Find Us On Social Media :

Buat Super App Logistik Maritim Pertama, Meratus Gandeng Google Cloud

By Liana Threestayanti, Rabu, 22 Februari 2023 | 14:30 WIB

Menggandeng Google Cloud dan Metrodata, Meratus bertransformasi ke cloud untuk mengembangkan aplikasi super. (Foto kiri ke kanan: Marcel Menaro (Meratus Group), Anang Efendy (Google Cloud), Megawaty Khie (Google Cloud), Farid Belbouab (PT Meratus Line), Hendy Harianto (Meratus Group) )

Menggandeng Google Cloud dan PT Metrodata Electronics Tbk., PT Meratus Line (Meratus) bertransformasi ke cloud untuk mengembangkan aplikasi super (super app) logistik maritim yang diklaim pertama di Indonesia.

Strategi ini juga diharapkan akan mempercepat inovasi digital dan memperkuat posisinya sebagai organisasi yang mengutamakan kebutuhan pelanggan. 

Melalui kolaborasi jangka panjang ini, Meratus mengadopsi open data cloud dari Google Cloud dan memanfaatkan keahlian teknis Metrodata untuk membangun super app logistik maritim pertama di Indonesia. Dengan kerja sama ini, Meratus juga mengintegrasikan artificial intelligence ke dalam operasionalnya. 

Seperti kita ketahui, Indonesia merupakan negara pelayaran yang aktif dan memiliki posisi geografis yang strategis sehingga memiliki potensi untuk meningkatkan ekspor. Selain itu, Indonesia juga menjadi simpul penting dalam perdagangan internasional

Di saat yang sama, sebagai negara kepulauan yang memiliki lebih dari 17.000 pulau, pelayaran domestik pun tak kalah penting, terutama untuk memfasilitasi pemerataan barang dan komoditas, sekaligus menghubungkan masyarakat lokal dengan peluang pertumbuhan pendapatan. 

Untuk melayani layanan transportasi point-to-point dan jaringan sepanjang 35 jalur pelayaran internasional dan domestik, Meratus mengoperasikan lebih dari 40 jaringan keagenan, dua terminal peti kemas, lebih dari 20 pusat logistik peti kemas, dan lebih dari 65 kapal

Cloud Dukung Pengembangan Aplikasi Super

Disebutkan dalam rilis, Meratus melakukan migrasi terhadap real estat digitalnya dari data center on-premises ke infrastruktur cloud computing Google Cloud yang scalable, aman, dan netral karbon. Meratus juga memanfaatkan Google Kubernetes Engine (GKE) untuk mengotomatisasi deployment aplikasi dan platform manajemen API Apigee untuk menjawab tantangan data internal yang terpisah-pisah. 

Berkat kolaborasi Meratus dengan Google Cloud dan Metrodata,  layanan Meratus kini dapat diakses oleh pelanggan melalui antarmuka aplikasi tunggal. Fitur-fitur dalam aplikasi ini mencakup jadwal kapal terbaru, pemesanan kiriman, pemberitahuan setelah pesanan dikonfirmasi, dan pelacakan lokasi kargo saat posisi kapal berada di laut. 

Sementara implementasi GKE, disebutkan Meratus, dapat mengurangi kebutuhan konfigurasi IT backend secara manual. Dengan cara ini, tim TI Meratus memiliki lebih banyak waktu dan sumber daya untuk mengembangkan fitur aplikasi supernya yang akan memberi nilai tambah bagi pelanggan.

CEO PT Meratus Line, Farid Belbouab menyampaikan, open cloud data terbuka dari Google Cloud memberdayakan staf Meratus untuk mengembangkan aplikasi super dengan kecepatan dan ketangkasan yang lebih tinggi. 

“Saat kami memperluas layanan distribusi logistik kami di seluruh nusantara dan sekitarnya, kami akan terus bekerja sama dengan Google Cloud dan Metrodata untuk mengoptimalkan proses bisnis kami dan menghadirkan pengalaman pelanggan kelas dunia yang terintegrasi,” ujar Farid Belbouab melalui siaran pers.

AI untuk Visibilitas dan Percepat Pengembangan Fitur

Sementara itu, database modern yang berjalan di infrastruktur Google Cloud memungkinkan  Meratus beralih ke Vision AI dan machine learning (ML)  yang telah dilatih sebelumnya untuk computer vision, bahasa, dan data terstruktur di platform Vertex AI Google Cloud. 

Tidak perlu membangun framework machine learning dari nol, tim TI Meratus pun dapat mempercepat waktu pengembangan prakiraan permintaan, penetapan harga dinamis, dan alat pemeliharaan prediktif.

Tool berbasis AI ini memberikan visibilitas yang terperinci secara real-time terhadap supply dan demand berbagai jenis kapal dan kontainer sehingga Meratus dapat mencocokkan sumber daya yang tepat dengan jenis pengiriman yang sesuai. Hal ini pada akhirnya akan membantu memaksimalkan ruang kapal dan kapasitas kargo. 

Dengan pola pengidentifikasian Vision AI dari data sensor yang menunjukkan perubahan kondisi peralatan, khususnya degradasi atau keausan, staf Meratus kemudian dapat menentukan nilai aset logistik yang tersisa dan mengetahui lebih dulu saat mesin atau komponen perlu diganti.

Kemampuan tersebut pada akhirnya akan mengurangi waktu downtime peralatan, mengurangi biaya pemeliharaan, meningkatkan efektivitas operasional, dan keselamatan. 

“Bersama dengan mitra kami Metrodata, kami berharap dapat memperluas kolaborasi kami dengan Meratus, terutama karena perusahaan terus meningkatkan aplikasi supernya untuk melayani pelanggan dengan lebih baik, memajukan tujuan keberlanjutannya dengan teknologi cloud, dan berkontribusi pada ambisi negara kita untuk menjadi pusat transshipment internasional dan pusat logistik maritim terintegrasi,” kata Country Director, Indonesia and Malaysia, Google Cloud, Megawaty Khie.

“Dengan mengimplementasikan teknologi canggih Google Cloud dalam skala besar, Meratus siap untuk membawa customer-centricity ke tingkat berikutnya dan memperkuat posisi kepemimpinan industrinya,” ujar Presiden Direktur, PT Metrodata Electronics Tbk, Susanto Djaja.