Tags Posts tagged with "virtual reality"

virtual reality

Firefox akan menambahkan teknologi virtual reality (VR) ke dalam perambannya Firefox 55 sekaligus mengikuti peramban Google Chrome dan Microsoft Edge yang telah menambahkan fungsi VR berbasis website.

Firefox akan segera mengejar ketertinggalannya dari Google Chrome dan Microsoft Edge dalam hal dukungan terhadap VR seperti dikutip The Verge.

Teknologi VR Firefox berbasis web akan tersedia untuk pengguna Windows yang memakai HTC Vive atau Oculus Rift. Sebelumnya, dukungan itu sudah lama digarap oleh Mozilla dengan standardisasi bernama WebVR.

Fitur WebVR sendiri sudah tersedia dan bisa dicoba pada Firefox Nightly, versi pra-rilis browser Mozilla tetapi memiliki ketersediaan yang sangat terbatas di Servo.
Servo sendiri adalah mesin browser yang dibuat oleh pengembang perorangan dan disponsori oleh Mozilla.

Selain WebVR, Firefox 55 juga memiliki fitur Firefox Screenshot yang dapat menyimpan screenshot ke cloud secara otomatis dan menyimpannya ke clipboard. Screenshot yang sudah diambil itu akan tersimpan selama dua minggu kecuali penggunanya ingin menyimpannya lebih lama.

Tentu saja, teknologi VR Firefox masih kalah dibanding kompetitor terbesarnya Google Chrome. Google Chrome sudah mendukung penggunaan VR sejak Februari lalu dan menjadi browser yang paling mudah diakses platform VR.

Saat ini Google Chrome bisa dipakai untuk menikmati konten VR melalui HTC Vive, Oculus Rift dan tentu saja platform VR buatannya sendiri yaitu Cardboard dan Google Daydream.

Saat ini banyak sekali kalangan bisnis ataupun instansi tertentu yang menggunakan teknologi (virtual reality) VR untuk mendukung kebutuhan konsumen dan meningkatkan kinerja karyawan.

Dengan teknologi VR, konsumen bisa mendapatkan gambaran riil tentang teknologi maupun rancang bangun yang mereka harapkan. Kali ini HP meluncurkan tas ransel PC Z VR Backpack untuk kalangan bisnis dengan segmentasi pasar yang lebih luas.

Bukan gamer, tas ransel Z VR Backpack akan menyasar kalangan pebisnis seperti taman hiburan, showroom mobil, agen real estate dan pihak-pihak lain yang membutuhkan teknologi VR dengan performa tinggi.

Sebelumnya, HP telah meluncurkan Omen X Compact Desktop (komputer gaming yang dikemas dalam tas ransel dengan teknologi Virtual Reality) seperti dikutip The Verge.

Dari sisi kecanggihan hardware, Z VR Backpack lebih unggul dibanding Omen X Compact Desktop. Z VR Backpack mengusung prosesor Intel Core i7 Kaby Lake, RAM 32 GB dan kartu grafis GPU Nvidia Quadro P5200.

Sedangkan, Omen X Compact Desktop mengusung prosesor yang sama dengan GPU GTX 1080. Quadro memiliki kecepatan buffer hingga dua kali lipat dibanding 1080.

Meski bentuknya adalah komputer tas ransel, pengguna bisa merubah layaknya PC biasa melalui perangkat dock. HP Z VR Backpack hadir dengan bodi yang tangguh sesuai standar militer Mil-Std-810G yang tahan air, debu, dan bantingan.

Harga Z VR Backpack senilai USD 3,299 dan mulai dipasarkan pada bulan September mendatang. Untuk mendukung penjualannya, HP akan membuka gerai demo 13 VR “immersion centers” yang memungkinkan setiap orang bisa menjajal Z VR Backpack dan merasakan kecanggihannya.

Gerai itu akan dibuka di wilayah Eropa, Amerika dan wilayah Asia Pasifik.

Ilustrasi Oculus Rift

Saat ini perkembangan teknologi virtual reality (VR) semakin canggih dan kualitas grafisnya yang lebih baik. Facebook pun akan meluncurkan headset VR tanpa kabel murah yang memiliki kode nama “Pacific” untuk mempopulerkan tren virtual reality (VR) pada tahun depan.

Saat ini headset VR terbagi 2 tipe. Tipe pertama adalah headset VR yang menggunakan smartphone sehingga harganya murah seperti Samsung Gear VR yang memiliki banderol USD130.

Tipe kedua adalah headset VR high-end seperti Oculus Rift milik Facebook yang terhubung ke PC dengan banderol USD1,000.

Karena itu, Facebook akan meluncurkan headset VR terbaru yang berada di tengah kedua tipe tersebut. Headset VR Facebook terbaru itu dapat terhubung dengan PC atau smartphone dengan banderol sekitar USD200.

Mirip Oculus Rift saat ini, headset Facebook VR terbaru itu dapat bermain game, menonton video dan melakukan media sosial. Nantinya, headset VR “Pacific” akan memiliki desain yang lebih kecil dan ringan dari headset Samsung Gear VR.

Rumornya, Oculus Pacific ini juga dapat dikendalikan oleh remote wireless dan tidak hanya dapat digunakan untuk bermain game, melainkan dapat melakukan berbagai macam hal seperti menonton film dan melakukan kegiatan media sosial.

Dalam konferensi developer Oculus tahun lalu, Mark Zuckerberg (CEO Facebook) mengatakan ada kategori yang belum tersentuh di antara Gear VR dan Rift. “Hal ini adalah sesuatu yang kami percaya akan ada nantinya,” ujarnya seperti dikutip Pocket-Lint.

“Kami belum memiliki produk baru saat ini. Namun, kami sedang melakukan investasi teknologi signifikan terkait kategori VR mandiri,” kata (Juru Bicara Oculus) Alan Cooper.

Saat ini Sony PlayStation VR mendominasi penjualan perangkat VR dibandingkan dengan kompetitornya seperti Oculus dan HTC. Kunci suksesnya, Sony PlayStation VR menawarkan beberapa game eksklusif untuk PS VR.

Ilustrasi Google Blocks

Google memperkenalkan aplikasi Google Blocks yang memungkinkan pengguna membuat model 3D berwarna dalam bentuk virtual reality (VR). Aplikasi itu sudah tersedia secara cuma-cuma pada Oculus Rift dan HTC Vive.

Dengan Google Blocks, Anda tidak perlu mahir di dalam VR terlebih dahulu. Selain itu, Google Blocks memiliki banyak fitur yang memungkinkan Anda membuat model 3D dengan indah.

“Saat ini kita membutuhkan software yang kompleks dan skill spesifik untuk memberikan pengalaman VR dan AR. Software itu juga membutuhkan objek 3D pada layar 2D, sangat sulit membayangkan,” ujar Google.

“Dengan Gooogle Blocks, Anda dapat membuat objek dalam bentuk VR dengan mudah. Apalagi, jika Anda menggunakan HTC Vive dan Oculus Rift yang membuat objek 3D dengan indah,” pungkasnya.

Saat ini Google Blocks baru tersedia secara terbatas untuk perangkat premium dengan bantuan tangan.

Anda bisa mengunduhnya melalui Oculus Store dan Steam.

Apa jadinya bila dua perusahaan dari benua berbeda, Nokia dan Xiaomi, bekerjasama? Hasilnya menarik untuk ditunggu. Namun, kerja sama mereka bukan untuk meluncurkan produk smartphone baru.

Seperti dilansir Reuters, Nokia dan Xiaomi telah menyetujui kesepakatan untuk berbagi lisensi atas hak paten milik kedua raksasa teknologi mobile asal Finlandia dan Tiongkok tersebut.

Nokia disebut akan menyediakan peralatan infrastruktur jaringan dan data center bagi Xiaomi. Selain itu, kedua pihak setuju mengembangkan solusi-solusi di bidang lainnya, antara lain internet of things, augmented reality, virtual reality, dan kecerdasan buatan.

“Xiaomi adalah salah satu pabrikan smartphone terdepan di dunia dan kami senang bisa menjalin kerja sama dengan mereka,” kata Rajeev Suri (CEO, Nokia).

Sebelumnya, kerja sama seperti ini sudah dijalankan Nokia bersama Apple dan Samsung. Xiaomi menjadi pabrikan asal Tiongkok pertama yang menjalin persetujuan serupa. Walhasil, Xiaomi sekarang dapat memanfaatkan teknologi-teknologi Nokia secara bebas.

“Kerja sama dengan Nokia memungkinkan kami untuk membangun jaringan berkinerja tinggi dan berskala luas serta layanan dan perangkat lunak yang bisa diandalkan. Kami akan membuat produk dan layanan terbaik bagi penggemar Mi di seluruh dunia,” ucap Lei Jun (Chairman dan CEO, Xiaomi).

Batu Loncatan

Seperti diketahui, setelah melepas bisnis ponselnya, Nokia fokus menggarap solusi infrastruktur jaringan dan telekomunikasi. Mereka juga memunyai katalog hak paten terkait komponen dan jaringan perangkat mobile, misalnya teknologi penghemat baterai dan penguat sinyal radio.

Xiaomi sendiri juga memiliki portofolio hak paten sekitar 4.000 buah dan hampir separuhnya didaftarkan di luar Tiongkok.

Dari sisi bisnis, sekitar 90 persen pemasukan Nokia memang masih berasal dari pemasaran solusi jaringan.

Akan tetapi, di tengah menurunnya kebutuhan infrastruktur dan meningkatnya persaingan di pasar smartphone, penjualan lisensi hak paten teknologi mobile diharapkan mampu memberi sokongan yang lebih besar bagi kocek Nokia.

Nokia pun dapat menjadikan Xiaomi selaku batu loncatan untuk memperluas aliansi di Tiongkok, khususnya mengincar vendor-vendor dari Negeri Tirai Bambu itu, seperti Oppo, Vivo, dan OnePlus.

Brian Krzanich (CEO Intel) ketika memberikan sambutan dalam acara kerjasama sponsorship dengan IOC untuk Olimpiade

Intel resmi menggandeng The International Olympic Committee (IOC) dalam acara penandatanganan perjanjian resmi di New York. Intel akan bergabung dengan The Olympic Partner (TOP), sebuah program sponsor dunia dan menjadi Worldwide TOP Partner hingga tahun 2024.

Sebagai Worldwide TOP Partner, Intel akan mendukung National Olympic Committees, IOC dan pengurus Olimpiade. Hak aktivasi global Intel termasuk Olimpiade Musim Dingin 2018 di Pyeongchang, Olimpiade Tokyo 2020, Olimpiade Musim Dingin 2022 di Beijing dan Olimpiade pada 2024 di kota yang masih belum dipilih.

Nilai transaksi kerjasama itu belum terungkap tetapi sumber IOC mengungkapkan kepada Reuters bahwa sponsor utama harus membawa $100 juta atau sekitar Rp1,3 triliun untuk empat tahun yang sudah termasuk olimpiade musim panas dan dingin.

Intel bergabung dengan perusahaan-perusahaan besar lainnya yang sudah menjadi sponsor utama seperti Coca-Cola, Samsung dan Alibaba. IOC mencoba membuat Olimpiade lebih tech savvy dan menyasar anak muda melalui jaringan TV berbasis Internet, Olympic Channel.

Thomas Bach (Presiden IOC) mengatakan Olimpiade memberikan wadah kepada para penggemar dan atlet yang telah menginspirasi banyak orang di seluruh dunia melalui olahraga dan nilai-nilai Olimpiade yaitu keunggulan, persahabatan dan rasa hormat.

“Intel adalah pemimpin dunia di bidangnya. Kami sangat bersemangat berkerjasama dengan Intel untuk mengubah Olimpiade melalui teknologi canggih. Bergabungnya Intel, akan membuat para penggemar di stadion, para atlet dan para penonton di seluruh dunia akan menyaksikan kemegahan Olimpiade dengan pengalaman yang berbeda,” katanya seperti dikutip Reuters.

Brian Krzanich (Chief Executive Officer Intel) mengatakan Intel sangat senang bergabung dengan Olympic Movement dan akan segera mengintegrasikan teknologi inovatif Intel untuk meningkatkan kualitas Olimpiade bagi para penggemar di seluruh dunia.

“Kami akan mempercepat adopsi teknologi untuk masa depan olahraga dalam kompetisi atletik terbesar di dunia,” ujarnya

Apa saja yang akan dilakukan Intel selama Olimpiade?. Intel akan menyiarkan Olimpiade Musim Dingin melalui virtual reality secara langsung (real-time) pada Olimpiade Musim Dingin 2018 di Pyeongchang, Korea Selatan.

Selain itu, Intel akan menghadirkan platform kecerdasan buatannya (AI) dan memberikan dukungan teknologi serta konten untuk kegiatan operasional pembawa acara Olympic Broadcasting Services dan Olympic Channel.

Intel pun akan menghadirkan platform konektivitas 5G Intel dalam ajang Olimpiade untuk mendemonstrasikan kecepatan jaringan 5G dalam ajang tersebut.

Intel pun akan menghadirkan Intel True VR yang akan menayangkan siaran langsung pertama dari Olimpiade Musim Dingin dengan teknologi virtual reality (VR) dan memungkinkan para penggemar mendapatkan pengalaman yang lebih nyata dari rumah mereka.

Intel pun akan mempertunjukan drone Intel yang akan menciptakan cahaya dan foto-foto dari langit. Intel juga akan mengusung teknologi Intel 360 replay yang memungkinkan para penggemar dapat merasakan momen Olimpiade paling berkesan dan tak terlupakan dari berbagai sudut lokasi Olimpiade.

Ilustrasi VR

Permintaan perangkat virtual reality (VR) dan augmented reality (AR) terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu membuat prospek penjualan kedua perangkat itu sangat cerah di masa depan.

Perusahaan riset IDC memprediksi pengiriman headset VR dan AR di seluruh dunia akan mencapai di bawah 100 juta unit pada 2021. Sedikit di bawah 10 juta jumlah unit headset yang dikirim pada 2016.

IDC mengatakan sejauh ini headset VR yang didukung oleh smartphone merupakan terpopuler.

“Pasar VR akan meningkat selama 6-18 bulan ke depan. Vendor PC Microsoft pun akan memperkenalkan headset VR kelas premium di pasar,” kata Jitesh Ubrani (Analis Riset Senior IDC Mobile Device Trackers) seperti dikutip CNET.

Ubrani mengatakan faktor kesuksesan penjualan AR dan VR terletak pada harga yang terjangkau dan kompatibilitas dengan PC. IDC memprediksi Sony PlayStation VR atau Facebook Oculus Rift akan memimpin pengiriman headset VR pada lima tahun ke depan.

IDC melihat perangkat AR lebih sulit diakses daripada perangkat VR. Namun IDC optimis perangkat AR akan mengubah basis industri dalam lima tahun kedepan.

Pada periode yang sama, IDC mengharapkan pengiriman headset AR sebanyak 80 persen untuk penggunaan komersial.

Kamera VR GoPro Omni

Teknologi Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) terus menyita perhatian industri dan pasar. Apple pun mulai fokus mengembangan teknologi berbasis AR. Bahkan, beberapa perusahaan teknologi telah menjual headset VR di pasar seperti Sony, HTC, Samsung dan Oculus.

Meskipun masih baru, perusahaan riset GfK mengatakan masyarakat Asia Tenggara mulai menaruh perhatian terhadap headset VR untuk menonton video 360 derajat.

“Jika tadinya hanya ada dua brand kamera VR 360 derajat pada 2015. Kini sudah ada 13 brand kamera VR 360 derajat di Asia Tenggara pada 2016. Di Asia Tenggara, permintaan action camera 360 derajat naik tajam dalam setahun terakhir terutama dari Singapura dan Malaysia,” kata Karthik Venkatakrishna (Direktur Regional Digital Marketing Intelligence GfK) dalam siaran persnya, Rabu.

Selain itu, industri media pun mengadopsi software VR untuk operasi augmented vision, remote treatment, dan diagnosa jarak jauh. Kehadiran teknologi VR dan AR juga membentuk industri ritel dan terbukti efektif dalam menjaga loyalitas konsumen.

“Dengan pembeli yang akan sepenuhnya menikmati suasana ritel melalui VR dan AR di perangkat pintar mereka, potensi untuk memenangkan hati konsumen akan sangat besar bagi brand,” ujarnya.

Kini Amazon sedang membangun toko mebel berbasis teknologi AR karena ingin membawa pengalaman “mencoba sebelum membeli” ke tingkat yang baru. Selain itu, toko virtual juga dapat membantu toko fisik untuk memperoleh wawasan mengenai proses belanja tanpa harus mengubah bentuk toko maupun produk.

“Integrasi VR dan AR di industri ritel dapat mengubah cara orang berbelanja dan memengaruhi bagaimana ritel merancang tokonya. Brand yang menggunakan VR atau AR untuk meningkatkan pengalaman belanja dengan sentuhan pengaturan pribadi konsumen, cenderung dapat menciptakan nilai lebih bagi konsumen dan meningkatkan loyalitas konsumen,” tuturnya.

Tas Ransel HP Omen X Compact Desktop

HP meluncurkan komputer desktop HP Omen X Compact Desktop yang berbentuk tas backpack VR dan memiliki tenaga baterai yang luar biasa sekaligus menjadi penerus HP Omen X Compact Desktop generasi lalu.

HP akan mengirimkan Omen X Compact Desktop dengan banderol $2,499 atau sekitar Rp33 jutaan seperti dikutip PC World.

HP Omen X Compact Desktop terbaru akan mengusung prosesor Intel Kaby Lake Core i7 generasi tujuh, DDR4 RAM 16 GB, GPU GeForce GTX 1080 GPU dan SSD PCIe 1 TB.

Tas backpack VR itu memiliki 4 port USB Type A dan satu port USB 3.1 Type C/Thunderbolt 3 port, dua tombol audio jack, HDMI 2.0, mini DisplayPort, dan port tombol tenaga Vive untuk headset VR.

Dengan tambahan uang $599 atau sekitar Rp7.9 juta, Anda bisa mengubah komputer Omen X Compact Desktop menjadi mesin gaming virtual reality (VR).

Ilustrasi HP Omen X Compact Desktop

Tas backpack itu memiliki empat baterai, satu dock charging dan kabel headset yang pendek untuk HTC Vive. Kabel pendek itu sangat menguntungkan ketika Anda bermain VR sambil membawa tas backpack tersebut.

Tas backpack itu juga memiliki lubang ventilasi yang berfungsi untuk membuang panas sehingga tidak merepotkan penggunanya.

Jika ditotal, berat tas ransel itu di bawah 10 kg dan membuat Anda tidak ingin berlama-lama membawanya.

Toh, HP sadar bahwa Anda tidak akan bermain gaming VR sepanjang waktu karena sisa waktu lainnya bisa Anda gunakan untuk bermain PC.

Audience members use virtual reality headsets to experience a series of travel, work and play situations as Brian Krzanich, Intel chief executive officers, speaks at a company news conference on Wednesday, Jan. 4, 2017, in Las Vegas. Intel Corporation presents new technology at the 2017 International Consumer Electronics Show. The event runs from Jan. 5 to Jan. 8, 2017, in Las Vegas. (CREDIT: Walden Kirsch/Intel Corporation)

Perusahaan riset IDC memprediksi pertumbuhan perangkat virtual reality (VR) akan mencapai tiga kali lipat pada tahun ini karena pabrikan elektronik agresif meluncurkan produk dan layanan terbaru berbasis VR.

Pada kuartal pertama tahun ini, perusahaan elektronik mengirimkan perangkat Tracker berbasis VR dan Augmented Reality (AR) sebanyak 2.3 juta dengan dominasi headset VR sebanyak 98 persen.

Banyak produk-produk VR di pasar membuat pertumbuhan perangkat itu sangat cepat dan pelanggan memiliki banyak pilihan dan sadar akan potensi pasar perangkat headset VR tersebut.

Tentunya, pertumbuhan industri VR memiliki tantangan tersendiri. Karena itu, industri harus mengedukasi pelanggan terhadap potensi headset VR.

“Pasar headset VR masih muda dan pelanggan mulai tertarik dengan perangkat VR,” kata Jitesh Ubrani (Senior Research Analyst IDC’s Mobile Device Trackers) seperti dikutip IT Pro.

“Tantangan terbesar industri VR adalah miskinnya konten VR yang tersedia di pasar,” ujarnya.

Headset VR yang paling laris pada kuartal pertama tahun adalah Samsung Gear VR yang berkolaborasi dengan Oculus, disusul Sony dengan Playstation VR, HTC’s Vive dan Facebook Oculus Rift.

Meskipun pengiriman perangkat headset AR naik 77 persen setiap tahunnya, pasar headset AR masih kecil jika dibanding VR. IDC melihat teknologi AR masih baru dan pengguna lebih memilih menggunakan smartphone untuk merasakan konten-konten AR.

“Pasar AR masih sangat baru. Kami mengharapkan pelanggan merasakan kesan pertama AR melalui kamera dan layar perangkat mobile mereka seperti smartphone dan tablet,” kata Tom Mainelli (Vice President of Devices and AR/VR at IDC).