Find Us On Social Media :

Terpukul, Pertumbuhan IT Spending Asia Pasifik Hanya 1,2% Tahun Ini

By Liana Threestayanti, Minggu, 5 April 2020 | 16:00 WIB

Akibat COVID-19, pertumbuhan pengeluaran untuk TI (IT spending) di Asia Pasifik tanpa China dan Jepang (APEJC) diprediksi IDC anjlok dari 5,2% menjadi 1,2%.

Devices (yang mencakup Personal Computing, Mobile Phones dan Peripherals) masih menjadi kontributor utama IT spending keseluruhan. Pengeluaran di kategori ini berkontribusi sekitar 80% dari keseluruhan pengeluaran untuk hardware.  

Dalam skenario terburuk, penjualan device akan sangat terdampak baik di sisi supply maupun demand. Pertumbuhannya diperkirakan  -3%, sementara sebelumnya diperkirakan pertumbuhan IT spending untuk device menacapi +3% tahun ini.

Software

Pengeluaran untuk software pun diperkirakan akan menurun akibat dampak COVID-19 terhadap sektor transportasi, manufaktur, retail, layanan personal dan konsumen, serta perbankan (lending). Dan penurunan pertumbuhan ini akan dirasakan oleh hampir semua kategori pasar software, seperti Application Development and Deployment, Applications, dan System Infrastructure Software. Namun ada pengecualian yaitu di kategori digital workplace, cloud platform dan automation. 

IT Services

IT services spending yang semula diperkirakan akan tumbuh hingga 5,6%, kini prediksi pertumbuhannya di tahun 2020 ini dikoreksi menjadi menjadi 4,6%. Hal ini karena perusahaan melakukan negosiasi ulang terhadap kontrak dengan vendor, terutama untuk perusahaan yang akan memperlanjang atau memperbarui kontrak   Keseluruhan pasar services di APEJ akan mengalami pukulan berat dalam 8 sampai 9 bulan pertama di tahun ini, dan diharapkan kembali normal di bulan-bulan yang tersisa di 2020 (dengan asumsi wabah berhasil diatasi awal kuartal ke-3). 

Data IDC IT Market Spending ini bersumber dari  Worldwide Black Book Live Edition, yang diperbarui tiap bulannya dan berisi prediksi IT spending terbaru untuk pertumbuhan tahunan di 100 negara.