Find Us On Social Media :

Situs atau Aplikasi Populer yang Pernah Diblokir di Indonesia

By Rafki Fachrizal, Kamis, 23 Agustus 2018 | 07:00 WIB

Sudah sejak lama Pemerintah Indonesia melalui Kemenkominfo sangat gencar dalam melakukan pemblokiran terhadap situs-situs yang mengindikasikan konten negatif didalamnya. Selain Kemenkominfo, pemblokiran juga biasanya dilakukan setelah mendapatkan pengaduan dari masyarakat umum yang melaporkan melalui platform penyaringan konten negatif, yaitu TRUST+Positif. 

BACA JUGA: 1.1.1.1, Aplikasi untuk membuka situs yang diblokir

Faktanya, dari pemblokiran situs-situs yang pernah dilakukan, konten bermuatan pornografi lebih banyak ditemui dibandingkan konten lain seperti judi online, radikalisme, dan penipuan. Melihat hal tersebut, berikut adalah beberapa situs-situs besar yang pernah terkena pemblokiran di Indonesia.

Reddit

Mirip dengan forum diskusi online lokal yaitu KasKus, Reddit merupakan situs untuk berbagi maupun bertukar berbagai infomasi antar sesama penggunanya. Lantaran pengguna diberikan kebebasan dalam membagikan informasi, hal ini banyak dimanfaatkan beberapa pengguna untuk membagikan konten negatif seperti pornografi.

Karena itu, Kemenkominfo memblokir dan memperingatkan situs Reddit untuk segera membenahi  platform-nya tersebut. Sayangnya, sejak pemblokiran tersebut situs Reddit masih belum dapat diakses hingga saat ini.

Vimeo

Sama dengan kasus Reddit yang harus diblokir karena banyaknya muatan berunsur pornografi, situs layanan berbagi video yang mirip dengan YouTube ini juga harus rela diblokir oleh Kemenkominfo. Sejak kehadirannya, Vimeo sendiri banyak dimanfaatkan para pembuat video profesional untuk membagikan hasil-hasil karya mereka.

Meskipun sudah mendapat teguran dan pihaknya berjanji akan menghapus muatan-muatan negatif tersebut, nyatanya Vimeo tidak cukup serius dalam menangani masalah ini dan menyebabkan situs masih belum bisa diakses hingga sekarang.

Netflix

Penyedia layanan video on demand asal California, Amerika Serikat ini pernah mengalami pemblokiran disekitar tahun 2016 lalu. Padahal, kehadiran Netflix saat itu sangat membantu penikmat film karena dapat mengakses dan menonton film diberbagai perangkat apa pun, kapan pun dan di mana pun.

Menariknya, pemblokiran bukan dilakukan oleh pihak Kemenkominfo melainkan oleh perusahaan BUMN, yaitu Telkom Indonesia. Alasan pemblokiran dikarenakan Netflix dianggap tidak cukup memenuhi regulasi di Indonesia dan ditemukannya konten-konten yang tidak memenuhi aturan sensor yang dinilai rawan pornografi dan tindak kekerasan.

Giphy

Meski beberapa bulan lalu Giphy sempat diblokir dari layanan Instagram dan Whatsapp, nyatanya itu bukan pertama kalinya pemblokiran yang dialami oleh penyedia layanan gambar GIF ini. Karena melanggar UU ITE, situs Giphy harus diblokir karena mengandung konten-konten yang berisi iklan berjenis judi online pada 2017 lalu.

Pihak Giphy cukup cepat dalam merespon teguran yang dilayangkan Kemenkominfo yang menjadikan situs ini tidak membutuhkan waktu lama untuk terkena masa pemblokiran.

Tumblr

Sama seperti situs-situs sebelumnya, situs microblogging Tumblr juga harus merasakan pemblokiran. Pemblokiran dilakukan lantaran adanya aduan masyarakat ke Kemenkominfo mengenai adanya konten-konten bermuatan asusila di platform Tumblr. Setelah diselidiki, terdapat lebih dari 360 akun asusila di Tumblr.

Hal yang mengejutkan adalah Tumblr tidak memiiki mekanisme report tools untuk melaporkan konten asusila. Tidak hanya situsnya saja, aplikasi Tumblr yang tersedia bagi pengguna iOS dan Android juga ikut terkena dampak pemblokiran.

Telegram

Tidak hanya di Indonesia, Telegram juga terkena pemblokiran dibeberapa negara seperti Iran, Arab Saudi, Tiongkok dan termasuk negara asalnya Rusia. Pemblokiran dilakukan karena beralasan bahwa platform ini sering digunakan sebagai media propaganda terhadap pemerintah dan membicarakan hal-hal berbau terorisme.

Selain versi web/desktop-nya, versi aplikasi dari layanan chatting Telegram juga turut diblokir pemerintah Indonesia. Terlepas dari kasus pemblokiran yang pernah beberapa kali dialami, kini layanan Telegram sudah bisa dinikmati kembali oleh penggunanya di Indonesia.