Find Us On Social Media :

Teknologi SAP Bantu Tiga Kota di Dunia Mewujudkan Smart City

By Rafki Fachrizal, Jumat, 30 Agustus 2019 | 16:16 WIB

Kota Nanjing, salah satu kota di negara Cina yang kini berubah menjadi smart city.

Platform analitik lalu lintas cerdas dari SAP sendiri menggunakan algoritme analitik canggih, sehingga membantu pemerintah kota ini dalam memahami data.

Semua informasi mengalir ke satu peta digital (sistem) yang memberikan tampilan terperinci tentang kondisi lalu lintas terkini di seluruh kota, serta kemampuan untuk memprediksi status dan memberikan rekomendasi untuk perencanaan.

Dari sistem ini, akan langung dipublikasikan hasil lalu lintas secara real-time ini ke aplikasi seluler penduduk, yang dapat digunakan penduduk kota untuk merencanakan perjalanan mereka dan menghindari kemacetan.

3. Kota Buenos Aires, Argentina

Memberikan pelayan publik yang baik terhadap setiap masyarakat merupakan kewajiban dari setiap pemerintah kota/daerah.

Di Kota Buenos Aires, Argentina, misalnya. Setiap bulannya ada lebih dari 8.000 pekerjaan terkait pelayanan/administrasi publik yang harus dikerjakan oleh pemerintah (disebutnya GCBA) di kota itu.

Sebelumnya, semua kegiatan terkait layanan publik di kerjakan secara manual atau menggunakan kertas.

Akan tetapi, kini GCBA sudah melakukan transisi di mana semua kegiatan terkait itu dilakukan dengan memanfaatkan teknologi.

Lebih lanjut, setiap bulannya GCBA menerima sekitar 30.000 keluhan layanan publik dari para penduduknya.

Untuk mengelola semua keluhan ini, GCBA  menerapkan solusi dari SAP agar bisa melihat dan mengatur keluhan secara real-time, menganalisis masalah, dan terhubung dengan penduduk di media sosial melalui perangkat seluler.

Sebagai contoh, ketika penduduk melihat masalah seperti saluran air yang tidak tertutup, mereka dapat men-posting gambar masalah ke kementerian bersama dengan deskripsi masalah dan lokasi.

Dari sana, kementerian dapat merencanakan solusi, menjalankannya, dan kemudian mem-posting gambar yang menunjukkan bahwa masalah telah diperbaiki.

Saat ini, GCBA mampu berjanji untuk memperbaiki setiap masalah dalam maksimum 72 hingga 96 jam, dan dengan memanfaatkan platform SAP HANA, kota ini dapat menentukan investasi yang diperlukan untuk memperbaiki masalah dan juga memprioritaskan masalah di publik yang berperingkat paling kritis.

Selain yang dijelaskan sebelumnya, pemerintah kota Buenos Aires juga memanfaatkan teknologi SAP untuk membantu mengurangi konsumsi energi listrik dari lampu kota, mengotomatisasi sistem drainase kota, dan memprediksi bencana alam seperti banjir dengan berbasis sensor IoT.