Tags Posts tagged with "Samsung"

Samsung

Samsung Galaxy S9

Samsung akan meluncurkan smartphone premium Galaxy S9 Plus pada kuartal pertama tahun depan. Asyiknya, situs benchmark Geekbench sudah membocorkan spesifikasi Galaxy S9 Plus dengan kode SM-G965.

Samsung Galaxy S9 Plus menawarkan RAM 4 GB, mirip dengan Galaxy S8 dan Galaxy S8 Plus pada tahun ini.Tentunya, Samsung harus meningkatkan kapasitas RAM 6 GB seperti Xiaomi Mi Note 2, OnePlus 3, atau Samsung Galaxy C9 Pro.

Geekbench mengungkapkan smartphone Galaxy S9 Plus akan mengusung prosesor Exynos 9810, mengingat Samsung baru meluncurkan prosesornya pekan lalu. Selain itu, Galaxy S9 Plus juga akan menggunakan Snapdragon 845 untuk negara-negara di Eropa dan Asia.

Selain itu, Samsung Galaxy S9 Plus akan menggunakan sistem operasi Android Oreo seperti dikutip Phone Arena.

Samsung berencana membenamkan sistem keamanan pemindai sidik jari di dalam layar Galaxy S9 Plus. Jadi, smartphone itu tidak perlu memerlukan tempat sidik jari yang terletak di belakang.

Prosesor Exynos 9810

Samsung resmi meluncurkan prosesor terbarunya Exynos 9810 untuk Galaxy S9 dan S9+ yang akan meluncur pada kuartal pertama tahun depan.

Samsung membuat Exynos seri 9 itu dengan pabrikasi 10nm sama seperti Exynos 8895. Keunggulannya, prosesor 9810 menawarkan performa yang tangguh tetapi irit daya listrik.

Rencananya, Samsung akan terus meningkatkan kemampuan prosesor Exynos 9810 dengan pabrikasi 8nm, menyusul rencana Qualcomm yang akan memproduksi Snapdragon 845 dengan pabrikasi yang lebih rendah lagi 7nm.

Keunggulan Exynos 9810 lainnya yaitu penggunaan teknologi teranyar modem 6CA yang menawarkan kecepatan transfer data hingga 1,2 Gbps dan mampu beraksi di era 5G seperti dikutip Phone Arena.

Kecanggihan lainnya, Samsung akan membenamkan teknologi prosesor “Neural Engine yang berbasis kecerdasan buatan (AI) pada prosesor Exynos 9810. Karena itu, Samsung menggandeng perusahaan asal Tiongkok, DeePhi Tech yang fokus mengembangkan teknologi AI.

Samsung Galaxy S9 akan menawarkan fitur pemindai wajah tiga dimensi untuk menyaingi fitur Face ID Apple.

Samsung Galaxy S8 dan S8+.

Perusahaan riset IDC (International Data Corporation) mengungkapkan Samsung masih memimpin pengapalan smartphone ke seluruh dunia pada kuartal ke-3 tahun 2017. Total pengiriman smartphone seluruh vendor mencapai angka 373,1 juta pada kuartal tiga tahun lalu, meningkat 2,7 persen dari kuartal ke-2 yang mencapai 363,4 juta unit.

Di bawah Samsung, ada Apple, Huawei, Oppo dan Xiaomi seperti dikutip IDC.

Samsung berhasil mengapalkan smartphone sebanyak 83,3 juta unit dan menguasai pangsa pasar sebesar, 22,3 persen. Angka pengapalan itu meningkat karena Samsung mengapalkan smartphone sebanyak 76,1 juta unit pada kuartal lalu dengan market share sebesar 20,9 persen.

Apple mengirimkan iPhone unit sebanyak 46,7 juta dengan market share 12,5 persen pada kuartal 3 2017. Kuartal lalu, Apple mengirimkan iPhone sebanyak 45,5 juta dengan pangsa pasar sebesar 12,5 persen.

Di peringkat ketiga, Huawei berhasil mengapalkan smartphone sebanyak 39,1 juta unit dengan pangsa pasar sebesar 10,5 persen pada kuartal ke-3 tahun ini. Pencapaian itu sungguh luar biasa karena Huawei mengirimkan smartphone sebanyak 33,3 juta dan pangsa pasar sebesar 9,3 persen pada kuartal lalu.

Oppo berhasil mengirimkan smartphone sebanyak 30,7 juta unit dengan pangsa pasar sebesar 8,2 persen. Angka itu meningkat dari kuartal yang sama di tahun lalu, menyusul Oppo berhasil mengirimkan smartphone sebanyak 25,8 juta unit dengan pangsa 3,7 persen.

Terakhir, Xiaomi berhasil mengapalkan smartphone sebanyak 27,6 juta unit pada kuartal lalu dengan pangsa pasar 7,4 persen.

Denny Galant (Head of Product Marketing, IT & Mobile, PT. Samsung Electronics Indonesia) dan Irfan Rinaldi (Product Marketing Manager Samsung Electronic Indonesia)

Setelah sebelumnya menghadirkan seri J7 Pro, Samsung kembali memperbarui jajaran seri tersebut melalui smartphone Samsung Galaxy J7+. Bidik pengguna muda generasi milenial, fitur yang disematkannya sengaja dihadirkan untuk menunjang kebutuhan mereka yang banyak aktivitas di berbagai media sosial. Apa yang membedakannya dengan seri J7 sebelumnya?

Secara umum, perbedaan dengan Samsung Galaxy J7 Pro, diantaranya penggunaan prosesor MTK P25 serta kemampuan dan fitur kamera yang ditingkatkan. Kamera utama memiliki fitur dual lensa dan kemampuan untuk membuat efek bokeh secara instan untuk hasil foto yang lebih professional. Dual lensa tersebut masing-masing memiliki resolusi 13 MP dan 5 MP.

Sedangkan resolusi kamera depannya juga diperbesar menjadi 16 MP. Dua kamera ini pun telah memiliki pencahayaan berupa lampu kilat untuk hasil foto sempurna. Seri J7 + juga telah dibenamkan fitur Dual Messenger sehingga pengguna dapat memisahkan komunikasi profesional dan personal dalam kegiatan sosial mereka sehari-hari.

“Kehadiran Samsung Galaxy J7+ merupakan sebuah jawaban dari kebutuhan konsumen muda Indonesia yang tidak hanya dapat membantu untuk terkoneksi satu dengan lainnya, namun juga menyediakan fitur-fitur terdepan untuk bisa tetap relevan dengan gaya hidup masa kini. Dengan fitur-fitur tersebut, kami percaya bahwa Samsung Galaxy J7+ akan memperkaya pengalaman gaya hidup konsumen millennial setiap harinya,” kata De

Hadir dengan desain stylish dan bahan full metal dilengkapi Corning Gorilla Glass 3, fitur unggulan lainnya masih mirip dengan seri J7 Pro seperti fitur SignalMax yang membantu kelancaran berselancar di dunia digital, serta menonton dan mem-posting konten di media sosial.

Samsung Galaxy J7+ hadir dalam dua warna yaitu Black dan Gold dan dapat dijumpai di gerai-gerai Samsung terdekat, dengan harga Rp4.999.000.

Galaxy S5 yang tersusun seperti jadi alat tambang Bitcoin

Biasanya, pengguna sudah tidak mengguna kembali perangkat elektronik seperti smartphone lawas dan menyimpannya di dalam laci. Padahal, perangkat itu masih bisa kita gunakan untuk hal yang bermanfaat

Samsung pun membuat program “Upcycling” yang menyulap 40 Galaxy S5 keluaran 2014 menjadi alat tambang cryptocurrency (Bitcoin). Tentunya, Samsung telah memodifikasi sistem operasi dan spesifikasinya untuk bisa menambang Bitcoin.

Tentunya, Samsung tidak berencana menjual Bitcoin atau mengajak penggunanya melakukan hal yang sama. Samsung hanya ingin menunjukan kepada penggunanya bahwa smartphone yang lawas masih bisa bermanfaat seperti dikutip SlashGear

Sayangnya, Samsung tidak mengungkapkan detail alat tambangnya.

Jika delapan ponsel saja mampu menambang bitcoin dengan tenaga yang lebih efisien dibandingkan komputer desktop. Bayangkan!, jika 40 Galaxy S jadul yang tersusun seperti menara.

Selain itu, Samsung juga sukses merubah Galaxy lawas menjadi laptop bertenaga ubuntu dan perangkat lunak pengenal wajah sebagai dasar sistem keamanan.

Samsung mengumumkan 16 pemenang Indonesia Next Apps 4.0 (INA 4.0) yang berhasil menjawab tantangan dari empat kategori yaitu Samsung SDK (Software Development Kit), Gear VR, Tizen untuk smartphone, dan Tizen untuk wearable, ditambah lagi tantangan yang diberikan partner INA sebagai pelaku dari industri perbankan, properti, tata kota, dan jasa publik.

INA adalah kompetisi nasional tahunan yang diselenggarakan oleh Samsung Electronics Indonesia untuk meningkatkan inovasi dalam pemanfaatan teknologi melalui pembuatan aplikasi lokal. Tujuan yang dibangun sejak awal penyelenggaraan INA adalah untuk merangkul dan mewadahi para developer aplikasi di Indonesia agar dapat menjadi sumber daya industri ICT yang mumpuni dan bermanfaat untuk kebutuhan pasar dan industri lokal. Melalui kompetisi ini, INA 4.0 berhasil menarik keikutsertaan lebih dari 1.600 developer dari seluruh Indonesia.

“Pada Indonesia Next Apps 4.0 ini, kami mengajak partner dari beragam industri, yaitu BRI, Sinarmas Land, Jakarta Smart City, dan Angkasa Pura II, untuk memberikan tantangan bagi para developer lokal mengembangkan aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan industri para partner INA 4.0. Dalam kompetisi ini, tim Samsung selalu bersemangat membagi ilmu dan menuntun para developer muda melalui rangkaian workshop yang diadakan di 8 kota, sejak bulan Juli 2017,” jelas KangHyun Lee, Corporate Affair Vice President Samsung Electronics Indonesia.

Samsung mengajak beberapa partner yang merupakan bagian dari industri yang menghadapi tantangan teknologi untuk mengembangkan produk dan jasanya, serta memaksimalkan interaksi dengan stakeholder-nya. Kolaborasi yang dilakukan dengan keempat partner ini dalam rangka mengakomodasi kebutuhan industri dalam menyerap developer dari dalam negeri yang berkapasitas global yang tidak hanya memahami tren, namun juga memberikan solusi.

Dalam INA 4.0, tiap peserta berhak mendaftarkan satu aplikasi atau lebih untuk setiap kategori yang ada, dengan kelima finalis yang menampilkan aplikasi terbaik untuk keempat kategori melakukan presentasi pada acara puncak final INA 4.0. Proses penjurian ini dilakukan oleh beberapa nama dari sisi developer aplikasi, profesional, perwakilan dari Samsung, dan perwakilan dari partner industri.

Daftar pemenang
Untuk kategori Samsung SDK, Mona yang merupakan aplikasi fintech karya developer Arrival Sentosa dari ODT Indonesia (Jakarta), serta GoSimulator VR aplikasi simulator edukasi untuk mempelajari mekanisme suatu sistem, bikinan Iki Mazadi dari Gerobak Sodor Interactive (Semarang), untuk katergori Gear VR, masing-masing berhasil menjadi juara pertama dan berhak mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp50.000.000.

Untuk kategori Tizen Smartphone dan Tizen Wearable, juara pertama berhasil diraih masing-masing oleh aplikasi Crazy Cargo karya Rudy Sumarso dari Wisageni (Jogjakarta), dan aplikasi Fishing Go bikinan Frida Uwi dari Studio Noobzilla (Jogjakarta). Masing-masing berhak mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp40.000.000.

Sedangkan kategori Tantangan Industri, juara masing-masing sub kategori di raih oleh aplikasi UKM Bersama BRI karya Toyo Studio (Bandung), apliksi Skypass oleh Puja Pramudya (Bandung), aplikasi vMuseum karya Davis Ray (Jakarta), serta aplikasi City Point bikinan Ade Rifaldi (Bandung).

Untuk pemenang tiap kategori Tantangan Industri mendapatkan hadiah beserta dukungan pengembangan dan pemasaran aplikasi senilai total Rp50.000.000 serta hadiah tambahan dari IBM untuk pemenang yang menggunakan Platform Cloud IBM Bluemix senilai Rp150.000.000.

ilustrasi Sensor Sidik Jari Samsung

Samsung menuai banjir kritikan karena peletakan sensor sidik jari smartphone flagship Galaxy S8 dan Galaxy Note 8 yang berada di bagian belakang dan di sebelah kamera belakang.

Pengguna pun sangat sulit untuk menjangkau posisi sensor sidik jari di bagian belakang. Karena itu, Samsung mendaftarkan paten terbarunya ke Layanan Informasi Hak Properti Intelektual Korea (KIPRIS) yang mengindikasikan Samsung akan meletakkan sensor sidik jari pada Galaxy S9 di tempat yang lebih wajar.

Menurut paten terbarunya, sensor sidik jari iPhone Galaxy S9 akan berada di bagian depan di bawah layar dan berbentuk kecil.

Peletakan sensor sidik jari di bagian depan sangat mirip dengan smartphone Samsung di masa dulu. Hal itu memungkinkan pengguna untuk cepat meraihnya seperti dikutip Slash Gear.

Paten itu mengindikasikan smartphone Samsung di masa depan akan memiliki cekungan kecil di bagian bawah. Di bagian cekungan ini akan tertanam sensor sidik jari yang dapat membaca data sidik jari pengguna dengan sangat cepat.

Tidak itu, Galaxy S9 akan mengusung layar Infinity Display 5,8 inci yang sama seperti Galaxy S8. Sedangkan, Galaxy S9+ akan mengemas layar Infinity Display berukuran 6.2 inci.

Samsung bagi-bagi Galaxy Note 8 di Pesawat

Samsung melakukan terobosan terbaru dalam pemasarannya dengan membagikan Galaxy Note 8 secara cuma-cuma ke 200 penumpang pesawat maskapai Iberia Airlines dengan nomor penerbangan IB 0513 dengan tujuan dari La Coruna ke Madrid Barajas, Spanyol.

Bukan hanya makanan dan minuman, para pramugari pesawat itu juga menggunakan baki untuk memberikan Galaxy Note 8 kepada penumpang.

Program bagi-bagi Galaxy Note 8 adalah bagian dari pemasaran Samsung Spanyol untuk membuktikan bahwa baterai Galaxy Note 8 sudah aman dan untuk memberikan rasa nyaman kepada pelanggan.

Sayangnya, program itu pun hanya inisiatif Samsung Spanyol, bukan Samsung di Indonesia.

“Di Samsung, saat kami jatuh, kami tidak hanya bangkit tetapi juga belajar untuk terbang,” kata Samsung seperti dikutip Financial Express.

Samsung telah menghentikan penjualan Galaxy Note 7 pada Oktober tahun lalu karena permasalahan baterai yang rawan terbakar. Insiden itu tersebut menggerus laba operasional perusahaan sebesar US$5 miliar.

Untungnya, penjualan Galaxy S8 menuai kesuksesan di pasar.

Selain itu, program bagi-bagi Galaxy Note 8 adalah cara yang unik dan “berkelas” Samsung untuk berterima kasih atas dukungan para konsumennya di masa-masa sulit.

Ilustrasi perseteruan Apple vs Samsung

Perseteruan kembali terjadi antara Apple dan Samsung terkait hak paten. Kali ini, Samsung menggugat Apple terkait desain sudut bulat pada smartphone dan buntut dari kerugian hak paten Samsung hingga USD400 juta.

Sebenarnya, kasus itu sudah selesai pada 2012 dan Samsung sebagai pihak yang kalah harus membayarkan uang lebih dari USD1 miliar. Namun, Samsung berpeluang untuk melakukan tuntutan kembali.

Samsung merasa dirugikan dari pembayaran denda kasus sebelumnya dan menuntut proses penghitungan pelanggaran hak paten yang sesuai seperti dikutip The Verge.

Pengadilan Negeri Califronia, Amerika Serikat (AS) pun mengabulkan permintaan Samsung dan memberikan kesempatan kepada kedua pihak yang bersengketa untuk menyiapkan tanggal hingga 25 Oktober agar bisa melakukan sidang ulang.

Banyak pihak menilai sidang ulang kali ini masih akan memperlihatkan hal yang sama seperti pengadilan sebelumnya. Tentunya, tidak ada satupun pihak yang mau mengalah karena siapapun yang memenangi kasus itu akan menjadi pemilik tunggal dari desain smartphone yang kini sudah populer.

Richard Yu (CEO Huawei)

Para pabrikan smarpthone selalu ingin tampil beda untuk mendapatkan perhatian pasar, salah satunya dengan menjual smartphone berlayar lipat dan fleksibel. Huawei pun akan mengikuti jejak ZTE dan Samsung untuk membuat smartphone berlayar lipat.

Richard Yu (CEO Huawei) mengatakan Huawei telah membuat prototipe smartphone layar lipat dan masih membutuhkan penyempurnaan pada desainnya.

“Kami sudah memiliki prototipe smartphone layar lipat tetapi masih belum sempurna karena ada jarak antara dua layar. Ini kurang bagus dan kami harus menyingkirkannya,” katanya seperti dikutip CNET.

Yu pun sesumbarsmartphone layar lipatnya akan menawarkan teknologi yang canggih dan layar yang fleksibel. Huawei sendiri baru akan memperkenalkan smartphone layar lipatnya pada tahun depan.

Sekadar informasi, ZTE juga baru saja meluncurkan Axon M yang mengusung smartphone layar lipat. Axon M memiliki dua layar yang dipisahkan engsel sehingga dapat  dilipat. Jadi bukan layarnya yang bisa dilipat, melainkan menggabungkan dua layar yang dipisahkan engsel di tengahnya.

Untuk dapur pacunya, Axon M mengusung Snapdragon 821 dan RAM 4GB.

TERBARU

ASRock Beebox-S 7200U adalah sebuah barebobe PC mini yang ditujukan untuk banyak penggunaan termasuk sebagai HTPC (home theater PC).