Find Us On Social Media :

Zebra: Operator Warehouse Siap Investasi untuk Teknologi Automasi

By Liana Threestayanti, Sabtu, 2 Juli 2022 | 14:03 WIB

Operator gudang (warehouse) di seluruh dunia akan meningkatkan investasi pada teknologi automasi di tengah tekanan modernisasi.

Sementara di Asia Pasifik, 95% dari pembuat keputusan memperlihatkan kesediaan untuk berinvestasi di software tersebut dalam upaya untuk meningkatkan efektivitas dan efisisensi karyawan, serta mengurangi biaya kerja.

“Saat ini waktu rata-rata untuk melatih pekerja hingga mencapai produktivitas penuh adalah 4,7 minggu,” jelas Eric Ananda. Eric memaparkan, menurut 51% dari pembuat keputusan di dunia dan 56% di Asia Pasifik, inisiatif karyawan yang terpenting adalah mengurangi tugas-tugas yang tidak penting sehingga mereka bisa lebih fokus pada konsumen dan perusahaan dapat memanfaatkan karyawan dengan lebih efisien. 

Eric menyarankan para operator untuk berinvestasi pada teknologi gudang yang tepat untuk meningkatkan operasional gudang dan mengikuti model ekonomi on-demand economy. Beberapa teknologi yang ditawarkan Zebra Technologies untuk mendukung operasional di gudang, seperti Printable indicators; perangkat baca RFID (Ultra-Rugged UHF RFID Sleds RFD90, RFID Reader FX9600, UHF RFID Sleds RFD40); scanner barcode (Ultra-Rugged Barcode Scanners DS3600-ER/KD); perangkat komputasi mobile (Windows Rugged Tablet L10ax, enterprise tablet ET40, Mobile Computer TC53, TC15 dan Android Wearable Computer WS50).

Otomatisasi Tingkatkan Kepuasan & Retensi Karyawan

Berlawanan dengan pendapat umum, para responden dalam survei Zebra ini percaya automasi justru akan membantu karyawan mempertahankan pekerjannya dan mengisi posisi yang kosong. 

Hampir 8 dari 10 staf gudang di Asia Pasifik (79%) dan secara global (78%) mengatakan, berjalan lebih sedikit akan membuat pekerjaannya lebih menyenangkan, bahkan ketika mereka harus mengambil atau mengurusi lebih banyak barang. Dan banyak dari staf gudang sangat yakin bahwa keberadaan AMR bisa mengurangi stres.

Namun para pembuat keputusan harus ingat, hanya 36% dari staf gudang di Asia Pasifik dan 41% di dunia setuju sepenuhnya bahwa implementasi teknologi gudang, seperti robot dan perangkat, akan menarik dan mempertahankan karyawan. 

Sebagian besar dari staf yang bekerja bersama AMR memastikan robot membantu mereka meningkatkan produktivitas dan mengurangi waktu mereka berjalan (83%), mengurangi kesalahan (73%), dan memungkinkan mereka meningkatkan peran dan memperoleh peluang baru (65%).

Sementara sebanyak 83% mengklaim bahwa mereka lebih cenderung bekerja untuk perusahaan yang memberikan mereka perangkat kerja modern ketimbang kerja untuk perusahaan yang menyediakan perangkat lama atau tanpa perangkat sama sekali.

Menurut Aik Jin, otomatisasi menjadi area investasi yang mendesak, terutama di tengah disrupsi dan waktu-waktu puncak penjualan musiman tak terduga yang mengharuskan perusahaan meningkatkan skala dengan cepat.  

“Menariknya, staf lebih merasakan hal ini dibandingkan dengan operator gudang saat ini, yang semakin menegaskan keharusan untuk menambah karyawan dalam lingkungan gudang,” ujar Aik Jin Tan.

Rencana Investasi untuk Tingkatkan Visibilitas

Secara global, 85% pembuat keputusan mengaku telah mengimplementasikan solusi mobility sehingga para pekerja di front line bisa melacak setiap inventory yang terjadi. Sebagian besar juga mengatakan telah mengoptimalkan penggunaan perangkat sesuai tugas, keamanan dan ergonomi. 

Namun, staf gudang (84%) dan pembuat keputusan (79%) khawatir tidak mampu memenuhi target bisnis, kecuali ada investasi teknologi yang lebih besar  untuk meningkatkan operasional. Karyawan di sektor transportasi (92%) dan logistik (88%) paling merasakan kebutuhan ini.

Dan menjawab kebutuhan itu, dalam lima tahun ke depan, lebih dari 6 dari 10 pembuat keputusan mengatakan mereka akan berinvestasi pada teknologi untuk meningkatkan visibilitas inventory dan aset di gudang maupun visibilitas keseluruhan rantai pasokan. 

Sementara 9 dari 10 respondem berharap penggunaan teknologi berbasis sensor seperti radio frequency identification (RFID), computer vision, fixed industrial scanning, dan machine vision systems semakin lazim dalam lima tahun mendatang. 

Seiring investasi yang dilakukan perusahaan pada teknologi yang memungkinkan visibilitas lebih besar, panduan secara real time, dan performa yang didorong oleh data, perusahaan juga fokus meningkatkan produktivitas tim dan pemanfaatan aset, peralatan, dan orang dengan lebih baik. Strategi ini diyakini akan meningkatkan kesejahteraan pekerja dan daya saing di pasar. 

Namun, Zebra juga mengingatkan agar para operator gudang lebih memperhatikan implementasi dan integrasi teknologi saat mereka mendigitalisasi workflow dan meningkatkan skala dari sistem.