Find Us On Social Media :

Solusi GBG Terbukti Ampuh Cegah Fraud di Industri Perbankan Indonesia

By Rizal, Rabu, 27 Juli 2022 | 21:35 WIB

Business Development Manager GBG Stephen Tjokro

Saat ini industri perbankan Indonesia berlomba-lomba melakukan transformasi digital untuk meningkatkan pelayanan dan meraih banyak nasabah. Sayangnya, ancaman serangan fraud mengancam pertumbuhan industri perbankan yang masif di Indonesia

Studi Report to The Nations pada 2020 oleh Association of Certified Fraud Examiners (ACFE) mengungkapkan Indonesia menjadi negara dengan kasus fraud/penipuan keuangan terbanyak dari sebanyak 16 negara Asia Pasifik yang diteliti. Dalam setahun, kasus fraud keuangan di Indonesia mencapai 36 kasus, diikuti China sebanyak 33 kasus dan Australia 29 kasus.

Karena itu, perusahaan manajemen fraud global dan intelijen data GBG mengatakan serangan fraud adalah ancaman serius bagi industri perbankan karena memberikan dampak negatif yang besar seperti kerugian finansial, rusaknya sistem kredit, hukuman pinalti dari regulator hingga hancurnya reputasi sebuah perusahaan perbankan.

Business Development Manager GBG Stephen Tjokro mengatakan regulasi perbankan saat ini di Indonesia mewajibkan perusahaan perbankan memiliki solusi untuk mengantisipasi ancaman fraud yang menyebabkan banyak kerugian. Apalagi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah merilis Peraturan nomor 39/POJK.03/2019 mengenai penerapan Strategi Anti Fraud (Fraud Detection Strategy) Bank Umum.

"Ancaman serangan fraud ini nyata dan banyak perbankan yang menjadi korban. GBG memberikan solusi keamanan yang sudah terbukti dalam mengatasi fraud di perbankan Indonesia," katanya di Jakarta, Rabu (27/7).

Bank Indonesia (BI) juga merilis pasal-pasal yang mewajibkan adanya prosedur dan sistem pengelolaan fraud bagi penyelenggara infrastruktur sistem pembayaran. Sebagaimana tertuang dalam PBI nomor 23/7/PBI/2021, sehingga di tahun 2022 ini, penerapan Fraud Detection Strategy ini sudah menjadi kewajiban bagi institusi perbankan dan keuangan.

Para pelaku kejahatan siber sering menggunakan bot sebagai identitas palsu dalam membuat akun nasabah bank sehingga dapat mengelabui bank. Apalagi saat ini banyak perbankan yang sudah banyak beralih ke digital sehingga pendaftaran nasabah dapat dilakukan secara online tanpa perlu datang ke kantor cabang bank.

"Solusi kami dapat mengetahui fraud ini dalam hitungan detik bahkan milidetik. Ciri-ciri bot berbeda dengan orang yang biasa yang membutuhkan spasi. Sedangkan, bot tidak perlu. Solusi kami dapat mempelajari perilakukanya," ujarnya.

GBG Intelligence Center

GBG Intelligence Center adalah salah satu dari modul utama fraud engine milik GBG, Manajemen Risiko Digital, dan platform Intelijen. Kemampuan Intelligence Center milik GBG dapat membantu organisasi untuk melakukan proses validasi dan verifikasi yang lebih baik, serta menilai profil, perilaku, dan tujuan dari individu atau entitas lainnya di seluruh cabang, web, perangkat bergerak, dan aplikasi. GBG Intelligence Center juga dapat mengubah data mentah menjadi intelijen data untuk meningkatkan akurasi dan deteksi penipuan.

GBG telah membantu Lembaga Keuangan (LK) tingkat atas di Indonesia dalam mendeteksi dan mencegah kejahatan keuangan yang kompleks sejak tahun 2006 dan beberappelanggannya di Indonesia termasuk lima dari tujuh bank BUKU 4.

Intelligence Center memiliki 9 kategori kemampuan peningkatan deteksi penipuan yang terhubung dengan teknologi dan mitra data yang terbaik.