Find Us On Social Media :

Ini Strategi AWS untuk Kembangkan Budaya Inovasi di Kalangan Startup

By Rafki Fachrizal, Rabu, 21 September 2022 | 19:15 WIB

Ilustrasi AWS (Amazon Web Services)

Inovasi merupakan kunci bagi sebuah perusahaan agar bisnisnya semakin berkembang dan disukai pelanggan.

Priya Lakshmi, Head of Startup Business, ASEAN, AWS (Amazon Web Services), mengatakan bahwa inovasi AWS dimulai dan diakhiri dengan pelanggan.

Dengan mencari tahu apa yang pelanggan butuhkan, inginkan, serta hal-hal yang menurut mereka dapat ditingkatkan, AWS mampu memahami secara mendalam situasi dan konteks mereka untuk berinovasi bagi pelanggan.

"Bekerja mundur dari kebutuhan pelanggan membantu kami menemukan cara untuk mengejutkan dan menyenangkan pelanggan kami. Ini bukan hanya tentang menjadi dekat dengan pelanggan dan menanyakan apa yang mereka inginkan, tetapi memahami situasi dan konteks mereka secara mendalam sehingga kami dapat berinovasi untuk mereka. Di AWS, kami melakukannya dengan cara mengelompokkan inovasi di sepanjang empat koridor berbeda, yakni budaya, organisasi, arsitektur dan mekanisme,” lanjut Priya.

“Budaya mengacu kepada perekrutan orang-orang untuk mengoperasikan sistem inovasi kami sesuai dengan sistem kepercayaan umum kami. Pilar kedua yang mendorong inovasi kami adalah organisasi: bagaimana kami mengatur bisnis kami agar cepat dan lincah? Ini mungkin salah satu perbedaan terbesar antara startup dan perusahaan tradisional, dan merupakan salah satu faktor utama yang memungkinkan mereka tumbuh dengan cepat,” ujar Priya.

AWS sendiri memiliki istilah khas untuk caranya mengatur SDM agar dapat mengoptimalkan inovasi dan eksekusi ide, yang disebut dengan two-pizza teams.

Menurut analogi ini, sebuah tim tidak boleh menghabiskan lebih dari dua porsi pizza; dengan kata lain, masing-masing tim terdiri dari 10 orang atau kurang.

Karena tim yang berukuran lebih kecil dapat membuat keputusan dengan lebih cepat, konsep two-pizza teams dipercaya semakin mendorong inovasi untuk para pelanggannya.

Priya Lakshmi, Head of Startup Business, ASEAN, AWS (Amazon Web Services).

“Kemudian, Arsitektur kami yang dibangun di atas teknologi cloud mendukung dan mempercepat laju inovasi dengan tiga cara: membuat prototipe dengan sangat cepat, tanpa menanggung biaya yang mahal jika memang terjadi kegagalan, dan kemampuan untuk meningkatkan skala operasional dalam waktu singkat, sesuai pertumbuhan bisnis,” sambung Priya.

Baik di internal AWS maupun di kalangan pelanggannya, termasuk startup, teknologi cloud menjadikan inovasi semakin mudah diimplementasikan dan terjangkau.

Elemen terakhir, Mekanisme, didasari pemikiran dan eksekusi inovatif yang berpusat pada pelanggan, alias Proses Bekerja Mundur.

“Kami menggunakan mekanisme ini untuk memastikan bahwa kami membangun hal yang benar bagi pelanggan dan setiap inovasi kami berpusat pada pelanggan,” tegasnya.