Tags Posts tagged with "profesional TI"

profesional TI

Cloudera, penyedia platform global terkemuka untuk mesin pembelajaran (machine learning) meluncurkan BASE (Big Analytics Skills Enablement) di Indonesia.

Cloudera, penyedia platform global terkemuka untuk mesin pembelajaran (machine learning) meluncurkan BASE (Big Analytics Skills Enablement) di Indonesia.

BASE merupakan sebuah ekosistem untuk menghasilkan tenaga kerja data profesional di masa depan.

[BACA: BASE, Cara Cloudera Atasi Kelangkaan Ilmuwan Data]

BASE memungkinkan para pelaku industri, pemerintah, dan institusi-institusi akademis untuk mendukung lebih banyak tenaga kerja profesional. Selain itu, BASE dapat menunjang Smart City di Indonesia dan menjembatani kesenjangan keterampilan tenaga kerja profesional data di pasar.

Rudiantara (Menteri Komunikasi dan Informatika, Republik Indonesia) mengatakan Indonesia harus berinvestasi dan membina profesional TI di dalam negeri untuk mewujudkan pemerataan kota digital di Indonesia.

“Para pelaku bisnis dan tenaga kerja profesional yang memiliki keterampilan BDA akan membawa Indonesia selangkah lebih maju dalam meraih kesuksesan,” katanya di Jakarta, Kamis.

Saat ini, Bank Danamon, Dell EMC, Microsoft, Red Hat, Telkomsigma, dan Data Science Indonesia telah bergabung dengan BASE Initiative di Indonesia. Tak hanya itu, institusi-institusi akademis seperti Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dan Universitas Telkom juga memberikan pelatihan keterampilan data kepada mahasiswa mereka.

Daniel Ng (Senior Director Cloudera untuk wilayah Asia Pasifik dan Pencetus BASE) mengatakan BASE Initiative Cloudera menyatukan perusahaan-perusahaan dari sektor publik dan swasta untuk bekerja sama dengan komunitas big data, serta membina, melatih, berkolaborasi, dan mempekerjakan para tenaga kerja profesional big data.

“Dengan BASE, Indonesia dapat menghasilkan segudang tenaga kerja profesional big data dan memajukan inisiatif-inisiatif Smart City di negeri ini,” pungkasnya.

BASE Initiative melengkapi program Cloudera Academic Partnership (CAP). Melalui program CAP, Cloudera menghadirkan kurikulum open source berstandar industri yang lengkap dan tanpa biaya bagi lembaga-lembaga mitra yang dapat diaplikasikan ke dalam program studi ilmu komputer dan bisnis analitik.

Para staf pengajar dan mahasiswa dari lembaga-lembaga terkait juga mendapatkan akses terhadap software dan pelatihan dengan potongan biaya guna membantu mempercepat adopsi platform open source dan teknologi-teknologi terkait. Saat ini, terdapat lebih dari 100 lembaga akademis di seluruh dunia yang merupakan anggota CAP, termasuk UMN dan Universitas Telkom di Indonesia.

Kantor Google di wilayah Silicon Valley.

Kantor Google di wilayah Silicon Valley.

Silicon Valley merupakan sebutan populer untuk sebuah wilayah di Amerika Serikat yang menjadi pusat pengembangan teknologi komputasi dunia. Banyak raksasa teknologi seperti Intel, Microsoft, dan IBM mengawali kisahnya dari area ini.

Apakah mungkin di kota atau negara lainnya akan menjadi “the next Silicon Valley”? Berdasarkan laporan yang ditulis Sohan Murthy (Research Consultant, LinkedIn), kemungkinan itu bisa saja terjadi. Hal ini dilihat dari persentase jumlah profesional teknologi yang menghuni suatu kota atau wilayah, dilihat dari domisili mereka di profil LinkedIn.

Dengan menganalisis informasi yang tersimpan dalam lebih dari 300 juta profil anggota LinkedIn, pada gambar di bawah ini (klik untuk memperbesar) bisa dilihat kota-kota di dunia yang memiliki persentase jumlah profesional teknologi terbesar dari seluruh profesional yang ada.

silicon-valley-linkedin

Klik gambar untuk memperbesar

Bagaimana dengan Indonesia yang tidak masuk ke dalam daftar sepuluh besar tersebut? Ternyata LinkedIn menyebutkan bahwa Indonesia dikategorikan sebagai Hidden Gem alias “mutiara terpendam” di kawasan Asia Tenggara.

Hal ini didasari data bahwa kebutuhan dan peluang kerja untuk profesional di bidang software development di Indonesia masih belum banyak.

Padahal, anggota LinkedIn di Indonesia yang memiliki keahlian di dalam bidang tersebut mencapai lebih dari 7.000 anggota – lebih tinggi daripada Thailand, Vietnam, dan Malaysia.

Permintaan tertinggi justru terjadi di Singapura sehingga tidak mengherankan jika banyak talenta TI kita yang hijrah ke negeri tetangga itu.

Perkembangan jumlah profesional teknologi dari Indonesia di bidang software development juga tidak lepas dari peran institusi pendidikan yang terus-menerus menciptakan lulusan berkualitas. LinkedIn menemukan 8 universitas di Asia Tenggara yang paling banyak menciptakan lulusan baru di bidang ini, tiga di antaranya di Indonesia: Universitas Bina Nusantara, Universitas Indonesia, dan Institut Teknologi Bandung.

Sementara itu, keahlian yang paling banyak dicari adalah XML, C#, MySQL, JavaScript, HTML dan Java.

TERBARU

Pemesanan terbanyak di Indonesia dilakukan pada pukul 17.00 karena bertepatan dengan jam pulang kerja, terutama di Jakarta