Find Us On Social Media :

Ketika Microsoft Justru Menjelek-jelekkan Office 2019 Miliknya

By Wisnu Nugroho, Selasa, 12 Februari 2019 | 16:13 WIB

Microsoft mendorong pengguna menggunakan Office 365 dibanding Office 2019

Lain halnya pada Office 2019. Jika misalnya tahun depan Microsoft merilis Office 2020, pilihan tetap ada di tangan konsumen. Jika konsumen tidak tertarik dengan fitur-fitur baru Office 2020, mereka memiliki pilihan untuk terus menggunakan Office 2019. Hal inilah yang terjadi selama ini, ketika masih banyak konsumen yang menggunakan Office 2010 atau 2013 meski support resminya sebenarnya sudah habis.

Langkah yang dilakukan Microsoft ini memang bukan hal yang baru. Adobe telah melakukannya untuk program penyunting gambar andalannya, seperti Photoshop atau Illustrator, melalui layanan Creative Cloud. Adobe bahkan tidak lagi menyediakan versi beli putus untuk aplikasi itu.

Menggunakan layanan berbasis cloud seperti Office 365 sebenarnya memang memiliki beberapa keuntungan. Jika ingin menambahkan fitur baru, Microsoft bisa langsung memasang di sisi server dan seluruh pengguna Office 365 bisa langsung memanfaatkannya. Dan meski berbasis cloud, pengguna sebenarnya tetap bisa menggunakan Office 365 ketika offline atau tidak terhubung ke internet.

Namun tetap saja, menggunakan layanan cloud ibarat Anda mengontrak rumah. Di satu sisi nyaman, tinggal pakai, dan (relatif) murah, namun di sisi lain harus pasrah jika pemilik kontrakan menaikkan harga kontrakan. Sementara beli putus software seperti beli rumah sendiri, ketika Anda bisa bebas menggunakan kapan saja.

Nah, pilih mana?