Find Us On Social Media :

Begini Cara OCBC NISP Tingkatkan Produktivitas Programmer Milenial

By Adam Rizal, Kamis, 7 Juni 2018 | 16:30 WIB

Diskusi Panel Bersama Bank OCBC NISP dan Microsoft Indonesia

"Dinding ruangan kami warna warni, ada yang kuning, hijau dan putih. Bahkan, ada tamu yang datang kaget kok ruangannya kaya sekolah taman kanak-kanak (TK). Bahkan, kami ada dinding yang dihias grafiti dan tulisannya," kata David Formula (Executive Vice President IT Bank OCBC NISP) dalam ajang Microsoft Indonesia : Embarking Modern Workforce of Financial Services Industry di Jakarta, Rabu (30/5).

Pada 2016, OCBC NISP telah melakukan peremajaan kantor divisi IT di Bandung. David mengatakan ia telah membebaskan tim kerjanya di divisi IT yang sebagian besar programmer untuk mencat dinding ruang kerjanya sesuai apa yang mereka inginkan dan yang pasti tetap menjaga kebersihan.

"Sebagian besar programmer membutuhkan ruangan kerja yang nyaman dan meningkatkan konsentrasi mereka untuk menciptakan produk-produk yang berkualitas. Mereka datang, nyalakan komputer, pasang headset dan fokus dengan pekerjaan yang ada di depannya," ucapnya.

Selain itu, perusahaan juga harus mengetahui karakter para tim kerjanya karena setiap orang memiliki pendekatan yang berbeda. Apalagi, saat ini kalangan millenial mendominasi pasar dan perusahaan.

"Saya tahu, tim kerja saya adalah milenial dan mereka memiliki pendekatannya sendiri. Perubahan cat dinding ini mampu meningkatkan produktivitas mereka bahkan kami punya command center yang mirip star trek," ujarnya.

Hal senada dikatakan Mulia Dewi Karnadi (Director Small Medium Corporate & One Commercial Partner Microsoft Indonesia). Dewi mengatakan survei Microsoft Asia Workplace mengatakan millenial memiliki peran penting di masa depan dan akan menjadi titik utama pada 2020 serta 50 persen tenaga kerja di Indonesia akan berasal dari kalangan milenial pada 2030.

"Perusahaan harus paham dengan karakter millenial karena millenial punya gayanya sendiri bukan gaya yang old school," ujarnya.

Lantas, apakah pendekatan yang berbeda dengan millenial memberikan dapat positif kepada perusahaan ?

"Pendekatan berbeda ini membuat kualitas coding mereka sangat bagus. Error Red (Angka Kesalahan) turun 5-6 persen yang tadinya 10 persen dan sinergi kinerja mereka meningkat 20-25 persen. Hasilnya sangat bagus dan ujung-ujungnya pasti berdampak kepada kepuasan pelanggan," ucap David.

Selain kebebasan menentukan warna dinding sesuai seleranya, OCBC NISP pun memberikan perangkat teknologi baik hardware dan software terbaik kepada para pekerjanya untuk memberikan hasil yang baik. Misal, kecepatan bandwith Internet harus kencang karena jika kecepatan Internet lambat atau putus akan sangat mempengaruhi kinerja.

Selain itu, kalangan millenial lebih menyukai rapat atau bertemu lewat video conference dan chatting daripada harus bertemu face to face.

4 Strategi Perusahaan

Asia memiliki peluang yang besar karena akan menjadi kawasan terhubung pada 2021 dan hampir setengah koneksi mobile di dunia berasal dari Asia. Mulai saat ini pemerintah dan perusahaan harus memberdayakan tenaga kerja, merubah budaya digital, memperbarui regulasi dan meningkatkan kapasitas infrastruktur.

David Formula (Executive Vice President IT Bank OCBC NISP) mengatakan OCBC NISP memiliki empat strategi untuk menjawab tantangan bisnis saat yaitu orang atau SDM, proses, teknologi dan kebutuhan pelanggan. OCBC NISP harus memiliki SDM atau karyawan yang memiliki mindset orang digital dan melakukan segala proses kerjanya dengan cara digital.

Dengan digitalisasi, maka proses kerja akan semakin efisien dan fleksibel. Dari sisi teknologi, OCBC NISP memiliki beberapa inovasi teknologi untuk meningkatkan produktivitas perusahaan. Misal, OCBC NISP memiliki satu platform teknologi untuk semua cabang bank OCBC NISP di Indonesia termasuk menangani mesin ATM.

Kemudian, ada proses otomatisasi service assistant, pelanggan OCBC dapat menuliskan berbagai bentuk formulir dalam format digital sehingga proses kerjanya lebih cepat dan cara itu juga lebih cepat mensinkronkan data nasabah dengan data yang ada di bank.

Terobosan itu akan menjawab kebutuhan nasabah. "Dengan beberapa perangkat professional tools, tenaga kerja tidak perlu bolak balik masuk kantor, mengingat aktivitas yang padat. Mereka bisa kerja dimana saja dan meningkatkan produktivitas," ujarnya.