Find Us On Social Media :

Alia: Aplikasi Manajemen Keuangan Berbasis AI untuk Generasi Muda

By Rafki Fachrizal, Rabu, 25 Agustus 2021 | 21:30 WIB

Nadia Fadhila (COO dan Co-founder Alia) dan Nadia Amalia (CEO dan Co-founder Alia)

Ilustrasi Fitur di Aplikasi Alia

Sedangkan fitur rekomendasi pintar, dapat membantu pengguna untuk menjaga keuangannya. “Contohnya, setiap malam biasanya pengguna mengecek keuangannya di aplikasi Alia. Dengan mengecek keuangan itu, bisa melihat rekomendasi pintar berbasis AI untuk membantu pengguna mengatur keuangannya lebih baik,” tambah Nadia.

Fitur lain yang dimiliki Alia yaitu konsultasi finansial. Fitur ini membantu pengguna untuk berkonsultasi terkait keuangannya. “Fitur ini didukung oleh para konsultan keuangan berpengalaman yang siap melayani nasabah yang membutuhkan konsultasi lebih jauh terkait pengelolaan keuangannya,” cetus perempuan lulusan Master of Finance dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) itu.

Tercatat, aplikasi yang sudah tersedia di App Store dan Play Store ini telah memiliki 20.000 pengguna, dengan nilai transaksi sebesar Rp2.5 triliun. Selain itu, menariknya rata-rata anak muda yang telah menggunakan aplikasi Alia juga berhasil menabung sekitar 20 persen perbulan dari penghasilannya.

Untuk penggunanya sendiri, rata-rata merupakan anak muda yang tinggal di kota besar di Indonesia dengan penghasilan Rp4 juta hingga Rp6 juta perbulan untuk fresh graduate. Untuk perbandingan jenis kelamin para penggunanya, Nadia menuturkan pengguna aplikasi Alia 50 persen laki-laki dan 50 persen perempuan.

Berbicara model bisnis, dikarenakan sekarang aplikasi Alia masih dalam tahap beta, jadinya ditawarkan secara gratis. Namun ke depannya, Alia akan menerapkan commission fee dari fiturnya, seperti rekomendasi pintar.

“Untuk model bisnis, apa yang sebenarnya kami ingin tawarkan adalah balik lagi ke competitive advantage kami di bagian rekomendasi pintar. Jadi kami ingin menawarkan berbagai macam produk keuangan di platform kami. Jadi sebagai contoh, kami melihat rata-rata pengguna kami itu saving 20 persen untuk menabung beli rumah, nah itu kami akan menawarkan produk investasi apa yang cocok untuk mereka membeli rumah tersebut. Nantinya, kami itu akan mengenakan commision fee dari rekomendasi yang kami tawarkan,” terang Nadia.

“Dan dari situ juga, pengguna bukan hanya mendapatkan rekomendasi investasi, tapi juga akan terintegrasi juga dengan produk-produk yang mereka bisa beli untuk mencapai tujuan mereka. Jadi hal tersebut adalah hal yang akan kami tawarkan dan model bisnis utama bagi Alia,” tambah Nadia lagi.

Di tahap selanjutnya, dengan model bisnis tersebut, Alia juga ingin menjadi seperti 24/7 financial advisor yang membantu anak muda Indonesia untuk memilih produk investasi atau produk keuangan yang tepat untuk mencapai tujuan keuangan mereka.

Ikuti Program Startup Studio Indonesia

Alia sendiri merupakan salah satu startup asal tanah air yang mengikuti program Startup Studio Indonesia (SSI) yang diselenggarakan Kominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika).

Selama mengikuti program ini, Nadia mengaku bahwa ia bersama pendiri Alia lainnya terbantu dalam berbagai aspek, khususnya dalam hal pengembangan produk.

“Jadi kalau misalnya bisa disimpulkan, ada dua hal yang sangat membantu. Pertama adalah seperti diketahui tujuan SSI sendiri adalah membantu pendiri startup mencapai product-market fit. Kami sangat melihat impact-nya dari kegiatan founder camp dan one-on-one coaching di mana SSI sangat membantu kami untuk bagaimana sih memecahkan masalah untuk pengguna kami. Sehingga, dalam pengembangan kami enam bulan ke depan itu menjadi lebih terstruktur dan terencana setelah kami join program ini,” papar perempuan yang telah mengajar literasi keuangan kepada lebih dari 30,000 orang di Indonesia itu.

Selain itu, sebagai pendiri startup yang merupakan perempuan, Nadia merasa bahwa SSI sangat mendukung ia dan tim-nya dengan mengenalkan pendiri-pendiri statup perempuannya lain yang bisa membantu Alia dalam memajukan bisnisnya.

“Jadi dari segi networking, SSI juga menjadi salah satu batu loncatan kami untuk di skena startup indonesia. Selama tiga bulan, ini tim Alia merasa SSI adalah salah satu program akselerator terbaik yang pernah diikuti selama ini,” pungkas Nadia.

Baca Juga: Shox Rumahan: E-commerce Penyedia Kebutuhan Rumah yang Targetkan Komunitas Perdesaan

Baca Juga: Justika: Membuat Layanan Hukum Menjadi Lebih Praktis dan Terjangkau