Tags Posts tagged with "pembajakan"

pembajakan

windows 10 pc

Modus pemalsuan peranti lunak komputer kian canggih dan kualitas software bajakan semakin mendekati aslinya. Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya baru saja membongkar bisnis penjualan peranti lunak Microsoft Windows palsu di Jakarta.

Komisaris Faisal Friyanto (Kepala Unit III Subdirektorat Industri dan Perdagangan Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya) mengatakan telah polisi menyita 289 keping cakram berisi program Microsoft Windows dari dua tersangka berinisial FY dan F.

Polisi juga menyita 30 lembar stiker sertifikat keaslian atau certificate of authenticity (COA) Microsoft palsu. Menurut Faisal, FY dan F adalah pemilik salah satu toko di kompleks pertokoan di Jakarta Pusat. FY menjual produk palsu itu langsung di tokonya, sedangkan F menjual secara daring di situs kaskus.co.id.

“Harga software bajakan itu berkisar Rp500.000 – 750.000 per keping. Sedangkan, harga software aslinya Rp2,5 juta. Para tersangka telah melakukan kegiatannya selama setahun dengan keuntungan Rp50 juta per bulan,” katanya seperti dilansir Kompas.com.

Pihak Microsoft sebagai pelapor mengalami kerugian hingga Rp 1 miliar. Pengguna juga baru menyadari peranti lunak itu palsu setelah gagal melakukan update.

Justisiari P Kusumah (Sekretaris Jenderal Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan) mengatakan pemalsuan peranti lunak itu menggunakan modus baru karena produk Microsoft Windows palsu itu hampir tidak bisa dibedakan dengan yang asli.

“Produk ini baru diketahui palsu setelah diperhatikan pada bagian kemasannya yang tak memiliki stiker hologram,” ujar Justisiari.

“Sasaran software palsu ini biasanya perusahaan, bukan perorangan, karena harganya mahal. Software palsu bisa mengandung virus atau malware untuk mencuri data dan dikirim kepada peretas,” kata Justisiari.

toko online pandji wsydnshop

Pertunjukan stand-up “Mesakke Bangsaku” format digital telah diunduh 670 kali di toko online WSYDNshop milik Pandji Pragiwaksono.

Stand-up comedian Pandji Pragiwaksono telah meluncurkan toko online miliknya. Situs ini diberi nama WSYDNshop, yang diambil dari nama keluarganya, Wongsoyudo. Melalui toko online ini, Pandji ingin membuktikan bahwa seorang seniman bisa menang melawan masalah pembajakan.

WSYDNshop menjual produk-produk karya Pandji, mulai dari buku, album musik, komik, hingga video stand-up comedy. Namun, yang menjadi terobosan adalah penjualan karya-karya dalam format digital. Langkah ini diakui Pandji terinspirasi dari komedian asal AS, Louis CK, yang menawarkan pertunjukan tunggal stand-up-nya secara digital.

“Sesungguhnya, pembajakan adalah cara konsumen memaksa produsen untuk melakukan perubahan supaya produsen lebih dekat dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. Maka, daripada melawan keinginan konsumen yang berubah, saya memutuskan untuk merangkul perubahan,” jelas Pandji dalam keterangan persnya.

Melalui toko online WSYDNshop, Pandji mencoba mencontohkan cara berjualan karya yang memudahkan konsumen untuk memilih produk yang diinginkan, membayar sesuai kenyamanan, dan mengunduh karya dalam format digital. Di toko ini, tersedia berbagai pilihan pembayaran, dari kartu kredit sampai transfer rekening.

Hasilnya menarik. Kurang dari dua minggu sejak dirilis, pertunjukan stand-up “Mesakke Bangsaku” format digital telah diunduh sebanyak 670 kali dengan harga satuan Rp75.000 (total lebih dari Rp50 juta). Padahal, promosi hanya dilakukan melalui media sosial, seperti Twitter, YouTube, dan blog.

Sampai saat ini, WSYDNshop memiliki 4,4% conversion rate yang merupakan angka membanggakan mengingat standar industri adalah 1- 3 %. Total dengan penjualan karya-karya yang lain, WSYDNshop sudah meraup lebih dari Rp100 juta dalam tiga bulan.

“Ini membuktikan bahwa sistem digital download ini berhasil. Bayangkan apabila yang menggunakan sistem ini adalah musisi dengan fanbase lebih besar atau penulis dengan basis pembaca yang tinggi. Tentu mereka akan meraih penghasilan lebih tinggi lagi,” tukas Pandji.

Melalui contoh ini, Pandji berharap lebih banyak seniman di Indonesia yang terbuka peluangnya untuk bisa hidup dari karyanya, di tengah tingginya ancaman pembajakan. “Pembajakan tidak dapat dihilangkan, tapi sangat bisa dikalahkan. Artinya, bajakan akan tetap ada, tapi kita punya strategi supaya orang membeli yang asli,” pungkasnya.

altSemenjak dibukanya sistem pelaporan pelanggaran hak cipta atas hasil pencarian dari mesin pencari Google pada awal Mei 2012, sampai saat ini jumlah permintaan tersebut meningkat sepuluh kali lipat.

Pada waktu awal dibuka, jumlah permintaan penghapusan tautan yang dinilai melanggar hak cipta berjumlah 250 ribu per minggu. Saat ini, jumlahnya sudah mencapai hampir 2,5 juta per minggu. Laporan dapat disampaikan baik secara perorangan ataupun organisasi.

Dari seluruh data alamat tautan pelanggar hak cipta yang telah dilaporkan, Google secara berkelanjutan juga mengirimkan data-data tersebut ke sebuah organisasi non-profit, Chilling Effects, sejak tahun 2002 untuk analisis selanjutnya.

Sistem pelaporan pada sistem Transparency Report juga terus ditindaklanjuti oleh Google. Mesin pencari terkemuka ini melaporkan bahwa selama periode Desember 2011 sampai November 2012, sebanyak 97,5% dari seluruh tautan yang dilaporan telah dihapus dari indeks mesin pencari Google.

Selain penghapusan tautan yang dilaporkan, sebelumnya Google juga telah menerapkan algoritma tambahan untuk merendahkan nilai ranking terhadap setiap tautan halaman web yang memiliki jumlah laporan pelanggaran hak cipta paling besar.

Banyak penyedia informasi di internet yang telah melaporkan tautan-tautan yang mereka nilai melanggar hak cipta, antara lain Sony, Paramount, RIAA, BPI, dan  Microsoft. Di awal bulan penerapan sistem pelaporan ini, Microsoft pun telah melaporkan sebanyak 543 ribu tautan. Namun sayangnya, dari daftar laporan Microsoft tersebut terdapat beberapa tautan dari beberapa situs berita terkemuka yang dinilai melanggar.

Tautan dari BBC News, TechCrunch, Wikipedia, BuzzFeed, termasuk Departemen Kesehatan Amerika, juga masuk dalam daftar tautan yang dilaporkan Microsoft ke Google untuk dibuang dari indeks mesin pencarinya. Walau demikian, tautan-tautan dari situs terkemuka masih muncul di pencari Google. Sepertinya Google pun menerapkan konsep White-list untuk mengabaikan laporan terhadap tautan-tautan yang dinilai resmi dan tidak melanggar hak cipta, seperti BBC News.

Dengan adanya sistem pelaporan ini, tentu saja secara tidak langsung Google membatasi ruang gerak situs-situs yang berisi materi-materi pembajak hak cipta, seperti torrent. Pengaruh lainnya adalah Google bertindak seperti polisi untuk urusan pengawasan materi-materi berhak cipta di internet.

Bagaimanapun juga Google adalah mesin pencari terbesar di dunia yang mampu menampung seluruh tautan materi di internet. Namun, yang cukup jelas terlihat dengan besaran jumlah pelaporan tersebut adalah para pemilik hak cipta, termasuk pengarang, mulai sangat aktif untuk ikut memberantas pembajakan terhadap karya-karya mereka.

altBulan Oktober 2012 menjadi bulan yang bersejarah bagi Business Software Alliance (BSA) –asosiasi global untuk industri software. Pasalnya di bulan tersebut BSA meluncurkan wajah barunya. Asa pun menyertai dalam peluncuran identitas brand baru yang dikenal sebagai BSA | The Software Alliance.

Perubahan brand ini termasuk logo baru perusahaan yang mencerminkan hubungan erat antara kebijakan publik BSA global, pemerintahan, edukasi publik serta aktivitas penegakan hukum. Peluncuran brand baru itu pun dilakukan pada saat kepindahan BSA ke kantor pusat barunya di dekat US Capitol di Washington DC.

“Kami memulai 24 tahun yang lalu sebagai Business Software Alliance karena pada awalnya fokus terbesar industri adalah untuk menyiapkan perangkat bagi perusahaan. Hari ini, kita adalah The Software Alliance, karena keuntungan dari inovasi software semakin luas pada setiap aspek kehidupan modern,” ungkap Robert Holleyman (Presiden dan CEO BSA).

Holleyman menuturkan, para perusahaan anggotanya menjadikan sisi edukasi dan kesehatan lebih efisien, transportasi lebih efisien energi, hiburan lebih interaktif, komunikasi lebih kaya dan dunia di sekeliling pun lebih mudah dikendalikan. Identitas brand BSA ikut merayakan dampak evolusi dan transformasi tersebut.

“Kami telah menyesuaikan operasi BSA mencakup prakarsa advokasi yang terpadu dan perluasan program anti pembajakan yang memberikan nilai strategis untuk perusahaan anggota kami, mengingat mereka terus berinovasi dan pasar berkembang cepat,” ungkap Holleyman.

Brand baru ini mencerminkan fokus BSA untuk memastikan para anggota dapat meraih berbagai kesempatan baru untuk mempercepat pertumbuhan mereka secara global. Hal ini memerlukan perlindungan hak kekayaan intelektual yang memacu inovasi teknologi, menurunkan hambatan dagang yang muncul, dan memajukan kebijakan yang akan membantu pasar global komputasi awan untuk berkembang.

altMeski RUU SOPA dan PIPA belum resmi disahkan dan masih menjadi perdebatan didunia maya, namun masalah pembajakan hak cipta diinternet sudah mulai dilancarkan pemerintah Amerika.

Beberapa waktu lalu, FBI menutup situs penyimpan data populer Megaupload atas tuduhan melanggar hak cipta yang telah merugikan para pemegang hak cipta sebesar US$500 juta. Meski bermarkas di Hongkong, Megaupload tersandung hukum di Amerika karena terbukti menggunakan sebagian besar servernya dari Amerika.

Hal inilah yang membuatnya menjadi incaran pihak pemerintah AS. Atas kasus ini FBI langsung menangkapi beberapa petinggi Megaupload yang tersebar dibeberapa negara.

Dampak dari kasus ini dikhawatirkan akan melebar ke seluruh penjuru dunia. EFF (Electronic Frontier Foundation), suatu organisasi pembela hak kebebasan berbicara dan hak digital di internet termasuk yang memprotes keputusan tersebut.

Mereka khawatir tindakan tersebut akan membawa dampak besar terhadap hukum yang berlaku. Penerapan hukum international seperti ini akan menakutkan, karena mereka bisa menangkap seseorang warga negara lain yang berdomisili diluar Amerika hanya atas tuduhan pelanggaran hak cipta.

Para aktivitis hacker atau disebut hacktivist melakukan hack terhadap beberapa situs yang dianggap bertanggung jawab atas ditutupnya situs tersebut. Situs FBI (www.fbi.gov), Departemen Kehakiman AS (www.justice.gov), perusahan rekaman Universal Music (www.universalmusic.com), Asosiasi Film Amerika (www.mpaa.org), dan Asosiasi Industri Rekaman Amerika (www.riaa.com). Hingga artikel ini dibuat, hanya situs FBI dan Departemen Kehakiman AS saja yang sudah pulih.

Salah satu kelompok hacker bernama Anonymous mengklaim bertanggung jawab atas pembajakan situs pemerintah AS tersebut. Anonymous mengatakan bahwa serangan kali ini merupakan yang terbesar.

“Kami ada disini, kami siap untuk melancarkan perang Cyber kepada pihak yang akan merugikan para pengguna internet. Bangkit dan bergabunglah bersama kami untuk memperjuangkan hak-hak  Anda. Megaupload ditutup meski RUU SOPA dan PIPA belum disahkan. Bayangkan jika RUU tersebut disahkan, maka era Internet yang selama ini kita kenal akan berakhir,” tegas Anonymous.

Anonymous menggunakan serangan DDoS (Distribute Denial of Service) yang akan mengirimkan trafik secara besar-besaran ke suatu situs sehingga server akan mengalami crash akibat beban yang terlalu besar.

Meski kampanye antipembajakan peranti lunak (software) terus digaungkan oleh berbagai pihak, termasuk oleh pemerintah, ternyata angka pembajakan di Indonesia justru makin meningkat.

Berdasarkan riset “Studi Pembajakan Software Global 2010” yang dilakukan Business Software Alliance (BSA) dan IDC, sebanyak 87% dari program yang diinstalasi pada PC di tanah air bersifat ilegal alias dipasang tanpa lisensi.

Dari segi finansial pun, kerugian yang diderita para pengembang peranti lunak mengalami lonjakan. Gara-gara peranti lunak bajakan, mereka kehilangan pemasukan sekitar US$1,32 miliar – rekor tertinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Sebagai komparasi, pada tahun 2009, sebanyak 86% program yang diinstalasi pada PC di Indonesia diperoleh secara ilegal, dengan nilai mencapai US$886 juta. Sementara itu, pada tahun 2003, kerugian yang dirasakan “hanya” sebesar US$157 juta.

“Hasil studi BSA ini menunjukan perlunya upaya pemberantasan pembajakan software dengan lebih agresif. Ini jelas menunjukkan bahwa masih banyak yang harus dilakukan untuk menurunkan tingkat pembajakan software di Indonesia,” ujar Donny Sheyoputra (Kepala Perwakilan dan Juru Bicara BSA Indonesia) dalam konferensi pers di Jakarta, pekan lalu.

Ia sangat menyesalkan tingginya angka pembajakan di tanah air. Padahal, sebuah studi lain menunjukkan, jika tingkat pembajakan menurun, negara bisa merasakan keuntungan melalui peningkatan aktivitas ekonomi, lapangan kerja, dan penerimaan pajak.

Bagaimanapun, Donny tetap mengapresiasi keseriusan pemerintah dalam memerangi pembajakan peranti lunak. Misalnya, ketika membuka Konvensi HKI dalam memperingati hari HKI sedunia pada 26 April 2011, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan dengan jelas bahwa HKI harus dilindungi dan setiap pelanggaran harus diberantas.

Hal inilah yang dijadikan pijakan BSA dalam menggandeng pihak kepolisian dan pemerintah daerah dalam memberikan edukasi mengenai pemberantasan pembajakan.

Gerakan kepolisian dalam memberangus perangkat lunak (software) bajakan memperoleh dukungan dari Business Software Alliance (BSA). Salah satu buktinya terlihat dalam aktivitas yang baru mereka laksanakan di Yogyakarta belum lama ini.

Di kota yang kerap disebut sebagai “kota pelajar” tersebut, BSA dan Polda DIY menyelenggarakan sosialisasi dan pelatihan penyidikan tindak pidana hak cipta software tanpa lisensi dalam rangka kampanye Berantas Software Bajakan untuk Indonesia yang Lebih Baik”.

Kampanye ini diluncurkan pertama kali pada Oktober 2010 oleh Tim Nasional Penanggulangan Pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual (Timnas PPHKI) bersama BSA. Kampanye telah disosialisasikan ke empat kota, yaitu Jakarta, Medan, Surabaya, dan Bandung.

Pada kesempatan tersebut, dilakukan penyuluhan tentang keuntungan dari penggunaan software asli dan berlisensi bagi perusahaan serta risiko dan konsekuensi dari penggunaan software tidak berlisensi. Diperkenalkan pula program Piagam Hak Kekayaan Intelektual (Piagam HKI) untuk mendorong pelaku bisnis menjalankan praktik kerja yang baik yang mendukung pertumbuhan negara.

Lebih jauh, para peserta akan dibekali ilmu dan pelatihan studi kasus mengenai penerapan terbaik dalam mengelola aset software mereka untuk mencapai produktivitas optimal, keamanan, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” tukas Donny A. Sheyoputra (Juru Bicara BSA Indonesia).

Dalam kata sambutannya, Kombes Pol. Drs. Napoleon Bonaparte, M.Si  (Direktur Reserse Kriminal Polda DIY) berujar, “Penurunan angka pembajakan sangat penting untuk melindungi perekonomian Indonesia dan membantu pembangunan bangsa dan hal ini menjadi tanggung jawab seluruh Warga Negara Indonesia.”

Sehubungan dengan itu, Polda DIY akan bersikap tegas dengan melakukan penegakan hukum dan penanggulangan kejahatan terhadap HKI, termasuk kejahatan penggandaan software dan pemakaian software bajakan.

Dua contoh kasus yang pernah ditangani Polda DIY mengenai penggunaan perangkat lunak tanpa lisensi melibatkan dua hotel berbintang di kota Yogyakarta. Masing-masing Hotel M yang ditindak pada pertengahan tahun 2008 dan Hotel P yang ditindak pada bulan Maret 2010.

Polda DIY dan BSA juga berencana akan menandatangani Nota Kesepahaman tentang penegakan hukum terhadap mereka yang diduga melanggar hak cipta atas software yang dikembangkan para anggota BSA. Sejauh ini, BSA telah menandatangani Nota Kesepahaman dengan lima Polda, yaitu Polda Jawa Timur, Polda Kepulauan Riau, Polda Banten, Polda Bali dan Polda Sumatra Utara.

BSA mengoperasikan layanan anti bajakan melalui hotline bebas pulsa di nomor 0800-1-BSA-BSA (0800-1-272-272) serta menawarkan hadiah senilai hingga Rp 50 juta bagi mereka yang memberikan informasi dalam membantu suksesnya tindakan penegakan hukum melawan pelanggaraan hak cipta milik para anggota BSA.

Menindaklanjuti kampanye antipembajakan yang digalang Microsoft, perusahaan software ini menganugerahkan STAR Shop Award bagi sembilan toko komputer.

Toko-toko komputer tersebut adalah: Shop Toshiba, Mangga Dua Mall; Bhinneka.com, Mangga Dua Mall; Quantum Computer, Mangga Dua Mall; Kreasindo, Harco Mangga Dua; Tops’s Computer, Harco Mangga Dua; Platinum, Bandung; Duta Com, BEC Bandung; Misi, BEC Bandung; dan Daya Computer System, Bandung.

Kesembilan nama tersebut dipilih berdasarkan survei secara acak yang dilakukan Microsoft kepada 600 toko komputer di Jakarta dan Bandung bulan lalu. Selain aktif mempromosikan dan menjual perangkat lunak asli, toko-toko ini juga merupakan anggota dari program Microsoft untuk channel IT, Microsoft Partner Network (MPN).

Sebelumnya, Microsoft pun pernah memberikan penghargaan serupa bagi 12 dealer PC di Mal Mangga Dua, Jakarta, November silam.

Star Shop Award adalah program baru yang diadakan pertama kalinya pada bulan Juni 2010. Tujuan dari program STAR Shop Award adalah untuk mempromosikan dan memberikan penghargaan kepada penjual PC yang menjual PC baru hanya dengan software asli secara konsisten.

Seremoni penghargaan ini disaksikan oleh Presiden APKOMINDO (Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia), Suhanda Wijaya. “Program STAR Shop Award adalah upaya penting untuk mengenali penjual komputer yang menjual software asli dan mendukung hukum,” ucapnya.

Microsoft memang akan menggalang kerja sama dengan APKOMINDO dalam mengembangkan dan memperluas pasar TI lokal. “Kami sedang menjalankan beberapa program untuk meningkatkan keterampilan para penjual di sektor PC ritel serta upaya untuk mempromosikan bisnis para vendor PC yang jujur,” ungkap Elizabeth Wirapranata (Genuine Software Initiative Lead PT Microsoft Indonesia).

Bukan cuma software internasional yang ‘menjerit’, pengembang peranti lunak lokal pun dibuat kelimpungan oleh aksi pembajakan.

Maraknya aksi pembajakan peranti lunak rupanya mulai dirasakan pula oleh pengembang software asal Indonesia (ISV). Padahal tidak sedikit software lokal yang sebenarnya sudah dibandrol dengan harga terjangkau, tapi masih jadi korban pembajak. “Ada software buatan lokal yang dijual dengan harga Rp 50 ribu, tapi ada juga yang jual bajakannya seharga Rp 20 ribu,” tutur Donny A. Sheyoputra (Country Manager Indonesia, BSA).

Fenomena ini dipandang tidak saja merugikan industri software lokal secara finansial, tetapi juga bakal menggerus kesempatan kerja di bidang tersebut. Padahal, papar Donny, industri kreatif (termasuk produk software) termasuk salah satu sektor yang menyelamatkan Indonesia dari krisis ekonomi ke-2. “Bagaimana kalau Indonesia tidak bisa memberikan proteksi hak kekayaan intelektual terhadap industri kreatif?” tambahnya.

Perhatian lebih diberikan kepada peranti lunak karena software adalah produk yang memiliki nilai lebih ketimbang produk yang nyata fisiknya. “Kita banya menghabiskan waktu untuk terkoneksi, berinteraksi dengan aplikasi lewat PC atau smartphone,” ujar Lawrence Johnson (Atase Perdagangan AS untuk Indonesia). Ada nilai yang diciptakan si kreator pada setiap aplikasi, dan nilai itu harus diproteksi.

Donny memaparkan bahwa industri software Indonesia di tahun 2009 mengalami kerugian sekitar US$ 886 juta akibat pembajakan. Bukan hanya pengembang software yang kehilangan pemasukan, jelas Donny. Pemerintah pun kena imbasnya berupa kehilangan pendapatan dari sektor pajak. Belum lagi citra negeri ini sebagai negara yang kurang menjamin perlindungan atas HAKI bisa berdampak pada berkurangnya investasi asing di Indonesia. Lawrence Johnson mengingatkan bahwa HAKI adalah building block paling kritis dalam ekonomi modern.

TERBARU

Apple melelang komputer pertama Apple yaitu Apple-1 dengan nilai US$ 155 ribu atau sekitar Rp2 miliar