Find Us On Social Media :

Jadi Bagian Penting Transformasi Digital, Apa Itu Cloud Computing?

By Liana Threestayanti, Rabu, 25 Mei 2022 | 22:21 WIB

Ilustrasi cloud computing

Cloud computing, atau komputasi awan, kini telah menjadi bagian penting dalam perjalanan transformasi digital dari banyak organisasi dan perusahaan di dunia, termasuk di Indonesia. Nah, apa itu cloud computing?

"Tidak ada strategi bisnis tanpa strategi cloud," ujar Milind Govekar, Distinguished Vice President, Gartner, seperti dikutip dari Livemint.com. Pernyataan Govekar itu menggambarkan berapa krusialnya peran cloud computing bagi bisnis saat ini. 

Tren cloud ini kian menemukan momentumnya saat pandemi COVID-19 merebak. Cloud computing memungkinkan karyawan terus bekerja saat perusahaan harus menerapkan kebijakan work from home.

Gartner memprediksi, 85 persen organisasi di dunia akan mengadopsi prinsip cloud-first pada tahun 2025.

Prediksi Gartner lainnya adalah pada tahun 20250, lebih dari 95% digital workload baru secara global akan di-deploy di platform cloud-native. Padahal pada tahun 2021, persentasenya baru 30%.

Apa itu cloud computing? Ada banyak definisi komputasi awan. Tapi sederhananya, cloud computing adalah sebuah model layanan yang memungkinkan pelanggan/pengguna teknologi informasi memperoleh sumber daya komputasi, yang mencakup server, storage, database, networking, software, dan analytics, melalui internet. Istilah "cloud" atau "awan" di sini digunakan sebagai metafora dari internet, seperti biasa digambarkan dalam diagram jaringan komputer.

Sumber daya komputasi ini dihantarkan ke pelanggan/pengguna sesuai permintaan (on demand) dengan harga sesuai pemakaian (pay as you go). 

Contoh penggunaan cloud yang paling dekat dengan kita adalah layanan e-mail. Jika Anda berlangganan e-mail berbasis web, seperti Gmail atau Yahoo!Mail, Anda telah menggunakan cloud computing.

Cara Kerja Cloud

Bagaimana cara kerja sistem cloud computing? Untuk lebih memahami cara kerjanya, mari kita bagi sistem cloud dalam dua bagian: front end dan back end. Keduanya terhubung  melalui sebuah jaringa, yang biasanya adalah internet. Front end adalah sisi yang dilihat oleh pengguna. Sementara back end adalah cloud.

Sisi front end terdiri dari komputer klien dan aplikasi yang dibutuhkan untuk mengakses cloud. User interface dari setiap sistem cloud mungkin akan berbeda. Layanan e-mail berbasis web, misalnya, memanfaatkan browser web sebagai “pintu masuk” pengguna ke sistem cloud milik penyedia layanan e-mail. Sistem cloud lain mungkin menggunakan aplikasi yang berbeda untuk mengakses layanan cloud. 

Di sisi back end, terdapat komputer, server, dan storage yang membentuk “awan” bagi layanan komputasi. Sebuah server pusat bertugas mengelola sistem, yaitu memantau traffic dan permintaan klien untuk memasikan semua berjalan dengan lancar.  Server pusat ini mengikuti seperangkat aturan yang disebut protokol dan menggunakan software khusus yang disebut middleware. Middleware memungkinkan komputer-komputer yang ada di jaringan untuk berkomunikasi satu sama lain.