Tags Posts tagged with "Samsung"

Samsung

Nokia sempat menjadi raja pasar ponsel dunia beberapa tahun silam. Sayangnya, kelahiran tren layar sentuh dan sistem operasi Android membuat Nokia semakin tertinggal dan kenangan.

Hingga akhirnya, HMD Global sebagai perusahaan pemegang merek lisensi Nokia hadir dan menjual kembali smartphone Nokia di pasaran. HMD Global pun bertekad membawa Nokia kembali menjadi jawara penguasa smartphone global dengan mengalahkan Samsung dan Apple.

Bahkan, HMD Global percaya diri mampu mewujudukannya dalam kurun waktu tidak lebih dari 10 tahun. HMD Global sendiri telah meluncurkan Nokia 3,5 6 dan 8.

Pekka Rantala (Chief Marketing Officer HMD Global) mengatakan Nokia 8 memiliki perbedaan yang tidak dimiliki smartphone flagship lainnya seperti desain dan penanganan istimewa pada Android.

“Kami optimis tidak butuh waktu sampai 10 tahun untuk menjadi pemimpin pasar. Waktu kami jauh lebih sebentar untuk menantang Apple dan Samsung,” katanya seperti dikutip Marketing Week.

Pekka sendiri telah bekerja di Nokia selama 17 tahun dan pernah menjabat CEO Rovio, perusahaan pembuat Angry Birds. “Kami diberi kesempatan sekali seumur hidup untuk membangkitkan salah satu brand consumer terbesar sepanjang masa,” ujarnya.

Pekka mengatakan banyak generasi anak muda yang tertarik membeli smarpthone Nokia. “Ini bukan masalah nostalgia. Banyak generasi Millenial yang menjadi Nokia sebagai smartphone alternatifnya,” ucapnya.

“Kami tidak bermaksud mengajari tentang sejarah karena smartphone kami memberikan hal-hal yang baru. Jadi, kami siap menjadi pemimpin pasar,” pungkasnya.

Ilustrasi Mobil Tanpa Sopir Samsung

Samsung Electronics Co akan menggelontorkan investasi senilai US$8 miliar untuk terjun ke industri otomotif dan membentuk divisi baru untuk pembuatan mobil tanpa sopir.

Kini Samsung yang merupakan perusahaan semikonduktor terbesar telah memimpin pasar untuk perangkat smartphone, TV dan layar dan chip memori. Prestasi itu membuat Samsung percaya diri (pede) untuk masuk pasar mobil tanpa sopir.

“Inilah waktunya untuk masuk ke pasar mobil tanpa sopir. Samsung telah merencanakan bisnis ini dengan matang,” kata Young Sohn (President and chief strategy officer Samsung) kepada Reuters.

“Saat ini ratusan insinyur Samsung sedang mengerjakan teknologi mobil tanpa sopir,” ujarnya.

Divisi mobil tanpa sopir Samsung itu akan dipimpin oleh John Absmeier (Wakil Presiden Samsung Strategy & Innovation Center). Absmeier sendiri pernah menjadi direktur proyek mobil tanpa sopir milik Delphi Automotive Plc di Silicon Valley

“Kami akan fokus membuat sensor mesin, kecerdasan buatan dan keamanan,” kata Absmeier.

Divisi itu akan terpisah dari unit Samsung Harman International. “Mobil tanpa sopir akan bersaing dalam segala hal, mulai dari pembuatan algoritma dan perangkat lunak mobil tanpa sopir,” kata Dinesh Paliwal (Chief Executive Harman).

Samsung akan menjual perangkat lunak mobil tanpa sopir kepada perusahaan atau insinyur di luar perusahaan untuk digunakan pada mobil tanpa sopir. Strategi itu akan memberi persaingan dengan Intel, menyusul Intel telah mengakuisisi Mobileye.

“Persaingan terbuka adalah hal terbaik. Kami ingin terjun ke industri otomotif dan kami memiliki memiliki kapasitas,” ujarnya.

Harman yang terkenal dengan perangkat speakernya memiliki pendapatan 65 persen dari sektor otomotif, penyedia layanan navigasi, sistem hiburan dan jaringan mobil.

Tak hanya Samsung, perusahaan teknologi lainnya Apple Inc dan Alphabet Inc juga mengembangkan mobil tanpa sopir. Samsung juga telah menanamkan investasi senilai US$300 juta ke sejumlah startup yang bergerak dalam bidang mobil tanpa sopir.

Pertama, Samsung akan menanamkan investasi senilai 75 juta euro kepada TTTech, yang merupakan startup pengembang kontrol keselamatan untuk sistem mobil tanpa sopir. TTTech diketahui sebagai produsen teknologi mobil tanpa sopir dan komponen keamanan pada mobil-mobil Audi serta sejumlah merek lainnya.

Kini, Samsung sudah mengantongi izin untuk menguji mobil tanpa sopir di Korea Selatan dan di California, AS.

Samsung akan kenalkan layar lipat OLED pada Samsung Galaxy S8

Samsung memang harus waspada dengan peluncuran iPhone 8 hari ini, mengingat smartphone flagship Apple itu memiliki fitur-fitur yang canggih di kelasnya. Sebelumnya, beredar rumor Samsung akan mempercepat peluncuran Galaxy S9 untuk menjenggal penjualan iPhone 8.

Kali ini, Koh Dong-jin (President Mobile Business Samsung) memastikan Samsung akan menjual smartphone lipatnya pada tahun depan sekaligus mengalihkan minat para pelanggan untuk membeli iPhone 8.

“Sebagai kepala bisnis, saya bisa mengatakan visi kami pada tahun depan. Jika kami bisa mengatasi beberapa masalah, kami pasti akan meluncurkan smartphone lipatnya,” katanya seperti dikutip phys.org.

Koh memastikan smartphone lipat Samsung akan tergabung dalam jajaran produk-produk Galaxy Note. Samsung telah lama mengembangkan layar fleksibel yang bisa ditekuk sejak 2011 dan telah memamerkan purwarupa smartphone lipatnya pada 2013.

Namun, Samsung masih bungkam terkait tanggal peluncurannya.

Selain itu, Koh juga memastikan divisi speaker Samsung Harmon sedang mengembangkan sebuah speaker berbasis kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan pengguna untuk memutar musik dan menangani tugas-tugas lainnya.

Nantinya, speaker pintar Samsung itu akan berhadapan dengan Amazon Echo, Google Home, Apple HomePod dan sebuah smart speaker Sony yang baru akan hadir bulan depan.

Tiongkok adalah pasar yang seksi bagi vendor smartphone, menyusul populasi penduduk terbesar di dunia dan daya beli penduduknya yang tinggi. Tak heran, banyak vendor smartphone yang berlomba-lomba di Tiongkok termasuk Apple dan Samsung.

Korea International Trade Association melaporkan total pemakaian smartphone berdasarkan merek di Tiongkok. Ternyata, pengguna gadget di Tiongkok lebih banyak menggunakan gadget Apple ketimbang Samsung.

Total pengguna iPhone mencapai 171 juta orang di Tiongkok. Sedangkan, pengguna smartphone Samsung hanya 48 juta orang. Hebatnya, sebanyak 53,4 persen pengguna iPhone akan memilih menggunakan merek yang sama. Sedangkan, hanya 7,2 persen saja yang akan kembali membeli smartphone buatan Samsung seperti dikutip Apple Insider.

Bahkan, Samsung tidak berdaya melawan smartphone bikinan lokal Tiongkok seperti Huawei, Oppo, Vivo dan Xiaomi. Di bawah Apple, ada Huawei yang memiliki jumlah pengguna sebanyak 132 juta orang, Oppo sebanyak 124 juta orang, Vivo sebanyak 108 juta orang dan Xiaomi sebanyak 68 juta orang.

Samsung kewalahan menghadapi serangan smartphone lokal karena smartphone Huawei, Oppo, Vivo, dan Xiaomi menawarkan harga yang terjangkau.

Laporan itu mengungkapkan sebanyak 64 persen smartphone yang terjual di Tiongkok pada kuartal kedua 2017 memiliki banderol 300 dollar AS atau sekitar Rp3,9 juta. Sedangkan, smartphone yang memiliki harga di atas 600 dollar AS atau sekitar Rp7,9 juta hanya meraup 6,4 persen.

Tiongkok sendiri adalah pasar smartphone terbesar di dunia, sehingga pangsa pasar di negara tersebut sangat penting bagi para vendor.

Dari sejumlah merek Tiongkok, Huawei merupakan yang paling besinar di pasar global. Berdasarkan riset Counterpoint, Huawei berhasil menduduki peringkat dua di pasar smartphone global untuk periode Juni dan Juli 2017. Posisi yang sebelumnya ditempati oleh Apple.

Insiden recall Galaxy Note 7 tampaknya tidak mempengaruhi penjualan Galaxy Note 8 dan membuat Samsung bisa bernafas lega. Pemesanan Galaxy Note 8 berhasil tembus 395 ribu pada hari pertamanya di Korea Selatan.

Pencapaian itu merupakan prestasi luar biasa bagi Samsung, menyusul Galaxy Note sebelumnya membutuhkan waktu 13 hari untuk mencapai 350 ribu unit. Angka pemesanan Galaxy Note 8 itu baru di Korea Selatan (Korsel), belum termasuk negara-negara lainnya seperti Amerika Serikat (AS).

Samsung Amerika mengklaim jumlah pemesanan Galaxy Note 8 di daerahnya, mengalahkan jumlah semua pre-order Galaxy Note sebelumnya. Rekor pemesanan gadget Samsung di Korea Selatan sendiri dipegang oleh Galaxy S8 dan Galaxy S8+ dengan rekor pemesanan 550.000 unit dalam waktu 48 jam seperti dikutip Phone Arena.

Di Indonesia, pre-order Samsung Galaxy Note 8 telah berjalan sejak Jumat pukul 00.00 WIB. Samsung Indonesia menggandeng Blibli.com sebagai mitra utamanya.

Namun, pre-order itu juga dibuka di beberapa marketplace lain seperti Lazada, Bhinneka, Elevenia, Erafone, JD.id, Telesindo, Tokopedia, Hartono, dan Dinomarket. Sejumlah operator seperti XL dan Smartfren pun ikut membuka keran pemesanan Galaxy Note 8.

Pre-order Galaxy Note8 sendiri ditawarkan dengan dua alternatif paket, yakni paket reguler Rp 12,99 juta dan paket produktivitas Rp 13,49 juta.

Samsung resmi meluncurkan tablet terbaru Galaxy Tab A (2017) yang menyasar pasar menengah dengan harga terjangkau. Galaxy Tab A (2017) menggantikan Samsung Galaxy Tab A2 S.

Samsung Galaxy Tab A (2017) mengusung layar 8 inci dengan resolusi 1280 x 800 pixel, Qualcomm Snapdragon 425 quad-core 1.4GHz, RAM 2 GB dan memori internal 16 GB serta sistem operasi Android 7.1 Nougat.

Berbicara desain, tampilan Galaxy Tab A (2017) tidak jauh berbeda dengan tablet Samsung lainnya seperti satu tombol fisik yang berfungsi sebagai tombol home, desain smooth edges pada sisi sampingnya.

Tablet itu memiliki ukuran 212.1 x 124.1 x 8.9 mm dan berat 364g sehingga sangat nyaman di tangan. Untuk konektivitasnya, tablet itu mengusung Blutooth v4.2, port USB yang terpasang, microUSB v2.0, dan navigasi berupa GPS dengan GLONASS / Beidou seperti dikutip Phone Arena.

Untuk kamera, Samsung Galaxy Tab A (2017) mengusung kamera belakang 8 megapixel dan kamera depan 5 megapixel. Tablet itu menggunakan baterai berkapasitas 5.000 mAh yang mampu bertahan hingga 14 jam (Video Playback).

Tablet ini baru tersedia di Vietnam dengan banderol USD285 atau sekitar Rp3,7 juta.

Samsung Galaxy Note 8 bisa berfungsi seperti PC mini saat dipasangkan dengan DeX Station dan layar monitor.

Samsung Indonesia sudah resmi membuka periode pemesanan (pre-order) untuk Samsung Galaxy Note 8 mulai hari ini, Jumat (8/9), sampai Sabtu (18/9).

Pemesanan bisa dilakukan di situs resmi Samsung (http://www.galaxylaunchpack.com) yang kali ini bekerjasama dengan situs e-commerce Blibli.com.

Di situs tersebut, konsumen dapat memilih di antara dua paket, yaitu paket reguler dan paket khusus berupa Productivity Package. Perbedaannya terletak pada harga dan kelengkapan aksesoris pendukung.

Paket reguler terdiri dari 1 unit Galaxy Note 8 ditambah 1 unit speaker nirkabel AKG by Harman yang diberikan gratis. Harga paket reguler adalah Rp12.999.000. Sedangkan paket khusus berisi 1 unit Galaxy Note 8, 1 unit Samsung DeX Station, dan 1 set aplikasi Microsoft Office 365 Personal. Harga paket khusus adalah Rp13.499.000.

Hebatnya, konsumen langsung menyerbu paket khusus Galaxy Note 8 hingga saat ini, stok paket khusus dinyatakan habis.

Paket produktivitas Galaxy Note 8 habis dipesan.

Memang dengan selisih harga Rp500 ribu saja, konten paket khusus menjanjikan pengalaman yang lebih produktif, khususnya bagi para pengguna yang gemar bekerja mobile. Pasalnya, pengguna cukup memasang Galaxy Note 8 pada DeX Station, lalu menghubungkannya ke layar monitor, sehingga Note 8 dapat difungsikan layaknya PC mini.

Sayangnya, paket khusus Galaxy Note 8 tampaknya baru tersedia di situs resmi Samsung. Berdasarkan pantauan kami, situs-situs e-commerce lain, seperti Elevenia dan Erafone, hanya menawarkan paket reguler Note 8 dengan iming-iming cicilan nol persen dan cashback hingga Rp800 ribu untuk kartu kredit tertentu.

Samsung sendiri mematok target penjualan Galaxy Note 8 sebanyak lebih dari 11 juta unit di seluruh dunia demi mengalahkan rekor yang dipegang Galaxy Note 5.

Dari sisi spesifikasi, Galaxy Note 8 mengusung layar Super AMOLED 6,3 inci dengan resolusi 1.440 x 2.960 pixel, prosesor Exynos 8895 Octa, RAM 6 GB, ROM 64 GB, baterai 3.300 mAh, OS Android 7.1.1 Nougat, serta kamera ganda 12 MP + kamera depan 8 MP.

Ilustrasi Samsung Galaxy S9

Saat ini Samsung dan Apple masih mendominasi penjualan smartphone di dunia. Meskipun Samsung masih berada di posisi puncak, Apple akan terus menempel ketat Samsung dan siap menjungkalkannya dengan iPhone generasi terbarunya.

Sebaliknya, Samsung akan memutar otak untuk menghambat penjualan iPhone 8 yang akan hadir pada bulan ini dengan memajukan waktu peluncuran Galaxy S9.

Samsung melihat euforia iPhone 8 akan bertahan hingga awal tahun depan. Karena itu, Samsung tidak ingin para pelanggan berlarut-larut ke dalam euforia iPhone 8 dengan mempercepat proses pengembangan Samsung Galaxy S9 dan meluncurkannya pada Januari 2018.

Padahal, Samsung biasa meluncurkan varian Galaxy S pada Maret dan April atau mendekati ajang Mobile World Congress (MWC). Tahun ini saja, Samsung telah meluncurkan Samsung Galaxy S8 pada Maret 2017 seperti dikutip Phone Arena.

Sumber internal menyebutkan, Samsung akan mendapatkan pasokan panel OLED Galaxy S9 pada November 2017, dua bulan lebih cepat daripada sebelumnya. Biasanya, komponen layar akan terlebih dahulu dikirim ke lini perakitan dan baru menyusul komponen lainnya.

Sejauh Samsung masih bungkam dengan peluncuran Samsung Galaxy S9 karena Samsung masih fokus dengan pemasaran Galaxy Note 8 yang akan dipasarkan ke berbagai negara, termasuk Indonesia.

Bocoran Spesifikasi

Rumor yang beredar, Samsung Galaxy S9 akan memiliki nomor model SM-G960, mengingat Galaxy S8 memiliki nomor model SM-G950 dan Galaxy S8 Plus SM-G955.

Samsung akan meluncurkan smartphone Galaxy S9 dan Galaxy S9 Plus yang masing-masing memiliki layar QHD+ 5,7 dan 6,2 inci dengan aspek rasio 18,5:9 dan teknologi Infinity Display.

Samsung Galaxy S9 akan mengusung chipset Snapdragon 845, RAM 4GB, memori internal 64 GB dan sistem operasi (OS) Android 8.0. Samsung juga akan memasang kamera ganda pada Galaxy S9, mengikuti jejak Galaxy Note 8 yang sudah terlebih dahulu mengusung kamera ganda.

Samsung langsung tancap gas dan resmi meluncurkan Samsung Galaxy J7 Plus yang menawarkan kamera ganda di Thailand. Padahal, baru pekan lalu, Samsung meluncurkan Galaxy Note 8 yang juga mengandalkan kamera ganda.

Hanya saja, harga Samsung Galaxy J7 Plus lebih terjangkau dari Galaxy Note 8.

Samsung Galaxy J7 Plus mengusung layar Super AMOLED 5.5 inci dengan resolusi 1080 x 1920 pixel, chip prosesor Exynos 7870, RAM 4 GB, media penyimpanan 32 GB dan microSD hingga 256 GB.

Samsung Galaxy J7 Plus menawarkan baterai sebesar 3.000 mAh lebih kecil dibandingkan baterai Galaxy J7 Pro dan J7 yang masing-masing memiliki baterai 3.600 mAh.

Samsung Galaxy J7 Plus sudah tampil di situs Samsung Thailand dan menyasar pasar menengah dengan kamera ganda vertikal di bodi belakangnya.

Kamera ganda Samsung Galaxy J7 Plus menawarkan resolusi 13 megapixel dengan lensa bukaan f/1.7 dan 5 megapixel dengan lensa berbukaan f/1.9 yang mampu menangkap data jarak subyek untuk membuat simulasi efek depth of field (bokeh).

Untuk kamera selfie, Samsung Galaxy J7 Plus menawarkan kamera selfie 16 megapixel dengan bukaan lensa f/1.9.

Samsung Galaxy J7 Plus menawarkan sistem operasi Android Nougat, pemindai sidik jari di tombol home, always-on display, dan tombol khusus untuk meluncurkan asisten virtual Bixby.

Samsung Thailand membanderol Galaxy J7 Plus senilai 12.900 baht atau sekitar Rp5,2 juta.

Layar Galaxy Note 8

Samsung kembali mempertahankan rekor sebagai pabrikan smartphone yang selalu menghadirkan smartphone dengan kualitas layar terbaik di dunia. Perusahaan penguji layar smartphone Display Mate menobatkan Galaxy Note 8 sebagai smartphone dengan layar terbaik di dunia pada tahun ini dengan skor A+.

Sebelumnya, Display Mate juga telah menobatkan Samsung Galaxy S8 sebagai smartphone dengan kualitas layar terbaik di dunia dengan skor A+.

Galaxy Note 8 mengusung layar AMOLED 6,3 inci dengan rasio 18,5:9 dan tingkat kecerahan 22 persen lebih tinggi dari Galaxy S8 seperti dikutip CNET.

Menurut Display Mate, Galaxy Note 8 memiliki tingkat brightness hingga 1.200 ntts (satuan unit untuk mengukir intensitas cahaya). Sedangkan, tingkat kecerahan Galaxy S8 hanya mencapai 1.000 nits.

Tingkat kecerahan layar sangat meningkatkan pengalaman pengguna terutama ketika menggunakan Galaxy Note di bawah sinar matahari.

Selain itu, warna asli keseluruhan alias native color gamut pada Galaxy Note 8 jauh lebih besar ketimbang Galaxy S8. Mata pengguna bakal dimanjakan ketika melihat visual warna-warni dengan ambient tinggi.

Tak cuma itu, tingkat akurasi warna Galaxy Note 8 mendekati sempurna seperti penglihatan mata manusia.

Bagi pecinta film, Galaxy Note 8 sudah tersertifikasi dengan UHD Alliance untuk HDR Premium di mobile. Pengguna bisa memutar film 4K HDR yang diproduksi televisi-televisi 4k UHD Premium.

Galaxy Note 8 juga memiliki fitur White Point yang memungkinkan pengguna bisa mengatur keseimbangan warna putih layar, fitur Night Mode untuk menjaga kesehatan mata dan sensor cahaya ganda untuk meningkatkan pengaturan automatic brightness.

TERBARU

Apple memulai penjualan perdana iPhone 8 mulai hari ini. Namun, berbeda dibandingkan dengan pendahulunya, iPhone 8 tergolong sepi pembeli. Di Australia, hanya ada kurang dari 30 orang yang mengantre di depan toko resmi Apple pagi ini.