dalam perangkat mobile. Saat itu, Cortana dipandang sebagai amunisi Microsoft untuk melawan Siri di iPhone dan Google Now di Android.

Microsoft sendiri tampaknya sudah menyerah untuk membuat smartphone. Bisnis ponsel Lumia yang pernah mereka produksi dengan mengakuisisi Nokia pun telah dijual ke HMD Global sejak tahun lalu.

Di masa depan, kemungkinan besar Microsoft baru akan memasarkan smartphone lagi dengan mendompleng lini Surface yang cukup populer dengan komputer tablet dan laptop-nya. Itulah yang memunculkan rumor-rumor mengenai Surface Phone.

Microsoft kembali menghadapi masalah kontroversial gara-gara ulah chatbot buatannya. Setelah tahun lalu chatbot Tay dikritik karena melontarkan komentar rasis, sekarang giliran chatbot Zo yang diketahui menghina Alquran, kitab suci agama Islam.

Kejadian kontroversial ini pertama kali dilaporkan oleh Alex Kantrowitz, reporter senior BuzzFeed, yang sedang mencoba bercakap-cakap dengan Zo, chatbot yang pertama kali dirilis Microsoft pada Desember 2016.

Dalam salah satu percakapan, Alex menanyakan pendapat Zo mengenai layanan kesehatan. Entah apa alasannya, Zo memberikan jawaban yang tidak berhubungan dan justru menyinggung Alquran. “Kebanyakan orang melakukannya dengan damai tetapi quaran (Quran. red) sangat kejam,” tulis Zo.

Selain itu, Zo juga menjelaskan opininya ketika ditanya soal Osama bin Laden, pemimpin Al-Qaeda yang pernah menjadi buronan nomor satu Amerika Serikat.

Awalnya, Zo enggan mengomentari masalah politik. Tetapi, ia kemudian menjawab, “Pengumpulan informasi intelijen bertahun-tahun di bawah beberapa pemerintahan berujung pada penangkapannya (Osama bin Laden. red).”

Percakapan kontroversial chatbot Zo tentang Alquran dan Osama bin Laden. [Kredit: BuzzFeed]

Saat dikonfirmasi oleh BuzzFeed tentang peristiwa ini, Microsoft mengklaim bahwa sebetulnya mereka sudah memprogram Zo untuk menghindari pembicaraan soal agama dan politik. Namun, jawaban kontroversial itu tampaknya diberikan Zo agar orang tidak mau melanjutkan percakapan dengannya dan beralih ke topik lain.

Microsoft juga menyatakan telah memperbaiki program dan sistem kecerdasan buatan di balik Zo agar tidak mengulangi interaksi seperti itu lagi.

Hingga saat ini, Zo masih bisa digunakan oleh masyarakat melalui akses di zo.ai dan aplikasi Facebook Messenger dan Kik.

Mengulangi Masalah Tay

Langkah berbeda diambil Microsoft pada tahun lalu dengan menutup layanan chatbot Tay, hanya satu hari setelah diluncurkan.

Saat itu, sejumlah pengguna Twitter mengajari Tay secara masif dan terkoordinasi dengan kata-kata kasar serta menjurus ke arah rasisme dan seksisme (menghina suku bangsa dan jenis kelamin).

Microsoft pun menerbitkan pernyataan maaf secara resmi atas cuitan-cuitan tidak pantas yang dilontarkan Tay. Mereka menegaskan bahwa tindakan Tay sama sekali tidak mewakili prinsip dan nilai-nilai yang dipegang perusahaan yang bermarkas di Redmond, AS, itu.

Peter Lee (VP of Research, Microsoft) menyatakan, “Meskipun kami sudah mempersiapkan Tay untuk menghadapi banyak jenis penyalahgunaan sistem, kami terlalu menyepelekan serangan yang spesifik seperti ini. Akibatnya, Tay melontarkan kata-kata dan gambar yang tidak pantas.”

Delapan bulan setelah menutup Tay, Microsoft menghadirkan Zo, chatbot dengan teknologi mirip Tay tetapi dengan kepribadian yang lebih manusiawi berkat pembelajaran dan pelatihan data-data berbasis percakapan antarmanusia di dunia nyata.

This July 3, 2014 photo shows Microsoft Corp. signage outside the Microsoft Visitor Center in Redmond, Wash. Microsoft on Thursday, July 17, 2014 announced it will lay off up to 18,000 workers over the next year. (AP Photo Ted S. Warren) NYBZ117

Microsoft kembali akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap ribuan karyawan di seluruh dunia pada pekan depan untuk menata ulang tenaga penjualannya.

Reorganisasi itu merupakan dampak perubahan kepemimpinan pada tahun ini. Eksekutif Judson Althoff dan Jean-Philippe Courtois mengambil alih divisi pemasaran dan penjualan Microsoft, menyusul pengunduran diri COO, Kevin Turner pada musim panas tahun lalu.

Menurut sumber, proses restrukturisasi itu untuk mengorganisasi tenaga penjualannya dan merger organisasi yang mencakup unit konsumen enterprise dan satu atau lebih divisi UKM, seperti dikutip TechCrunch.

Alasan lainnya, kebijakan PHK itu untuk meningkatkan penjualan layanan cloud di dalam tim penjualan Microsoft. Microsoft akan mengarahkan lebih banyak tenaga kerja untuk fokus ke pengembangan bisnis cloud.

Pada tahun 2016, Microsoft sudah sesumbar bakal melakukan PHK kepada 2.850 pegawai. Dua bulan sebelum itu, Microsoft juga sempat mengumumkan akan memberhentikan sekitar 1.850 pegawai.

PHK besar-besaran pernah dilakukan Microsoft pada 2015 lalu. Kala itu Microsoft memberhentikan 7.800 pegawai dan memutuskan untuk melepas bisnis ponsel Nokia yang tak sesuai harapan.

Dr. Biplab Sikdar (Associate Professor, Departement of Electrical & Computer Engineering National University of Singapore) . (Foto: RW/InfoKomputer)

Menurut kajian yang dilakukan oleh Microsoft dan National University of Singapore (NSU), para penjahat dunia siber akan memanfaatkan aneka perangkat lunak bajakan untuk menyebarkan malware. Akibatnya, pengguna perangkat lunak bajakan ini akan rentan terkena serangan malware dan aneka ancaman lainnya.

Dalam penjelasan atas hasil kajian ini, Dr. Biplab Sikdar (Associate Professor, Departement of Electrical & Computer Engineering National University of Singapore) menyatakan bahwa  sebanyak 92 persen dari laptop baru dan tidak pernah dipakai yang memasang perangkat lunak bajakan sudah tenfeksi malware. “Jadi, meskipun Anda memiliki laptop baru dan tidak menggunakannya, jangan menganggap Anda sudah aman,” ujarnya dalam ajang Microsoft Cyber Trust Experience 2017 yang berlangsung pada Rabu (21/6) di Singapura.

Biplab menyatakan bahwa para penjahat akan menyebarkan malware via berbagai cara, salah satunya via DVD dan CD. Menurut kajian ini, sebanyak 61 persen DVD dan CD perangkat lunak bajakan dideteksi mengandung malware. Dari 61 persen keping CD atau DVD ini, rata-rata mengandung setidaknya lima varian malware. Bahkan menurut Biplab, beberapa CD atau DVD diketahui mengandung 38 malware.

Untuk membantu pengguna agar terhindar dari serangan malware ini, Biplab menyatakan bahwa pengguna sebaiknya melakukan pembelian komputer via vendor yang bisa dipercaya dan memiliki kredibilitas yang cukup baik. Selain itu, Biplab juga menyarankan pengguna agar memasang perangkat lunak yang asli (bukan yang bajakan). Juga, pengguna disarankan tidak menggunakan sistem operasi lawas yang sudah tidak lagi didukung. Tujuannya, agar tidak menjadi korban eksploitasi oleh para penjahat siber yang memanfaatkan aneka lubang sekuriti di sistem operasi lawas.

Microsoft Stream.

Microsoft memperkaya portofolio aplikasi Office-nya dengan meluncurkan dua produk baru, Dictate dan Stream.

Dictate merupakan fungsi pendukung pada aplikasi Office seperti Word, Outlook, dan PowerPoint yang memungkinkan pengguna untuk mengubah wicara/suara menjadi teks (speech-to-text). Dictate mendukung aktivitas dikte dalam 20 bahasa, mampu menerjemahkan ke 50 bahasa lain secara real-time, dan menambahkan tanda baca secara otomatis.

Sementara itu, Stream adalah aplikasi berbagi video berbasis cloud, mirip YouTube, tetapi difokuskan pada lingkungan kantor. Melalui Stream, para pegawai kantor bisa membuat, mengelola, dan berbagi video tentang pekerjaan, pelatihan, ataupun hal-hal lainnya.

Hebatnya, Stream dibekali kecerdasan buatan untuk menampilkan teks yang diucapkan pembicara di dalam video, mencari dan menemukan teks-teks tertentu, dan menyajikan tampilan para pembicara yang ada di video. Hasilnya, pengguna bisa lebih mudah mencari video yang berisi konten atau pembicara tertentu.

Dari sisi privasi, pengguna bisa memilih siapa saja yang diperbolehkan menonton suatu video, misalnya grup atau orang-orang tertentu. Sedangkan dari sisi kolaborasi, video bisa ditambahkan dengan mudah ke aplikasi Teams, SharePoint, dan Yammer.

Microsoft Dictate dapat diunduh secara gratis di alamat http://dictate.ms, sedangkan Stream bisa dipakai dengan cara berlangganan mandiri atau lewat Office 365. Keberadaan Stream sendiri ditujukan untuk menggantikan Office 365 Video.

TERBARU

Pengguna Instagram asal Indonesia masuk ke dalam lima besar negara yang paling sering menggunakan Instagram sebagai akun bisnis.