Find Us On Social Media :

Era Cloud Kian Gemilang, Konektivitas Harus Jadi Andalan

By Fathia Yasmine, Senin, 9 November 2020 | 10:11 WIB

Ilustrasi integrasi cloud di era digitalisasi

Munculnya pandemi yang terjadi selama beberapa bulan terakhir, secara tidak langsung ikut mengubah tatanan proses bisnis perusahaan. Jika biasanya kolaborasi dan akses data dilakukan lewat on-premise, kini proses berbagi dan bertukar data mulai dilakukan dengan bantuan cloud.

Berdasarkan laporan bertajuk 2020 Progress Data Connectivity Report (2020), lebih dari 56 persen perusahaan di Amerika Serikat yang mulai memikirkan penggunaan cloud di tahun ini. Adopsi cloud juga mulai dipertimbangkan oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia karena efesiensi data serta keamanan yang ditawarkannya.

Meski begitu, laporan ini juga menyebut bahwa adopsi cloud tetap tak lepas dari berbagai kendala. Salah satunya yaitu masalah konektivitas, terutama ketika perusahaan mulai mengintegrasikan data cloud dengan on-premise.

Untuk itu, perusahaan tak hanya perlu memerhatikan proses implementasi cloud, konektivitas internet yang mumpuni pun harus diprioritaskan. Mengingat tanpa koneksi internet, perusahaan tentu tidak bisa mengembangkan infrastrukturnya di cloud.

Baca Juga: Gak Cuma Hiburan, Ini Manfaat Samsung Galaxy Tab A7 Hadapi New Normal

Agar produktivitas kian maksimal, laman Windstream menyebut satu pengguna setidaknya memerlukan bandwidth minimum 80 kbps untuk mengakses cloud. Namun, kebutuhan ini tentu akan meningkat tergantung dengan jumlah user.

Artinya, semakin besar penggunaan, maka semakin besar juga bandwidth yang harus disediakan perusahaan. Hal ini tentu jadi permasalahan baru, apalagi investasi jaringan internet kerap membutuhkan biaya investasi yang tinggi di muka. Padahal, tujuan awalnya yaitu ingin menekan biaya tambahan di tengah situasi ekonomi saat ini.

Salah satu solusi yang dapat dipilih perusahaan untuk mengatasi hal tersebut adalah memanfaatkan layanan Network-as-a-Service (NaaS). Dikutip dari laman Data Flair, NaaS merupakan sebuah layanan yang menyediakan infrastruktur jaringan pada pelanggan, sehingga pelanggan dapat menikmati konektivitas yang dapat diandalkan, aman, dan cepat.

Ruang lingkup yang lebih luas

Berbeda dengan sistem konvensional yang hanya menyediakan koneksi internet, NaaS justru memiliki scope yang lebih lengkap. Terutama jika perusahaan merupakan pemain skala besar. Lewat NaaS, perusahaan tak hanya bisa menikmati integrasi data center antar headquarter dengan kantor cabang, tetapi juga integrasi antar perangkat Internet of Things (IoT).  

Baca Juga: Laku Keras, Switch Genjot Keuntungan Nintendo Melonjak Selama Pandemi

Selain itu, layanan ini juga memfasilitasi karyawan yang bekerja dari rumah melalui koneksi aman menuju cloud saat mentrasfer atau mengakses data. Bahkan, laman Dzone menyebut penggunaan NaaS dapat menekan 20-30 persen biaya TI perusahaan.