Tags Posts tagged with "virtual reality"

virtual reality

Peminat konten VR alias virtual reality bisa mengunduh aplikasi berikut ini. Veer VR merupakan komunitas global yang diperuntukkan bagi yang ingin menikmati konten VR secara langsung dari perangkat.

Veer VR menyajikan berbagai konten video VR dan merekomendasikan karya VR orisinal terbaik berdasarkan minat penggunanya. Ada berbagai konten VR di aplikasi ini mulai dari game sampai dengan film. Meski demikian, aplikasi ini tidak cocok untuk anak-anak seperti yang dideskripsikan di laman aplikasi mereka. Alasannya? Karena Veer VR mengandung konten dewasa.

Selain menonton konten VR, pengguna juga bisa berinteraksi dengan para kreator video VR melalui komentar, like, atau membagikan karya mereka. Meski menitikberatkan pada pengalaman menonton konten VR, aplikasi ini juga memungkinkan pengguna menikmati konten 2D di perangkat bergerak (dengan akses 360 derajat atas konten yang tersedia). Pengguna yang memiliki konten VR juga bisa membagikan karya mereka lewat aplikasi ini.

Selain menawarkan sensasi 3D, dunia hiburan kini juga diramaikan oleh perangkat-perangkat realitas semu (virtual reality). Dengan konsep ini, pengguna akan dibawa ke sebuah dunia maya yang membuatnya seolah berada dalam permainan yang sedang dimainkannya.

Jika Anda ingin mencicipi dunia maya semacam ini, Anda bisa mencoba Remax All in One Virtual Reality VR Smart Glasses 3D Movie. Perangkat ini merupakan sebuah kacamata 3D yang bisa memainkan film HD. Dilengkapi dengan sistem operasi Nibiru, Remax RT-V02 dibekali spesifikasi seperti smartphone.

Kacamata pintar ini dilengkapi layar IPS 5 inci dengan resolusi 1280 x 720 pixel, prosesor berkecepatan 1.3 GHz, chip grafis GPU Mali 400 MP2, dan RAM 1 GB. Perangkat ini dilengkapi dengan selot micro-SD. Gunanya untuk mengakses aneka file film HD yang akan dimainkan. Selot micro-SD ini mampu mendukung kartu dengan kapasitas maksimal 32 GB.

Baterainya sendiri bisa bertahan selama 2,5 jam. Produk ini mendukung file film berformat MPEG-2, MP4, H.264, dan AVI.

Informasi:
Harga: Rp841.500
Jakartanotebook.com, (021) 5698 5511

NASA telah menawarkan jalan-jalan ke Mars dengan teknologi virtual reality (VR). Dengan bantuan Google, kini perjalanan ke Mars jauh lebih menarik dengan dataran 3D dan sebuah mobil rover NASA’s Curiosity.

Anda bisa merasakan tur Mars dengan peramban desktop dan sebuah perangkat VR dan AR Cardboard. Anda pun bisa pindah dari satu tempat ke tempat lainnya dengan teleport.

NASA mengungkapkan wahanan perjalan Mars terbarunya terinspirasi dari software Jet Propulsion Laboratory’s OnSight. Software itu sendiri dikembangkan oleh WebVR, tim Google’s Creative Labs.

“Kami bisa memperluas cakupan teknologi VR dan AR dan membawa ilmuwan kami ke Mars setiap hari,” kata Victor Luo (Lead Project Manajer JPL Ops Lab) seperti dikutip Geekwire.

Anda pun bisa melihat desain tata surya melalui YouTube 360 derajat yang dibuat oleh Engine House VFX. Video selama 11 menit mengajak Anda jalan-jalan ke planet seperti Jupiter yang jaraknya 154 tahun cahaya dari bumi.

Ilustrasi Apple ARKit

Saat ini teknologi Virtual Reality (AR) dan Augmented Reality (AR) telah menjadi tren di industri teknologi. Perusahaan teknologi dunia seperti Facebook, Google, dan Samsung berlomba-lomba mengembangkan perangkat teknologi VR yang terintegrasi dengan perekaman 360 derajat.

Perangkat itu memungkinkan sudut pandang pengguna ke layar perangkat elektronik ke arah depan, atas, bawah, kiri, dan kanan. Saat ini perangkat berteknologi VR sangat populer di industri film dan gaming.

Sebaliknya, Apple lebih memilih mengembangkan teknologi AR daripada VR karena perangkat AR lebih banyak manfaatnya. Apple pun telah merilis tool “ARKit” untuk para pengembang aplikasi AR.

“AR memengaruhi banyak aspek seperti hiburan, pendidikan, olahraga, bisnis, dan lainnya,” kata Tim Cook (CEO Apple) di sela-sela diskusi bersama mahasiswa Oxford University seperti dikutip BBC.

“Saya suka AR tidak mengisolasi dan membatasi imajinasi. Apple bukan membuat produk yang dipakai banyak orang tetapi produk yang melakukan hal-hal besar,” ujarnya.

“Tentu ada hal-hal yang keren dari VR, tetapi AR lebih keren daripada VR,” pungkasnya.

AR adalah teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi maupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata.

Untuk dunia pendidikan, para tenaga pengajar bisa menggunakan perangkat AR untuk memproyeksikan organ-organ biologis manusia melalui smartphone di kelas. Untuk dunia usaha bisnis, Anda bisa membuat buku katalog yang lebih nyata dengan perangkat AR.

Mark Zuckerberg (CEO, Facebook) meluncurkan headset VR Oculus Go dengan harga US$199 atau separuh Oculus Rift.

Facebook mengungkapkan target ambisius untuk menghimpun satu miliar pengguna VR di seluruh dunia, meski tidak menyebutkan rentang waktunya.

Demi mencapai tujuan itu, Facebook meluncurkan headset VR canggih dengan harga murah, Oculus Go, yang dibanderol US$199 (Rp2,6 jutaan) saja. Artinya, harga Oculus Go separuh lebih murah daripada Oculus Rift.

Hebatnya, Oculus Go mengusung kelebihan yang tidak dimiliki kakak kandungnya itu, yakni kemampuan nirkabel. Ya, pengguna Oculus Go tidak membutuhkan sambungan ke PC ataupun smartphone untuk menjalankan aplikasi VR.

Menurut Mark Zuckerberg (CEO, Facebook), Oculus Go bakal dipasarkan mulai tahun depan dan diharapkan bisa menjangkau lebih banyak orang ketimbang headset VR lainnya yang harganya masih mahal. “Inilah headset VR yang paling mudah diakses,” tukasnya.

Dikutip dari CNET, Oculus Go menggunakan kamera dan teknologi computer vision pada headset untuk melacak orientasi gerakan pengguna. Lensa kamera Go pun diklaim lebih canggih ketimbang Rift. Sedangkan desainnya lebih nyaman digunakan di wajah karena diliputi material kain yang lembut.

Hugo Barra (Head of VR, Facebook) menyatakan bahwa layar Oculus Go terbuat dari fast-switch LCD dengan resolusi WQHD 2.560 x 1.440 pixel, lebih tajam ketimbang OLED dan mampu menampilkan efek visual yang lebih cerah dan dramatis.

Selain itu, fitur spatial audio diklaim memberi pengalaman suara yang lebih terintegrasi karena driver audionya tertanam langsung di headset. Pengguna pun tidak perlu mengenakan headphone tambahan untuk mendengarkan suara.

Barra juga menyebutkan bahwa aplikasi VR pada Oculus Go kompatibel dengan aplikasi-aplikasi yang berjalan pada Samsung Gear VR.

Sementara itu, Facebook memperkenalkan pula program Oculus for Business yang memungkinkan perusahaan untuk membeli Oculus Rift dalam jumlah besar. “Program ini ditujukan bagi mereka yang ingin mengeksplorasi penggunaan VR di dalam alur kerja perusahaan,” kata Barra.

Video demonstrasi Oculus Go:

Kamera Virtual Reality (VR) Ozo mampu merekam video hingga 360 derajat dalam 3D stereoscopic.

Nokia akan menghentikan pengembangan kamera virtual reality (VR) Ozo karena penjualan kamera VR Ozo tidak sesuai dengan harapan. Dampaknya, Nokia juga akan memecat sebanyak 310 orang karyawannya dari divisi Nokia Technologies.

Saat ini Nokia Technologies memiliki sekitar seribu karyawan di divisi teknologinya dan 310 orang yang dipecat berarti sepertiga dari total karyawan. Karyawan yang dipecat itu adalah karyawan Nokia yang berbasis di Finlandia, Amerika Serikat, dan Inggris.

Sebagai gantinya, Nokia akan fokus mengembangkan dan memasarkan bisnis lisensi paten, infrastruktur jaringan telekomunikasi, dan alat kesehatan digital yang mencakup Withings.

“Nokia Technologies akan fokus dan melakukan investasi yang tepat untuk mengembangkan pasar kesehatan digital dan kami harus memanfaatkan kesempatan itu,” kata Gregory Lee (President, Nokia Technologies), seperti dikutip Tech Crunch.

Nokia meluncurkan kamera VR Ozo pada dua tahun lalu dan menyasar pasar premium untuk pembuatan film 360 derajat. Harganya pun terbilang mahal senilai USD60 ribu atau Rp800 jutaan dan akhirnya turun menjadi USD45 ribu atau sekitar Rp600 jutaan.

Nokia pun berkomitmen akan terus mendukung layanan purnajual kamera VR Ozo.

Samsung HMD Odyysey

Microsoft meluncurkan perangkat VR Samsung HMD Odyssey di San Francisco, AS, yang menawarkan desain mewah dan fitur canggih. Samsung HMD Odyssey akan menjadi pesaing headset mixed reality (MR) lain yang telah meluncur sebelumnya seperti Lenovo Explorer, Dell Visor, Acer MR, dan HP Windows MR.

Sebagai informasi, Mixed Reality merupakan jargon Microsoft untuk teknologi yang menggabungkan antara virtual reality (VR) dan augmented reality (AR).

Desain Samsung HMD Odyssey sangat mirip dengan perangkat Oculus Rift karena Oculus Rift hadir dengan headset terintegrasi dan controller gerakannya sama dengan milik Samsung tersebut.

“Kami gembira menyambut Samsung HMD Odyssey ke dalam keluarga perangkat Windows Mixed Reality. Ini adalah produk menakjubkan dan langkah penting lainnya ke dalam perjalanan mixed reality journey yang kami kerjakan di Microsoft,” kata Alex Kipman (Technical Fellow di Microsoft) seperti dikutip The Next Web.

Samsung HMD Odyssey mengusung layar OLED ganda berukuran 3,5 inci yang masing-masing beresolusi 2880 x 1660 pixel dengan refresh rate 90/60Hz. Selain itu, HMD Odyssey juga menawarkan sudut pandang 110 derajat, melebihi sudut pandang headset VR lainnya yang berkisar pada angka 105 derajat.

Perangkat VR Samsung terbaru itu juga memiliki pelacak posisi luar dan dalam 6 DOF (degree of freedom), dan sepasang headphone AKG.

Untuk menghubungkannya dengan PC, Samsung HMD Odyssey memiliki koneksi HDMI 2.0 serta USB 3.0 dalam setup kabel ikatan tunggal. Samsung juga menghadirkan controller yang tersedia dalam kemasan penjualan yaitu Samsung HMD Odyssey Controller.

Controller atau alat pengendalinya memunyai touchpad yang dapat diklik, tombol menu, tombol daya pengendali Windows/Controller, pemicu, stik ibu jari, dan lampu indikator.

Controller-nya memiliki akselerometer 6-axis, gyrometer 6-axis dan kompas 3-axis. Sebagai tenaga, controller-nya membutuhkan dua baterai bertipe AA yang tidak dapat diisi ulang.

Samsung HMD Odyssey sudah tersedia di Microsoft Store senilai USD499 atau sekitar Rp6,7 juta, lebih terjangkau jika dibandingkan dengan Oculus Rift. Sebagai perbandingan, Dell Visor dan HP Windows MR memiliki banderol USD449 atau Rp6 juta. Sedangkan, harga Acer dan Lenovo Explorer senilai USD399 atau sekitar 5,4 juta rupiah.

Microsoft membuka pre-order pada 6 November mendatang dan PC yang mendampingi headset itu akan menerima pembaruan ke Windows 10 Fall Creators Update pada 17 Oktober mendatang.

Google telah resmi mengakuisisi sebagian unit bisnis HTC untuk divisi smartphone Pixel dengan nilai investasi senilai 1,1 miliar dolar AS atau Rp14,6 triliun secara tunai.

Dalam perjanjiannya, Google berhak atas sejumlah tim HTC yang merupakan karyawan terpercaya dalam pengembangan smartphone Google Pixel, termasuk sejumlah lisensi noneksklusif kepunyaan HTC.

Google sangat serius mewujudkan ambisinya dalam menggeluti bisnis ponsel. Sedangkan HTC memastikan tetap menjalankan bisnis smartphone merek sendiri dan akan terus meluncurkan smartphone flagship terbaru, menyusul HTC U11 yang sebelumnya.

“Kesepakatan ini mendukung strategi smartphone HTC untuk terus berinovasi karena portofolio produk menjadi lebih ramping, efisiensi operasional, dan fleksibilitas finansial yang lebih baik,” kata Cher Wang (CEO HTC) seperti dikutip CNBC.

“Kami akan meluncurkan smartphone terbaik, menyusul peluncuran HTC U11 yang sukses pada awal tahun ini,” ujarnya.

Akuisisi Google itu juga memberikan angin segar kepada HTC, mengingat perusahaan asal Taiwan sedang merugi kerugian.

Rick Osterloh (Google Senior Vice President Hardware) mengatakan akuisisi itu akan membantu Google mewujudkan inovasi perangkat-perangkat Made of Google ke depannya. Perangkat Google adalah ponsel Pixel, Google Home, Headset VR DayDream, dan Chromecast.

“Ini alasan kami menandatangani kesepakatan dengan HTC, yang akan memberi lebih banyak inovasi produk di tahun-tahun mendatang,” ujar Osterloh.

Peter Shen (Chief Financial Officer HTC) mengatakan HTC masih mempekerjakan lebih dari 2.000 karyawan bidang riset dan pengembangan, jumlah itu telah menurun dibanding sebelumnya yaitu 4.000 karyawan.

“Kesepakatan ini akan menjadi inovasi bekelanjutan dalam smartphone HTC dan bisnis virtual reality Vive mereka,” pungkasnya.

Sebagai informasi, pembelian divisi mobile HTC merupakan pembelian manufaktur smartphone yang kedua bagi Google. Enam tahun lalu, Google membeli Motorola Mobility dengan nilai US$ 12,5 miliar atau sekitar Rp 166,6 triliun.

Namun Google menjual Motorola kepada Lenovo pada Januari 2014.

Sebelum dibeli oleh Google, harga saham HTC dilaporkan terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Harga saham HTC kabarnya turun 12 persen tahun ini dan nilai valuasi perusahaan diprediksi sekitar US$ 1,9 miliar.

Sony akan meluncurkan perangkat virtual reality-nya yaitu PlayStation VR (PS VR), Oktober 2016.

Perusahaan riset International Data Corporation (IDC) mengungkapkan pasar perangkat Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) tumbuh 25.5 persen year over year pada kuartal kedua 2017 (2Q17) dengan pengapalan mencapai 2.1 juta unit.

Meskipun volumenya berkurang dibanding kuartal sebelumnya, perangkat AR/VR akan laris manis di musim liburan ini karena diskon harga dan peluncuran model AR/VR terbaru yang menarik simpati pelanggan.

“Pertumbuhan pasar VR memang lambat dibandingkan pasar teknologi lainnya. Karena itu, pasar ini membutuhkan sejumlah investasi dan pemberian edukasi pelanggan terkait produk VR paling premium,” kata Jitesh Ubrani (Analis Senior IDC Mobile Device Trackers) dalam laman resmi IDC.

“Pemberian diskon untuk semua platform juga merangsang pelanggan untuk mengadopsi perangkat VR/AR dan memberikan pelanggan kesempatan untuk belajar tentang produk,” ujarnya.

Di pasar AR/VR sendiri, pengapalan produk VR sangat mendominasi sebesar 98 persen.

Ilustrasi Oculus Rift

Samsung Gear VR masih menjadi perangkat VR paling populer di pasar, disusul Sony PlayStation VR, lalu Oculus yang penjualannya meningkat karena diskon sebesar US$100. Sebaliknya, pasar headset AR sangatlah kecil, pengapalannya terus turun dari tahun ke tahun.

“Pertumbuhan perangkat AR memang masih lemah lantaran para pelanggan akan merasakan pengalaman AR pertama kali melalui layar smartphone-nya,” kata Tom Mainelli (Vice President Devices and AR/VR kepada IDC.

Mainelli mengatakan saat ini Apple dan Google fokus mengembangankan dan membuat pengalaman AR pada platformnya melalui ARKit untuk iOS dan ARCore untuk Android. Terobosan itu akan membuat aplikasi AR baru bermunculan pada akhir tahun ini dan tahun depan.

“Pengembangan ini akan mendorong kelahiran kacamata AR tetapi tidak fokus pada volume dan harga yang menarik,” ujarnya.

Firefox akan menambahkan teknologi virtual reality (VR) ke dalam perambannya Firefox 55 sekaligus mengikuti peramban Google Chrome dan Microsoft Edge yang telah menambahkan fungsi VR berbasis website.

Firefox akan segera mengejar ketertinggalannya dari Google Chrome dan Microsoft Edge dalam hal dukungan terhadap VR seperti dikutip The Verge.

Teknologi VR Firefox berbasis web akan tersedia untuk pengguna Windows yang memakai HTC Vive atau Oculus Rift. Sebelumnya, dukungan itu sudah lama digarap oleh Mozilla dengan standardisasi bernama WebVR.

Fitur WebVR sendiri sudah tersedia dan bisa dicoba pada Firefox Nightly, versi pra-rilis browser Mozilla tetapi memiliki ketersediaan yang sangat terbatas di Servo.
Servo sendiri adalah mesin browser yang dibuat oleh pengembang perorangan dan disponsori oleh Mozilla.

Selain WebVR, Firefox 55 juga memiliki fitur Firefox Screenshot yang dapat menyimpan screenshot ke cloud secara otomatis dan menyimpannya ke clipboard. Screenshot yang sudah diambil itu akan tersimpan selama dua minggu kecuali penggunanya ingin menyimpannya lebih lama.

Tentu saja, teknologi VR Firefox masih kalah dibanding kompetitor terbesarnya Google Chrome. Google Chrome sudah mendukung penggunaan VR sejak Februari lalu dan menjadi browser yang paling mudah diakses platform VR.

Saat ini Google Chrome bisa dipakai untuk menikmati konten VR melalui HTC Vive, Oculus Rift dan tentu saja platform VR buatannya sendiri yaitu Cardboard dan Google Daydream.

TERBARU

Kebutuhan ekonomi yang semakin besar dan terbatasnya akses kerja bagi penyandang difabel, menjadi tantangan tersendiri untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Namun Go-Jek membuktikan mampu menjadi tempat yang ramah bagi kaum difabel.