Find Us On Social Media :

Cloud Computing dan Keresahan di Balik Pembukaan Asian Games 2018

By Wisnu Nugroho, Jumat, 7 Desember 2018 | 13:04 WIB

Suasana Pembukaan Asian Games 2018

Mengawali tugasnya, Pandji langsung melakukan audit atas infrastruktur TI yang sejak awal dibangun di atas teknologi cloud.  “Saat itu kami langsung menemukan, sistem security masih sangat lemah” ujar Pandji. Tim Inasgoc kemudian meminta bantuan Microsoft, yang kemudian melakukan audit dan menyampaikan rekomendasi. “Semua rekomendasi tersebut kemudian kami jalankan” cerita Pandji.

Pandji Choesin (IT Director Inasgox, kiri), Galib Machri (Director KDI, tengah), dan Hariz Izmee (President Director Microsoft Indonesia) saat menceritakan kisah di balik infrastruktur TI Asian Games 2018

Untuk menyempurnakan infrastruktur yang ada, tim Inasgoc dibantu Kreatif Dinamika Integrasi (KDI), yang merupakan salah satu mitra Microsoft di Indonesia. Galib Machri (Director KDI), ingat betul tekanan yang harus dihadapi timnya untuk membangun infrastruktur tersebut. “Kami harus up 150 application server yang saling terkoneksi dalam waktu satu minggu” cerita Galib.

Tantangan semakin besar karena regulasi Pemerintah RI mengharuskan data pribadi atlet (seperti kartu identitas dan paspor) harus disimpan di Indonesia. Dengan kata lain, Inasgoc dan KDI harus memilah data mana yang bisa “dilempar” ke cloud dan data mana yang harus disimpan di Indonesia.

Namun tantangan ini dapat dijawab melalui solusi Azure Stack. Azure Stack sendiri adalah solusi hybrid cloud yang menempatkan teknologi Azure di server on-premise. Jadi secara fisik, server berada di Indonesia. Namun teknologi di dalam server tersebut berbasis Azure dan mudah diintegrasikan dengan infrastruktur Azure untuk publik.

Dengan begitu, KDI bisa mengintegrasikan seluruh infrastruktur TI Asian Games 2018 dalam satu sistem dengan tetap mematuhi aturan data confidentiality yang digariskan pemerintah.

Yang kian membanggakan, Asian Games 2018 adalah pesta olahraga Asia pertama yang sepenuhnya menggunakan teknologi cloud. “Semua partner yang terlibat di penyelenggaraan Asian Games 2018 ini belum ada yang punya pengalaman di cloud” tambah Galib.

Bagi Pandji, keberhasilan ini berarti juga menuntaskan misinya untuk menginspirasi anak muda Indonesia. “Saat ditunjuk, tugas saya tidak cuma membuat Asian Games berjalan lancar” ungkap Pandji.

“Namun saya dan tim juga harus menginspirasi generasi muda Indonesia, bahwa mereka bisa mengambil kesempatan di era teknologi di masa depan”.