Find Us On Social Media :

EdgeConneX® Beberkan Kiat Atasi Kelangkaan SDM di Industri Data Center

By Liana Threestayanti, Selasa, 9 Mei 2023 | 13:30 WIB

Industri data center di Asia Pasifik mengalami pertumbuhan yang pesat. Namun industri ini juga menghadapi tantangan besar, yaitu kelangkaan SDM. (Ilustarasi Data Center)

Industri data center atau pusat data di kawasan Asia Pasifik mengalami pertumbuhan yang pesat selama beberapa tahun terakhir. Namun industri ini juga menghadapi tantangan besar, yaitu kelangkaan sumber daya manusia profesional.

Data Center Report yang dirilis Knight Frank bersama DC Byte mengungkapkan adanya kenaikan total pasokan data center di kawasan Asia Pasifik dalam lima tahun terakhir. Laporan yang berdasarkan data kuartal ke-3 tahun 2022 itu menyebutkan bahwa total pasokan di sembilan kota di Asia Pasifik meroket hingga 300%, dari 700 megawatt menjadi 3.000 megawatt dalam lima tahun terakhir. 

Ekonomi raksasa Tiongkok dan India memimpin dorongan digital di kawasan ini bersama dengan kawasan ekonomi dengan pertumbuhan tinggi di Asia Tenggara, seperti Indonesia dan Vietnam. Asia juga memimpin permintaan infrastruktur digital yang sangat tinggi akibat dari kecepatan adopsi cloud di seluruh dunia. 

Namun, pertumbuhan ini diiringi dengan kurangnya tenaga profesional yang terampil untuk mengoperasikan dan memelihara fasilitas-fasilitas data center tersebut. 

Peningkatan tajam pada data center juga diikuti peningkatan tenaga kerja yang cepat. Menurut Survei Uptime Institute, diperkirakan pada tahun 2025 saja, jumlah staf yang dibutuhkan akan mencapai hampir 2,3 jutan orang di seluruh dunia. 

Lebih dari separuh (53%) responden Survei Pusat Data Global 2022 dari Uptime melaporkan bahwa organisasi mereka mengalami kesulitan dalam menemukan kandidat yang memenuhi syarat, dibandingkan dengan 47% pada tahun 2021 dan 38% pada tahun 2018. 

EdgeConneX® , pelopor dalam Solusi Pusat Data Hyperlocal hingga Hyperscale global, melihat tantangan kesenjangan SDM di industri data center ini sebagai sebuah masalah yang serius jika tidak ditangani dengan baik. 

“Menarik tenaga kerja pusat data yang berkualitas telah menjadi tantangan utama industri selama bertahun-tahun dan menjadi semakin sulit di tengah meningkatnya kapasitas pusat data. Kuncinya terletak pada kreativitas pada pendekatan yang perlu dilakukan saat ini dan menggandakan upaya untuk menarik dan mempertahankan SDM di sektor ini,” ujar Thiam Chye Sim, Head of Operations, Asia Pacific, EdgeConneX®. 

Untuk itu, EdgeConneX® telah menyusun beberapa solusi untuk menarik dan mempertahankan SDM di pusat data, di antaranya adalah: 

1. Merekrut SDM dengan keahlian yang saling melengkapi 

Data center secara tradisional mengandalkan tenaga kerja dengan latar belakang khusus di bidang teknik elektro atau mekanik, dengan pengalaman di sektor pusat data. Namun, di tengah persaingan memperebutkan SDM teknisi secara global saat ini, yang luar biasa, hampir separuh SDM teknisi di dunia diperkirakan akan pensiun pada tahun 2025, menurut Survei Uptime Institute baru-baru ini, ada kebutuhan untuk merekrut berdasarkan keahlian yang lebih beragam. 

Dalam keterangan tertulisnya, EdgeConneX® menjelaskan bahwa pihaknya telah merekrut tenaga kerja dari berbagai sektor seperti penerbangan, minyak dan gas, dan bahkan Angkatan Laut. Karakter SDM ini menjadi sangat penting dalam menjalankan misi, yaitu harus mampu menghindari downtime dan memprioritaskan keselamatan. 

“Kami telah berhasil memasuki bidang-bidang di mana setiap orang dapat membawa pengetahuan yang dapat ditransfer dari industri dengan karakteristik yang sama dengan pusat data. Kami juga bekerja sama dengan perusahaan pemberdayaan SDM veteran global, Salute Mission Critical, untuk melatih dan membantu para veteran yang beralih dari dunia militer ke sektor komersial dan menjadi anggota yang berharga dalam komunitas pusat data,” papar  Thiam Chye Sim. 

Menurutnya, keahlian para veteran dalam bidang logistik, komunikasi, kemampuan memecahkan permasalahan, kepemimpinan, dan kemampuan mereka untuk bekerja dalam situasi di bawah tekanan tinggi sangat cocok untuk diterapkan di ruang data center.  

2. Pelatihan dan peningkatan keterampilan 

Pelatihan dan melatih ulang tenaga kerja merupakan elemen penting dalam organisasi untuk memastikan bahwa standar operasional selalu terjaga. “Kami secara rutin mengadakan pelatihan di lokasi untuk karyawan, yang mencakup pelatihan selama dua minggu di kampus pusat data kami di Amsterdam, yang saat ini menjadi tempat bagi empat pusat data yang dibangun khusus,” jelasThiam Chye Sim. 

Selain kesempatan untuk membiasakan diri dengan berbagai proses, program pelatihan EdgeConneX® juga memberikan peluang peningkatan keterampilan yang berfungsi sebagai sarana untuk perkembangan karir dan pertumbuhan profesional. Selain itu, peningkatan keterampilan memungkinkan tenaga kerja untuk mengambil peran yang lebih senior seiring dengan pertumbuhan jejak pusat data kami, dan insentif tersebut berkontribusi dalam membantu kami mempertahankan SDM. 

3. Bermitra dengan perguruan tinggi 

Terdapat kebutuhan program pelatihan dan pendidikan formal untuk industri data center di perguruan tinggi, terutama karena diperlukan pemahaman yang lebih tinggi mengenai kompleksitas dan apa yang pelaku di industri pusat data ini lakukan.

Di seluruh Asia, program pendidikan tinggi yang didedikasikan untuk operasi data center sangat terbatas, dan masih banyak yang bisa dilakukan dengan institusi pendidikan tinggi untuk memastikan adanya jalur yang sehat bagi tenaga terlatih. Selain itu, kemitraan antara institusi pendidikan tinggi dan penyedia pusat data bisa sangat berharga dalam membantu bisnis untuk menjawab kebutuhan SDM yang terus meningkat, menawarkan cara yang dapat diandalkan bagi perusahaan untuk membina tenaga kerja yang terdidik dan terlatih. 

EdgeConneX®, melalui program EdgeConneX® Capstone Project di Amerika Serikat, memberi kesempatan mahasiswa dari Historically Black Colleges and Universities atau Perguruan Tinggi dan Universitas Kulit Hitam Historis untuk mendapatkan beasiswa dan pengalaman magang di EdgeConneX®. Sebagai bagian dari proyek ini, mahasiswa dan pemula di bidang telekomunikasi dibimbing untuk membangun pusat data dari awal. 

“Kekurangan SDM di industri pusat data, terutama di kawasan Asia Pasifik, merupakan tantangan yang signifikan. Namun, hal ini juga memberikan peluang bagi perusahaan untuk berinvestasi dalam program pelatihan dan pengembangan guna menarik dan mempertahankan tenaga profesional yang terampil. Mengatasi kekurangan tenaga kerja ini sangat penting untuk kelangsungan pertumbuhan dan kesuksesan industri pusat data,” tutup Thiam Chye Sim.